Bidan Wajib Miliki Skill Mumpuni Tangani Obstetri dan Neonatal Emergency
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 25 Sep 2019
- visibility 8.956
- comment 0 komentar

Para bidan melakukan simulasi penanganan persalinan dan neonatal emergency saat mengikuti pelatihan BONELS di Stikes Muhammadiyah Gombong. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
Kemudian pentingnya pencegahan infeksi, pengelolaan gawat darurat jalan nifas dan pernafasan, pengelolaan gawat darurat sirkulasi. Pada hari kedua, peserta mendapatkan antara lain materi penatalaksanaan gangguan nafas dan asphyksia pada bayi baru lahir. Selain itu penyulit persalinan dan perdarahan. Pada hari ketiga materi musculoskeletal injury, CPR for adult, integrated emergency response system. Selain teori juga dilaksanakan praktik dan simulasi.
Baca Juga: 10.192 Balita di Kebumen Alami Stunting, Njur Piye?
Ketua Panitia Kegiatan Kusumastuti SSiT MKes menyampaikan bahwa melalui pelatihan itu diharapkan bidan memahami prinsip-prinsip penanganan gawat darurat umum, kebidanan dan neonatus. Kemudian bidan mampu mengenali dan melakukan penilaian kondisi kegawatdaruratan yang mengancam nyawa ibu hamil, melahirkan, nifas dan bayu baru lahir.
“Selain itu peserta mampu menangani dan memberikan pertolongan secara cepat dan tepat dalam rangka menyelamatkan jiwa pasien,” kata Kusumastuti di sela-sela acara.
Kusumasuti menambahkan, materi dalam pelatihan itu sebenarnya sudah dipelajari di bangku kuliah. Namun dengan pelatihan itu diharapkan sebagai penguatan kompetensi sebagai membekal alumni dalam terjun di dunia kerja sebagai tenaga kesehatan.
“Muaranya adalah agar nantinya dapat menekan angka kematian ibu dan kematian bayi,” katanya menyebutkan para peserta juga mendapatkan sertifikat pelatihan. (ndo)







Saat ini belum ada komentar