Kesenian Jamjaneng Kebumen Perlu Dukungan Pemerintah
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 6 Okt 2025
- visibility 584
- comment 0 komentar

Selapanan Paguyuban Seni Tradisional Jamjaneng Kabupaten Kebumen (PASTRAJAKKEB) Kecamatan Kebumen. (Foto: istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Paguyuban Seni Tradisional Jamjaneng Kabupaten Kebumen (PASTRAJAKKEB) Kecamatan Kebumen secara rutin menyelenggarakan acara Selapanan setiap 35 hari sekali sebagai upaya melestarikan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang dimiliki daerah.
Pertemuan rutin kali ini diselenggarakan oleh rombongan Jamjaneng Dukuh Kemitir Kelurahan Bumirejo dan bertempat di Aula kelurahan setempat, Minggu 5 Oktober 2025.
Adapun selapanan PASTRAJAKKEP kali ini dihadiri oleh setidaknya sembilan kelompok Jamjaneng dari wilayah Kecamatan Kebumen.
Hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Frans Haidar, perwakilan dari Kecamatan Kebumen Ari Listiyono, Lurah Bumirejo Bakhrur Rokhman, dan pemerhati kesenian Pekik Sat Siswonirmolo.
Acara diawali dengan pembacaan doa tahlil, dilanjutkan dengan penampilan beberapa tembang oleh rombongan Kemitir. Sesi diskusi menjadi inti pertemuan, di mana Ketua PASTRAJAKKEP Kecamatan Kebumen, Siman HW menyampaikan kondisi terkini paguyubannya.
Ia secara terbuka menyatakan perlunya dukungan dana dari pemerintah daerah demi kelangsungan acara rutin tersebut.
Permintaan dukungan tersebut mendapat tanggapan positif. Lurah Bumirejo Bakhrur Rokhman memastikan bahwa desa atau kelurahan akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuan anggaran masing-masing, asalkan ada komunikasi yang baik dari rombongan Jamjaneng.
Respon lebih lanjut datang dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Melalui Kabid Kebudayaan, Istiyadi, Disparbud menyatakan kesediaan untuk memberikan dana stimulan kepada PASTRAJAKKEP Kecamatan Kebumen. Hal ini diharapkan menjadi angin segar bagi upaya pelestarian kesenian Jamjaneng.
Sementara itu pemerhati kesenian, Pekik Sat Siswonirmolo, menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.
Ia mengingatkan bahwa kesenian Jamjaneng Kebumen telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Provinsi Jawa Tengah.
“Sudah hampir empat tahun menjadi Warisan Budaya Takbenda. Jamjaneng merupakan aset budaya yang sangat berharga, sehingga butuh dukungan nyata agar kelestariannya terjamin,” tutupnya. Makin Tahu Indonesia









Saat ini belum ada komentar