Jembatan Wetonkulon Rp15,2 Miliar, Jalan Rusak Rp1 Miliar: Kebumen ‘Kejar Tayang’ Perbaikan Infrastruktur
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 10 Mar 2025
- visibility 678
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen bergerak cepat untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak menjelang musim mudik Lebaran 2025.
Bupati Lilis Nuryani saat melakukan monitoring infrastruktur pada Senin, 10 Maret 2025, memastikan bahwa perbaikan jalan yang rusak akan dilakukan tahun ini.

Jembatan Wetonkulon di Kecamatan Puring yang putus karena terjangan banjir Maret 2022. (Foto: Hari)
Untuk pembangunan Jembatan Wetonkulon di Kecamatan Puring, Pemerintah Daerah telah mengajukan bantuan hibah ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan akan direalisasikan tahun ini.
“Bantuan hibah pembangunan jembatan ini sebesar Rp15,2 miliar untuk pembangunan total,” ucap Bupati Lilis Nuryani.
Nantinya jembatan baru tersebut akan dibangun dengan panjang 70 meter dan lebar 7 meter.
Ia berharap pembangunan Jembatan Wetonkulon dapat selesai sesuai target, sehingga masyarakat dapat kembali menggunakan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Puring dan Buayan.
“Masyarakat sudah tidak sabar untuk menggunakan jembatan ini, karena merupakan jalur utama yang menghubungkan dua kecamatan,” tambahnya.
Di samping itu, pemerintah juga akan memperhatikan jembatan lain yang membutuhkan penanganan secara bertahap.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kebumen, Joni Hernawan, menjelaskan bahwa penanganan darurat seperti pengurugan dan penambalan (patching) akan dilakukan sebelum Lebaran untuk memastikan jalan berfungsi dengan baik.
“Untuk Ruas Jalan Wonosari-Jatisari, anggaran yang tersedia sekitar Rp1 miliar. Penanganan akan dilakukan dengan beton setelah Lebaran, namun belum bisa menyelesaikan seluruh ruas jalan,” ujar Joni.
Ruas Jalan Dorowati-Podourip yang mengalami kerusakan sepanjang 2,49 kilometer juga akan ditangani bertahap dengan beton, dengan anggaran sekitar Rp900 juta.
“Sebelum Lebaran, kami akan melakukan pengurugan agregat. Pekerjaan beton akan dilanjutkan setelah Lebaran,” terang Joni.
Jalan Meles-Banjareja, yang merupakan jalur alternatif mudik, mengalami kerusakan sekitar 1 kilometer. Dengan kebutuhan anggaran Rp3,5 miliar, tahun ini baru tersedia Rp1 miliar. Jalan ini juga akan diurug sebelum Lebaran. Sementara itu, Jalan Potongan dan Sapta Marga Gombong akan rutin ditambal sebelum Lebaran.







Saat ini belum ada komentar