Gandeng Dunia Usaha, Lembaga Masyarakat, dan Media, Kebumen Serius Wujudkan Kabupaten Layak Anak
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 26 Feb 2026
- visibility 589
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen terus mempercepat langkah dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang lebih berkualitas.
Melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Pemkab menggelar pertemuan bersama lembaga masyarakat, dunia usaha, dan media massa di Co-Working Space Setda Kebumen, Kamis 26 Februari 2026.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Kebumen dr Sri Fatmahwati MSc, menegaskan bahwa pencapaian KLA tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian.
Menurutnya perlu ada keterlibatan aktif dari semua unsur masyarakat untuk memastikan anak-anak di Kebumen hidup aman dan nyaman.
“Saat ini kita masih berada di kategori Madya. Target tahun ini kita bisa naik ke tingkat Nindya. Salah satu instrumen pentingnya adalah penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan KLA yang saat ini sudah selesai tahap harmonisasi dan segera diserahkan ke dewan,” ujar dr. Fatmahwati.
Data Kekerasan Anak Meningkat
Urgensi penguatan KLA ini didorong oleh data yang menunjukkan peningkatan kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kebumen. Tercatat, pada tahun 2024 terdapat 66 kasus, namun angka ini melonjak signifikan menjadi 145 kasus pada tahun 2025.
Menurut dr. Fatmahwati, lonjakan ini dipengaruhi oleh keterlibatan anak-anak dalam aksi demonstrasi yang mereka sendiri kurang pahami, serta tingginya kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang-orang terdekat di lingkungan anak.
Langkah Preventif dan Layanan Gratis
Untuk menekan angka tersebut, Pemkab Kebumen mendorong pembentukan lembaga perlindungan hingga tingkat desa, seperti Forum Anak Desa dan Cluster Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Selain itu, sinergi dengan Unit PPA Polres Kebumen dan pembentukan Tim Pencegahan Kekerasan di Sekolah (TPKS) terus diperkuat untuk mengatasi kenakalan remaja dan penyimpangan perilaku.
Bagi korban kekerasan, Pemkab Kebumen melalui UPTD PPA menyediakan layanan komprehensif secara gratis. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan awal, pendampingan psikologis hingga trauma hilang, pendampingan hukum melalui LBH mitra hingga ke pengadilan, serta fasilitas antar-jemput korban yang kesulitan mobilisasi.
“Seluruh biaya layanan tersebut gratis,” jelasnya.
Harapan Kolaborasi
Narasumber dari Yayasan SETARA Jawa Tengah, Yuli Sulistyanto, menambahkan bahwa kunci keberhasilan KLA terletak pada kemauan kepala daerah untuk memanfaatkan kewenangannya dalam menjembatani berbagai kelompok.
“Dunia usaha bisa berperan melalui Asosiasi Sahabat Anak Indonesia, media melalui pemberitaan yang edukatif, dan lembaga masyarakat sebagai fungsi pengawasan. Gerakan ini harus solid antara kebijakan top-down dari pemerintah dan gerakan bottom-up dari masyarakat,” ungkap Yuli.
Acara ini dihadiri oleh puluhan perwakilan organisasi profesi, perbankan, pelaku usaha ritel dan perhotelan, serta pimpinan media massa di Kebumen sebagai wujud komitmen bersama mendukung gerakan World Fit for Children (Dunia yang Layak bagi Anak). Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar