Gubernur Ahmad Luthfi Cek Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan, Januari 2026 Tanggul Laut Sudah Difungsikan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 28 Mei 2025
- visibility 476
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meninjau pembangunan kolam retensi Terboyo dan Sriwulan di Kota Semarang, Selasa 27 Mei 2025. Kedua kolam yang dipisahkan oleh Kali Babon ini mampu menampung sekitar 7 juta kubik air dan dirancang untuk menanggulangi rob serta banjir.
Kolam retensi Terboyo memiliki luas 189 hektare dan menampung hingga 6 juta kubik air. Sementara Sriwulan seluas 28 hektare, menampung sekitar 1 juta kubik. Kedua kolam dilengkapi rumah pompa yang mengalirkan air langsung ke laut. Proyek ini menjadi bagian dari konstruksi tol Semarang–Demak tahap 1, khususnya seksi 1C, yang juga berfungsi sebagai tanggul laut (giant sea wall).
Menurut Luthfi, pembangunan dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan bagi masyarakat.
Pembangunan Tol Sekaligus Tanggul Laut Dikebut
Tol Semarang–Demak tahap 1 mencakup tiga seksi. Seksi 1A telah mencapai progres fisik 62,98% dengan target selesai Juli 2026. Seksi 1B mencapai 40,93% (target April 2027), dan Seksi 1C baru 25,97% (target September 2026). Meski belum rampung, ditargetkan tanggul laut ini sudah bisa berfungsi pada Januari 2026 untuk menahan air laut meski belum dioperasikan sebagai jalan tol.
Ahmad Luthfi menyebut pembangunan ini sebagai langkah jangka panjang dalam mengatasi rob, sembari menyiapkan tindakan jangka pendek dan menengah yang langsung dirasakan masyarakat.
Langkah Jangka Pendek: Edukasi dan Normalisasi Sungai
Sambil menunggu proyek besar rampung, Pemprov Jateng menyiapkan berbagai langkah cepat. Di antaranya pendampingan di wilayah Demak, edukasi masyarakat, serta penyesuaian terhadap kondisi rob akibat penurunan tanah yang signifikan, yakni 8–14 cm per tahun.
Luthfi juga menyoroti titik kritis di jalan Pantura depan pabrik Polytron yang kerap terendam. Meski sudah ditinggikan, jalan itu kembali turun. Solusinya adalah pembangunan tanggul laut jangka panjang serta normalisasi sungai pelayaran.
Wakil Gubernur Taj Yasin menambahkan, Pemprov juga menyiapkan fasilitas air bersih bagi warga terdampak di Sayung, termasuk rencana pembangunan sistem desalinasi dan perumahan apung sebagai bentuk adaptasi terhadap banjir rob.







Saat ini belum ada komentar