Bupati Perempuan dan Spirit Kartini: Menilik Pentingnya Empat Peran Wanita di Era Modern
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 72
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pentingnya peran wanita dalam membangun karakter generasi bangsa menjadi topik utama dalam pengajian bersama warga yang digelar di Rumah Berdaya, Kompleks Pendopo Kabumian, Selasa 21 April 2026.
Penceramah Dra Titik Wahyuni, M.Pd.I, menekankan bahwa seorang wanita memegang empat fungsi strategis: sebagai pendamping suami, pendidik anak, agen sosial, dan penggerak bidang pendidikan.
Ia mengingatkan para ibu untuk waspada terhadap tantangan parenting modern, seperti maraknya judi online dan pinjaman online yang kerap menjerat generasi muda akibat kurangnya pendidikan karakter dan agama.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Asisten Perekonomian Sri Kuntarti dan Kepala Diskominfo Wahyu Siswanti.
Kehadiran Bupati menjadi momen spesial bagi jamaah yang terdiri dari ibu-ibu berbagai majelis taklim dan penggerak PKK, mengingat kondisi kesehatan Bupati Lilis yang sebenarnya belum pulih sepenuhnya.
Meski jarum infus baru saja dilepas, Bupati Lilis tetap menyempatkan diri hadir dan memberikan sambutan singkat. Ia menyampaikan rasa syukurnya dapat kembali bersilaturahmi dengan masyarakat setelah menjalani pengobatan.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa bersilaturahmi dengan Ibu-ibu semua. Insyaallah, di lain waktu kita akan cari waktu lagi untuk berkumpul kembali,” ujar Bupati Lilis hangat. Ia juga menekankan pesan persatuan kepada seluruh jamaah.
“Tali persaudaraan dan silaturahmi harus diutamakan. Kita harus tetap bersatu dalam semangat kebersamaan dan kekeluargaan.”
Sementara itu dalam tausiyahnya, Titik Wahyuni yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pendidikan, memberikan kiat sukses mendidik anak. Ia memaparkan lima aspek kekuatan yang harus ditanamkan pada putra-putri, yakni kuat dalam iman, ilmu, ekonomi, semangat, dan fisik.
Menanggapi isu kepemimpinan perempuan, Titik memberikan analogi menarik yang mengacu pada Al-Qur’an dan istilah sehari-hari. Ia menyebutkan kisah Ratu Balqis sebagai bukti keberhasilan pemimpin perempuan.
“Di dalam Al-Qur’an ada Surat An-Nisa (Wanita), namun tidak ada surat khusus bernama Ar-Rijal (Laki-laki). Bahkan dalam istilah sehari-hari, kita mengenal ibu jari dan ibu kota, bukan bapak jari atau bapak kota. Ini menunjukkan betapa besarnya peran sentral perempuan dalam kehidupan,” pungkasnya.
Menutup tausiyahnya, Titik Wahyuni memaparkan tugas wanita dalam bidang pendidikan dan pengembangan diri.
Ia menegaskan bahwa seorang ibu yang terdidik akan melahirkan generasi yang cerdas pula. Menurutnya, pendidikan bagi perempuan bukan hanya untuk gelar, melainkan untuk membekali diri dalam mencetak peradaban yang lebih baik. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar