Rp200 Juta dari BNPB Mengalir ke Kebumen, Prioritaskan Korban Banjir dan Longsor
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 30 Mar 2025
- visibility 611
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menerima bantuan dana sebesar Rp200 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan ini diperuntukkan untuk mendukung operasional penanganan darurat bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, kepada Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, di Kompleks Rumah Dinas Bupati pada Minggu, 30 Maret 2025. Turut hadir dalam acara penyerahan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Edi Rianto, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Udy Cahyono.
Raditya Jati menyampaikan bahwa bantuan ini bertujuan untuk mendukung pemerintah daerah dalam upaya penanganan kebencanaan. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kerja Tim Penanganan Bencana di lapangan menjadi lebih mudah dan aman dari risiko. Ia menyoroti bencana banjir di Kebumen yang dinilai cukup parah hingga menyebabkan kerusakan atau jebolnya infrastruktur tanggul sungai.
“Sesuai dengan status tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Bupati, kami memberikan dukungan terkait kebutuhan-kebutuhan mendesak. Terutama untuk kebutuhan pengungsian, para korban, serta kebutuhan operasional Tim penanganan bencana,” jelas Raditya Jati.
Selain bantuan dana operasional sebesar Rp200 juta, BNPB juga menyerahkan bantuan logistik berupa 200 paket sembako, 100 paket hygiene kit, 200 lembar matras, dan satu unit perahu karet beserta mesinnya.
“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk penanganan kebencanaan,” harapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati dan Deputi BNPB juga membahas isu lingkungan yang seringkali menjadi pemicu terjadinya bencana, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan, penebangan hutan, serta pengelolaan infrastruktur yang kurang optimal.
“Menurut saya, ini adalah kesempatan bagi Bupati atau pemerintah yang baru untuk memasukkan mitigasi risiko bencana ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Ini penting agar semuanya dapat terencana dengan baik, sehingga kita dapat mengurangi dampak dari kebencanaan,” ungkap Raditya Jati.
Sementara itu, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan ucapan terima kasih kepada BNPB atas bantuan yang telah diberikan kepada Pemerintah Daerah. Menurutnya, bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi Tim Penanganan Bencana dan masyarakat yang terdampak.
“Kami dari pemerintah daerah menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BNPB atas bantuan yang diberikan. Tentunya bantuan ini sangat berarti bagi Tim dan saudara-saudara kita yang masih berada di tempat pengungsian,” kata Bupati Lilis Nuryani.
Bupati menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur Kebumen beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Kecamatan Adimulyo, Karanganyar, dan Kebumen menjadi wilayah yang terdampak banjir paling parah akibat jebolnya tanggul sungai.
“Alhamdulillah, hari ini cuaca cerah dan air sudah semakin surut. Warga masih berupaya membersihkan material tanah. Kami berharap hari ini mereka sudah dapat kembali ke rumah masing-masing,” harapnya.
Sebelumnya pada Sabtu 29 Maret 2025, Bupati beserta tim dari BNPB juga meninjau langsung lokasi bencana banjir di Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar, di mana terjadi dua titik jebol tanggul sungai.







Saat ini belum ada komentar