Bidan Wajib Miliki Skill Mumpuni Tangani Obstetri dan Neonatal Emergency
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 25 Sep 2019
- visibility 8.955
- comment 0 komentar

Para bidan melakukan simulasi penanganan persalinan dan neonatal emergency saat mengikuti pelatihan BONELS di Stikes Muhammadiyah Gombong. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia relatif masih tinggi. Angka kematian ini disumbang oleh kondisi kegawatdaruratan dari obstetric dan neonatal.
Kasus tertinggi adalah adanya pendarahan pada ibu pasca melahirkan dan kematian neonatal akibat asphyksia. Untuk menurunkan angka kematian itu diperlukan penanganan yang lebih cepat dan tepat.
Menurut instruktur Pro Emergency Nuryani Ratnasari SST, seluruh tenaga kesehatan terutama bidan diwajibkan mempunyai skill yang mumpuni terhadap penanganan obstetri dan neonatal.
“Karena bidan adalah ujung tombak, lini terdepan sebelum dirujuk ke rumah sakit sebagai perpanjangan dari kegiatan penanganan kegawatdaruratan,” ujar Nuryani Ratnasari di sela-sela menjadi instruktur training Basic Obstetric and Neonatal Life Support (Bonels) di Stikes Muhammadiyah Gombong.
Baca Juga: Perpustakaan Terpadu Stikes Muhammadiyah Gombong Dilengkapi Comfort Zone
Training diikuti oleh 99 orang bidan yang terdiri atas 63 alumni Stikes Muhammadiyah Gombong dan 36 bidan praktik di rumah sakit dan puskesmas di Kebumen, Purworejo dan Banjarnegara.
Nuryani Ratnasari mengapresiasi terhadap Stikes Muhammadiyah Gombong yang menciptakan sumberdaya manusia bidan untuk siap pakai dalam penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal. Dengan memberikan arahan yang tepat, kemampuan bidan akan bisa diasah.
“Tidak perlu waktu yang lama, asal kegiatan ini terus direfresh,” ujarnya.
Nuryani menambahkan, kejadian komplikasi, pendarahan, asphyksia tidak setiap saat yang akan dijumpai. Meski demikian tetap harus terus digaungkan agar bidan harus memiliki skill yang mumpuni.
“Materi yang ada sudah diajarkan saat kuliah, dan melalui pelatihan ini dimantapkan dan ditambah dengan ilmu-ilmu yang baru,” ujarnya.
Baca Juga: 25 Perawat Ikuti Pelatihan Penanggulangan Pasien Gawat Darurat di Stikes Muhammadiyah Gombong
Adapun pelatihan yang digelar oleh Program Studi (Prodi) DIII Kebidanan itu berlangsung selama empat hari yakni mulai Senin-Kamis (23-26/9/2019). Pelatihan menghadirkan para instruktur dari Pro Emergency yang dipimpin oleh Direktur Pelatihan dr Hadi Prasetyo.
Selama empat hari, para peserta pelatihan mendapatkan berbagai materi baik teori maupun praktik. Hari pertama, materi yang disampaikan oleh dr Arif Fatahilah SpOG meliputi penatalaksanaan persalinan sulit, pendarahan, pre eklamsi, infeksi nifas. Materi etika kebidanan yang disampaikan Sekretaris DPC IBI Hastin Ika Indriyastuti MPH.







Saat ini belum ada komentar