Serunya Jelajah Geopark Kebumen, Petualangan Sungai Bawah Tanah Karst Gombong Selatan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 18 Des 2025
- visibility 681
- comment 0 komentar

Kegiatan Jelajah Geopark Kebumen: Petualangan Sungai Bawah Tanah Karst Gombong Selatan. (Foto: Hari)
AYAH (KebumenUpdate.com) – Apa yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen dengan menggelar kegiatan telusur Gua Petruk di Dusun Mandayana Desa Candirenggo Kecamatan Ayah patut diapresiasi.
Di tengah banyaknya sekolah yang membatasi atau melarang kegiatan alam bagi siswa-siswinya, kegiatan ke Gua Petruk menjadi semacam sentilan bagi institusi pendidikan untuk tidak “alergi” pada alam, melainkan mulai fokus pada standar operasional prosedur (SOP) yang benar daripada sekadar melarang.

Suasana di salah satu lorong Gua Petruk. (Foto: Hari)
Kegiatan bertajuk Jelajah Geopark Kebumen, Petualangan Sungai Bawah Tanah Karst Gombong Selatan ini dilaksanakan dua hari, Rabu-Kamis 17-18 Desember 2025.
Dalam sesi apel pembukaan, Kepala Disparbud Frans Haidar menyampaikan ucapan terimakasih dari Bupati Lilis Nuryani kepada peserta dari SMA/SMK/MA se-Kabupaten Kebumen yang telah berpartisipasi.
“Kegiatan ini menjawab kebutuhan sekolah bahwa metode belajar di luar kelas (outdoor learning) bisa meningkatkan kepekaan siswa terhadap lingkungan. Apalagi Geopark Kebumen telah mendapat predikat UNESCO Global Geopark,” jelas Frans Haidar, Kamis 18 Desember 2025.
Ia juga berpesan agar peserta Jelajah Geopark Kebumen Petualangan Sungai Bawah Tanah Karst Gombong Selatan tidak menyepelekan medan meski sudah berulangkali kali masuk ke gua.
“Tetap waspada dan hati-hati. Ikuti arahan pemandu. Mana yang boleh diinjak ikuti, yang tidak boleh disentuh/diinjak patuhi,” pesan Frans Haidar.
Adapun saat sesi briefing sebelum masuk gua, panitia menghadirkan sejumlah narasumber untuk memberikan wawasan tambahan seputar Geopark Kebumen. Di antaranya Sigit Tri Prabowo dan Astin Nurdiana.
Peserta terbagi dalam 4 kelompok dan mulai masuk ke dalam Gua Petruk pukul 10.30 wib. Masing-masing kelompok didampingi pemandu yang merupakan warga lokal.
Saya sendiri memilih berada di tengah-tengah, di belakang kelompok 2. Meski akhirnya saat melewati batu lonceng saya bergabung bersama kelompok 4 di mana terdapat anak-anak dari Gaspala SMAN 2 Kebumen di situ.
Tidak seperti kegiatan caving yang biasa dilakukan oleh Gaspala yaitu ketika mencapai ujung gua, lalu kembali lagi menyusuri lorong.
Kali ini, panitia mengajak peserta untuk melewati punggung bukitnya dengan tujuan Curug Leses. Curug ini pernah saya kunjungi di tahun 2015/2016 bersama Imam Arif Kuncoro dan teman-teman yang lain.
Seingat saya, Gaspala pernah juga menyusuri jalan di atas bukit saat caving tahun 2009. Hasilnya nyasar ke arah Pantai Logending. Beruntung saat itu ada yang membawa ponsel dan segera menelpon sopir angkutan untuk menjemput.
Setibanya di area parkir Curug Leses, peserta mendapatkan makan siang sekaligus menyelesaikan soal dari panitia (post test). Rencana ke Curug Leses akhirnya dibatalkan mengingat waktu yang tidak mencukupi.
Sebelum kegiatan ditutup, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disparbud, Herlina Januarita, berpesan kepada peserta untuk ikut mempromosikan dokumentasi kegiatan ini melalui media sosial masing-masing.
“Dengan kegiatan ini semoga bisa menambah wawasan dan pengalaman adik-adik, untuk kemudian diceritakan ke keluarga, teman sebaya, saudara, bahwa Kebumen telah memiliki Geopark yang berstatus UNESCO Global Geopark,” pesan Herlina. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar