Terapkan Sistem RAS, Desa Banjareja Targetkan Panen 1 Ton Ikan Nila
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 8 Feb 2026
- visibility 358
- comment 0 komentar

Bupati Lilis meninjau sekaligus memberi makan ikan di lokasi budidaya nila sistem RAS, Desa Banjareja, Kecamatan Kuwarasan. (Foto: Hari)
KUWARASAN (KebumenUpdate.com) – Usai meresmikan Gedung Dakwah Muhammadiyah PCM/PCA Kuwarasan, Bupati Kebumen Lilis Nuryani melanjutkan agenda kerja dengan meninjau inovasi budidaya ikan nila menggunakan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS), Minggu 8 Februari 2026. Program ini dikelola oleh Bumdes Sri Manunggal, Desa Banjareja, Kecamatan Kuwarasan.
Berbeda dengan kolam konvensional, teknologi RAS merupakan sistem budidaya intensif yang mengedepankan efisiensi air. Melalui proses filtrasi bertingkat, air kolam diolah kembali (resirkulasi) untuk menjaga kualitasnya tetap optimal selama 24 jam.
Teknologi ini memiliki keunggulan utama dalam menghemat penggunaan lahan namun tetap mampu menampung populasi ikan dengan kepadatan tinggi. Berkat filtrasi mekanis, biologis, hingga penggunaan sinar UV, ikan nila yang dihasilkan memiliki kualitas premium dengan daging yang bersih dan tidak berbau tanah (off-flavor).
Ketahanan Pangan Desa
Direktur Bumdes Sri Manunggal, Bambang Darmono, menjelaskan bahwa proyek ini sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa.
“Kami telah melakukan studi banding ke wilayah Ambal untuk memantapkan sistem ini. Harapannya, program ini tidak berhenti sekali jalan karena infrastruktur kolam yang kami bangun diproyeksikan mampu bertahan hingga 8 sampai 10 tahun,” ujar Bambang.
Target Panen dan Manajemen Hulu-Hilir
Saat ini, Bumdes Sri Manunggal mengelola empat kolam besar. Setiap kolam diisi dengan 1.700 hingga 1.800 ekor bibit, meski secara kapasitas mampu menampung hingga 2.000 ekor.
Adapun Bambang menargetkan panen sebanyak 1 ton dari empat kolam dalam siklus 3 bulan.
“Satu kilogram bisa 3–4 ekor,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Bumdes Sri Manunggal telah bekerja sama dengan penyedia bibit yang memberikan pendampingan penuh hingga masa panen tiba.
“Kami telah menyiapkan rencana kerja dari hulu ke hilir, termasuk menjalin kemitraan dengan rekanan untuk menyerap hasil panen,” sambungnya.
Menjadi Percontohan di Kebumen
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan (DLHKP) Kebumen, Asep Nurdiana, yang turut mendampingi Bupati, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, penggunaan sistem RAS di Desa Banjareja sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
“Budidaya ikan nila sistem RAS ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kebumen dalam mengoptimalkan potensi perikanan dengan teknologi modern,” pungkas Asep. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar