Kebakaran Toko Pertanian di Ambal Kebumen Saat Tarawih, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 4 Mar 2026
- visibility 496
- comment 0 komentar

Barang dagangan turut terbakar. (Foto: Polres Kebumen)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kebakaran melanda Toko Pertanian Sido Maju di Dukuh Krajan RT 03 RW 02 Desa Kaibonpetangkuran, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Selasa 3 Maret 2026 malam sekitar pukul 19.30 WIB. Api diduga dipicu korsleting listrik saat bangunan toko dalam kondisi terkunci karena pemilik sedang melaksanakan salat tarawih.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah istri pemilik toko menerima kabar mengenai kepulan asap dari bangunan toko.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material cukup banyak,” ujar Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Rabu 4 Maret 2026.
Api Berhasil Dipadamkan Sekitar 30 Menit
Setelah menerima laporan, Pemerintah Desa Kaibonpetangkuran segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan meminta bantuan pemadam kebakaran dari Prembun.
Petugas pemadam bersama warga setempat berupaya memadamkan kobaran api yang melahap isi toko.
Sekitar pukul 20.00 WIB, api berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman berlangsung kurang lebih setengah jam.
Pestisida hingga Peralatan Toko Hangus Terbakar
Kebakaran tersebut menghanguskan berbagai barang dagangan dan peralatan yang berada di dalam toko.
Barang yang terbakar antara lain pestisida, herbisida, fungisida, nutrisi tanaman, pupuk cair, serta peralatan elektronik seperti komputer, kipas angin, dispenser, freezer, hingga instalasi kabel dan perabot kayu di dalam ruangan.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Polisi Temukan Sambungan Kabel Terbakar
Tim Inafis Polres Kebumen yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan adanya sambungan arus listrik pada kabel di dalam tedus atau kotak sambungan listrik yang terbakar di bagian atas tembok bangunan.
Lampu dan instalasi kabel di dalam ruangan juga ditemukan dalam kondisi hangus. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik pada sambungan kabel di dalam toko.
Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi selama proses pendinginan berlangsung. Hal ini karena sebagian material yang terbakar merupakan bahan kimia pertanian yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan.
Polisi juga meminta warga segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dari kebakaran tersebut. Makin tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar