Mahasiswa KKN IAI An-Nawawi Ajak Warga Kalijering Tanam 250 Bibit Singkong Manggu, Ini Tujuannya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 26 Agu 2025
- visibility 955
- comment 0 komentar

Mahasiswa bersama warga tanam singkong varietas unggulan. (Foto: Istimewa)
PADURESO (KebumenUpdate.com) – Warga Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kebumen, bersama mahasiswa KKN IAI An-Nawawi Purworejo menanam 250 bibit singkong varietas unggulan, Senin 25 Agustus 2025. Gerakan ini menjadi langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Lahan desa yang sebelumnya hanya dipenuhi rerumputan kini mulai ditanami singkong manggu. Aksi ini bukan sekadar menanam tanaman pangan, melainkan menumbuhkan kesadaran bahwa kebutuhan pangan tidak harus bergantung pada beras semata.
“Program ini kami inisiasi sebagai alternatif mengurangi ketergantungan pada beras, terutama saat terjadi kelangkaan atau kenaikan harga,” ujar Chusnul Mukaromah, salah satu mahasiswa KKN.
Selain penanaman bibit, mahasiswa juga menggelar workshop dan diskusi bersama warga. Chusnul menjelaskan, singkong manggu dipilih karena memiliki keunggulan dibanding varietas biasa. Umbinya bisa mencapai 7–10 kilogram, bertekstur empuk, serta bercita rasa gurih dan manis alami, sehingga cocok diolah menjadi berbagai produk pangan.
“Pangan lokal bukan sekadar warisan nenek moyang, tapi benteng ketahanan desa yang harus terus dijaga,” tegasnya.
Pangan Lokal Potensial Berkembang
Menurut data Direktori Konsumsi Pangan Nasional 2024, konsumsi beras masyarakat Indonesia mencapai 92 kilogram per kapita per tahun. Sementara konsumsi singkong hanya 8,5 kilogram, kentang 2,5 kilogram, ubi jalar 3,1 kilogram, dan sagu 0,6 kilogram.
“Ketimpangan ini menunjukkan masih luasnya ruang bagi pangan lokal untuk berkembang,” tambah Chusnul.
Diversifikasi pangan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi. Singkong manggu dapat diolah menjadi produk bernilai jual yang mendukung UMKM desa.
Kepala Desa Kalijering, Suyanto, menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi mahasiswa. Program ini relevan dengan potensi lokal Kalijering dan bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Dengan gerakan sederhana ini, mahasiswa dan warga berharap tercipta kemandirian pangan sekaligus membuka jalan bagi lahirnya inovasi kuliner berbasis bahan lokal. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar