Cabuli Muridnya, Guru Kuda Kepang Terancam 15 Tahun Penjara

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menunjukan tersangka bersama barang buktinya. (Foto: Polres Kebumen)
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menunjukan tersangka bersama barang buktinya. (Foto: Polres Kebumen)

KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) – Seorang guru kesenian tari kuda kepang harus berurusan dengan aparat kepolisian Polres Kebumen. Yang bersangkutan diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak didiknya yang masih di bawah umur.

Pria berinisial DA (31) warga Desa Jlegiwinangun, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen ditetapkan menjadi tersangka. Hingga Selasa 14 Juli 2020 tersangka ditahan di Mapolres Kebumen untuk menjalani penyidikan.

Bacaan Lainnya

“Tersangka ditangkap setelah orangtua korban melaporkan ke Polsek Kutowinangun,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Tersangka Mengajak Korban Jalan-jalan

Informasi yang dihimpun, aksi bejat tersangka dilakukan di sebuah rumah kosong milik saudara tersangka di Desa Lumbu, Kecamatan Kutowinangun pada Jumat 3 Juli 2020 sekira pukul 00.30 Wib.

Sore sebelum dilakukan aksi cabul itu, tersangka mengajak korban jalan-jalan. Pada saat itu, orang tua korban sempat mencarinya karena pergi tidak berpamitan.

Mengaku Jatuh Cinta Kepada Muridnya 

Kepada polisi, tersangka yang berstatus duda itu mengaku jatuh cinta kepada kecantikan muridnya. Kegiatan latihan bersama membuat jatuh hati kepada muridnya sejak pandangan pertama.

“Iya Pak, saya lakukan karena cinta. Nduk aku tresno awakmu,” kata tersangka DA mengulang kembali kata cintanya kepada korban di hadapan polisi.

Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara

Karena “cinta” kepada muridnya yang masih di bawah umur itulah yang mengantarkannya tersangka harus meringkuk di balik jeruji besi penjara.

Tersangka dijerat dengan Pasal pasal 82 ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2016, tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. (win)

Pos terkait