69 PNS Pemkab Kebumen Pensiun, Terbanyak Guru
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 28 Apr 2021
- visibility 2.572
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyerahkan jaminan kematian kepada ahli waris. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 69 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Kebumen menerima Surat Keputusan (SK) pensiun terhitung mulai tanggal (TMT) 1 April 2021. SK diserahkan oleh Bupati H Arif Sugiyanto SH dan Wakil Bupati Hj Ristawati Purwaningsih SST MM di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Selasa 27 April 2021.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kebumen Drs Asep Nurdiana MSi mengatakan bahwa 69 PNS yang pensiun terdiri atas pejabat struktural 11 orang, pejabat fungsional tiga orang, pelaksana 23 orang , dan guru 32 orang.
“Selain SK, mereka juga menerima piagam penghargaan serta surat pemberitahuan pembayaran (SPP) THT/Taspen, Kartu Identitas Pensiun (Karip) PNS serta KTP Elektronik dan kartu leluarga yang baru,” jelas Asep Nurdiana.
Masa Pensiun Dinikmati dengan Bahagia
Hadir dalam acara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono SH, Kepala Disdukcapil Drs H Maskhemi MPd dan Kepala Perwakilan Taspen Purwokerto Jhon Irwan.
Bupati dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Hj Ristawati Purwaningsih berharap masa pensiun ini dapat dinikmati dengan penuh rasa kebahagian dan suka cita. Wabup juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan loyalitas yang telah diberikan selama ini.
“Terutama selama menjalankan tugas-tugas kepemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan di lingkungan birokrasi Pemkab Kebumen,” ujar Ristawati Purwaningsih.
Pensiun Bukan Akhir Aktivitas dan Kreativitas
Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang selama ini dijalankan, lanjut Ristawati tentu tidak akan berakhir setelah masa pensiun saja. Pensiun juga bukan akhir dari proses aktivitas dan kreativitas, namun semangat dan optimisme harus tetap menyala. Kontribusi seorang pensiunan justru semakin nyata dan diperlukan pada saat terjun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pengabdian tidak berhenti hanya karena kita memasuki purnatugas. Setelah masa pensiun, semangat dan optimisme harus tetap menyala,” imbuhnya. (*/ndo)







Saat ini belum ada komentar