Kebumen untuk Dunia: Simposium Summer School di Karangsambung Bahas Inovasi Digital dan SDGs
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 78
- comment 0 komentar

KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Kabupaten Kebumen menjadi pusat perhatian akademisi internasional melalui penyelenggaraan Symposium Summer School: Digital Innovation Towards the Achievement of Collaborative Sustainable Development Goals (SDGs).
Acara yang berlangsung di Kampus Lapangan Geologi Luk Ulo Karangsambung, Kamis 7 Mei 2026 ini mempertemukan pakar, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara.
Ketua Program Studi Sarjana Teknik Geologi ITB, Dr Idham Andri Kurniawan ST MT, dalam sambutannya menekankan bahwa program ini bukan sekadar ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga upaya strategis untuk melatih ilmuwan muda dalam mendukung keberlanjutan jangka panjang.
“Tujuan kami adalah memulai kolaborasi erat antara universitas internasional dengan pemerintah daerah. Kami ingin menawarkan model tata kelola yang dapat menjadi rujukan, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga global,” ujar Dr Idham.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IV UNS, Prof Irwan Trinugroho, menjelaskan bahwa simposium ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, termasuk Malaysia, India, Pakistan, hingga Aljazair.
Sebanyak 80% peserta berasal dari kalangan akademisi internasional, sementara 20% lainnya melibatkan unsur pemerintah.
Dukungan Penuh Pemerintah Kabupaten Kebumen
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan kebanggaannya atas terpilihnya Kebumen sebagai lokasi Summer School.
“Kehadiran peserta mancanegara adalah momentum penting untuk memperkenalkan Kebumen UNESCO Global Geopark ke kancah internasional. Geopark bukan hanya warisan alam, tapi ruang belajar untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat,” ungkap Bupati.
Simposium ini terbagi dalam dua sesi diskusi panel yang menyoroti kearifan lokal, tata kelola geopark, dan sejarah geologi Karangsambung.
Tak hanya itu, acara ini juga menitikberatkan pada perspektif internasional dan inovasi digital, menghadirkan pembicara dari Ehime University (Jepang), Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Putra Malaysia, dan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Kegiatan ini tidak hanya berakhir sebagai diskusi formal. Adapun output-nya adalah dokumen policy brief dan karya ilmiah yang akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Dokumen tersebut diharapkan menjadi basis data bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berbasis inovasi digital (smart city) dan pelestarian lingkungan.
Selain simposium, para peserta dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan (community visit) ke berbagai situs unggulan di Geopark Kebumen hingga 10 Mei 2026.
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat lokal, para mahasiswa internasional diharapkan dapat menjadi “duta wisata” yang mempromosikan potensi geologi dan budaya Kebumen ke dunia internasional.
Turut hadir sebagai panelis sejumlah pakar internasional seperti Profesor Hiroki Kasamatsu (Ehime University, Jepang), Doktor Nur Hafizah Binti Yusoff (UKM, Malaysia), dan Doktor Latifah Binti Abdul Latib (UPM, Malaysia).
Selain itu, hadir pula anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, serta tokoh senior Profesor Doktor Insinyur Made Emmy Erawati (Emmy Suparka). Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar