Angin Segar untuk Olahraga Kebumen: Rumput dan Drainase Stadion Chandradimuka Segera Diperbaiki
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 6 Jul 2025
- visibility 3.645
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Masa depan olahraga Kabupaten Kebumen menjadi topik hangat dalam forum “Sambung Rasa Pegiat Olahraga” yang digelar di Pendopo Kabumian, Minggu 6 Juli 2025.
Pertemuan ini mengungkap sejumlah permasalahan yang membayangi puluhan cabang olahraga (cabor) di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kebumen, termasuk kondisi Stadion Chandradimuka yang memprihatinkan.
Acara yang dihadiri oleh Bupati Lilis Nuryani, Kepala Dinas Dikpora Yanie Giat Setyawan, Kepala BPKPD Aden Andri Susilo, pengusaha Mohammad Yahya Fuad dan Khayub M Luthfi, Plt Ketua KONI Kebumen Agus Junaedi, serta tokoh olahraga lainnya, menjadi ajang curah pendapat dan pencarian solusi bagi kemajuan olahraga daerah.
Segudang Tantangan di Balik Potensi
Plt Ketua KONI Kebumen, Agus Junaedi, memaparkan beberapa isu mendesak yang memerlukan perhatian serius:
1. Pembinaan Atlet Minim Dana
Meskipun atlet mampu menopang biaya latihan mandiri, kebutuhan dana melonjak drastis saat harus mengikuti kejuaraan.
2. Apresiasi Atlet dan Pelatih
Kurangnya penghargaan bagi atlet dan pelatih berprestasi dikhawatirkan memadamkan semangat dan motivasi mereka.
3. Infrastruktur Olahraga Belum Standar
Meski jumlah sarana prasarana (sarpras) sudah cukup banyak, sebagian besar belum memenuhi standar yang ditetapkan. Tawaran sebagai tuan rumah futsal tingkat nasional terpaksa ditolak karena Kebumen belum memiliki GOR standar kelas A, sementara GOR yang ada seperti GOR Gembira, Karanganyar, Gombong, Puring, Prembun, dan Panjer, masih berkategori kelas C.
4. Eksodus Atlet Berbakat
Banyak atlet potensial Kebumen yang memilih pindah ke kabupaten lain karena tawaran dan fasilitas yang lebih menggiurkan.
5. Sewa Sarpras Pemkab
KONI berharap adanya dispensasi atau pengurangan biaya sewa bagi cabor yang menggunakan fasilitas olahraga milik Pemkab untuk kompetisi.
6. Keterbatasan Armada KONI
KONI hanya memiliki satu unit kendaraan operasional (elf) yang jadwal penggunaannya padat, menyulitkan mobilitas cabor.
7. Kantor KONI Sempit: Gedung KONI saat ini terlalu kecil, hanya mampu menampung empat orang dalam rapat, jauh dari ideal untuk koordinasi dengan banyak pihak.
8. Tuntutan Kemandirian KONI: Permenpora 14 Tahun 2024 menuntut KONI untuk bisa mandiri secara finansial, menjadi tantangan tersendiri.
Menyikapi berbagai permasalahan ini, KONI Kebumen berencana menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) dalam waktu dekat untuk mencari Ketua Umum baru yang diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala tersebut.
Respon Positif dari Bupati dan Harapan Baru untuk Chandradimuka
Bupati Lilis Nuryani menyambut baik inisiatif “Sambung Rasa” ini, menyebutnya sebagai forum penting untuk diskusi, evaluasi, dan mempererat sinergi antara pemerintah dan pegiat olahraga. Ia menegaskan komitmen Pemkab Kebumen untuk mendukung kemajuan olahraga daerah.
Menanggapi keluhan terkait kendaraan operasional, Bupati Lilis menawarkan opsi peminjaman kendaraan dari Bagian Umum Pemkab Kebumen.
“KONI kalau ada acara atau kegiatan, monggo bisa mengajukan peminjaman,” ujarnya.
Mengenai kantor KONI yang sempit, Bupati menjanjikan akan mencarikan lokasi yang lebih representatif, meskipun prosesnya akan bertahap.
“Insyaallah nanti kami carikan. Tapi pelan-pelan ya. Pertama mobil dulu silakan kalau mau dipinjam. Tapi benar-benar untuk olahraga ya,” tambahnya.
Nasib Stadion Chadradimuka
Kabar gembira juga datang untuk Stadion Chandradimuka. Kepala BPKPD, Aden Andri Susilo, menjelaskan bahwa pada tahun 2025, perbaikan akan difokuskan pada rumput dan drainase stadion.
“Insyaallah Stadion Chandradimuka khusus untuk rumput dan drainasenya dulu. Kalau fasilitas yang lainnya masih berproses,” ungkap Aden, disambut tepuk tangan antusias.
Diharapkan pada APBD perubahan, rehabilitasi lapangan dan drainase dapat terlaksana, dan berlanjut di tahun berikutnya untuk fasilitas lainnya.
Selain itu, Bupati Lilis juga mengeluarkan kebijakan penting di mana cabor yang menggunakan aset Pemkab untuk kegiatan olahraga dapat mengajukan surat ke Bupati untuk pengurangan bahkan penghapusan biaya sewa.
Kebijakan ini khusus berlaku untuk aset Pemkab dan disambut positif oleh para pegiat olahraga.
“Saya percaya, dari forum seperti inilah, arah kebijakan yang lebih tepat bisa lahir. Dari dialog terbuka seperti ini, kepercayaan antar pelaku olahraga dan pemerintah bisa tumbuh lebih kuat. Dan dari diskusi yang jujur dan produktif seperti ini, semangat kita bisa menyala kembali, lebih besar dari tantangan apa pun,” pungkas Bupati Lilis Nuryani.
Dengan segala upaya dan komitmen yang ditunjukkan, diharapkan KONI melalui para atletnya mampu mengharumkan nama Kebumen di tingkat provinsi, nasional, bahkan hingga internasional. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar