Saat Kampus Berdampak Nyata: Ikhtiar Akademisi Unpad Mengakselerasi Kebumen UNESCO Global Geopark
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 76
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui peluncuran program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) jangka panjang.
Sinergi ini ditandai dengan agenda Audiensi dan Koordinasi Program PKM Sekolah Pascasarjana Unpad Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Aroengbinang, Kompleks Pendopo Kabumian, Jumat 25 Juni 2026.
Hadir Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama jajaran pimpinan OPD serta Badan Pengelola Geopark Kebumen.
Sementara dari pihak akademisi, hadir Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad, Prof Dr Ir Vijaya Isnaniawardhani MT serta Wakil Dekan, Dr Kasno Pamungkas SS MHum yang juga merupakan putra daerah asli Kebumen.
Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad, Prof Vijaya Isnaniawardhani, menegaskan bahwa program PKM ini merupakan manifestasi nyata dari visi Unpad untuk memberikan dampak langsung dan aplikatif di tengah masyarakat, melampaui batas riset teoretis di dalam kampus.
Unpad berkomitmen penuh menerjunkan keilmuan multidisiplin untuk menjawab berbagai tantangan riil di Kabupaten Kebumen.
“Sesuai dengan misi Unpad untuk senantiasa berdampak, kami ingin menghadirkan program berbasis hasil riset yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Untuk periode 2026 hingga 2028 ini, kami membawa tujuh program strategis utama. Fokus kami mencakup pemetaan potensi air tanah di daerah rawan kekeringan, digitalisasi Kebumen UNESCO Global Geopark, peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir dan wilayah mangrove, peningkatan inklusivitas pendidikan, hingga pengelolaan sampah berkelanjutan,” urai Prof. Vijaya.
Senada dengan hal itu, Wakil Dekan Dr. Kasno Pamungkas memberikan sentuhan emosional sekaligus historis dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan Kebumen sebagai lokus PKM bukan tanpa alasan, melainkan didorong oleh kedekatan sejarah dan kultural yang kuat antara Jawa Barat dan pesisir selatan Jawa Tengah.
“Bukan tanpa alasan Unpad hadir melangkah jauh hingga ke Kebumen. Secara historis, wilayah wetan kali (timur sungai) berada di bawah pengaruh Mataram, sementara kulon kali (barat sungai) berakar pada sejarah Kerajaan Galuh Pajajaran. Ikatan ini sangat kuat, bahkan bupatinya pun seolah ‘diimpor’ dari Bandung,” kelakar Dr. Kasno disambut tepuk tangan para hadirin.
Dr. Kasno menambahkan, kolaborasi formal ini sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2018. Melalui komitmen baru ini, Unpad siap mendampingi warga Kebumen selama tiga tahun ke depan guna memecahkan problematika sektoral sekaligus menaikkan daya saing daerah di kancah internasional.
Merespons kehadiran para pakar dari Unpad, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen mendukung penuh dan siap memfasilitasi seluruh rangkaian program pengabdian ini.
“Ketika perguruan tinggi hadir di tengah-tengah masyarakat dengan membawa khazanah ilmu pengetahuan, semangat inovasi, dan solusi konkret, di situlah peluang besar bagi kesejahteraan warga terbuka lebar. Kebumen memiliki potensi luar biasa, termasuk status Kebumen UNESCO Global Geopark yang telah mendapat pengakuan dunia, serta kawasan pesisir yang dinamis. Kami berharap kehadiran Unpad dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus mengakselerasi roda ekonomi lokal,” ujar Bupati Lilis.
Melalui agenda audiensi ini, kedua belah pihak sepakat untuk segera menurunkan tim teknis ke lapangan. Integrasi riset terapan kampus dan kebijakan daerah ini diharapkan menjadi model percontohan kolaborasi pembangunan berkelanjutan (SDGs) berbasis kemitraan daerah di Indonesia. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar