Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Banjir Kebumen dan Fiqh Kebencanaan

Banjir Kebumen dan Fiqh Kebencanaan

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 31 Okt 2020
  • visibility 3.803
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh: dr H Monte Selvanus MMR*

KABUPATEN Kebumen langganan banjir itu sudah sejak lama. Sejak saya kecil daerah Sidobunder, Puring, Rowokele dan lain-lain sudah sering dikabarkan terkena musibah banjir. Sepertinya hampir setiap musim penghujan, ada saja titik-titik tertentu di wilayah Kebumen yang mengalami banjir.

Naibul Umam selaku Komandan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah dalam sesi Fiqh Kebencanaan berujar, “Kita memang tidak bisa mencegah terjadinya sebuah musibah. Gempa, longsor, banjir dan lain-lain, itu memang kehendak Ilahi. Tetapi kita sebagai manusia bisa memanage bencana supaya minim kerugian. Kita bisa belajar tanda-tanda alam jika akan terjadi musibah. Sekali kita abai terhadap peringatan alam, dan tidak mau memanage bencana, sudah dapat dipastikan korban baik material maupun jiwa pasti bakal terjadi.”

Naibul Umam lebih lanjut mencontohkan, ada sebuah desa yang posisinya sangat sulit yaitu terletak di hilir sungai. Jika debit air naik sedikit saja, maka desa itu akan mulai tergenang banjir hingga terendam banjir. Hal itu terjadi selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya dibuatlah sebuah sistem informasi, bagian hulu sungai harus mencatat debit air yang ada di sungai.

Jika terjadi kenaikan debit air maka bagian hulu sungai langsung memperingatkan desa hilir untuk bersiap-siap. Kenaikan mencapai sekian centimeter saja, artinya dalam waktu 12 jam desa itu akan terendam banjir. Warga desa hilir begitu mendengar kabar tersebut, segera melakukan protokol bencana banjir;  mengeluarkan perahu karet, membungkus seluruh perabot rumah tangga dengan plastik yang rapat dan kedap air, menggiring binatang ternak ke tempat evakuasi, membawa tas emergency yang berisi makanan darurat dan keperluan MCK selama satu pekan, dan evakuasi seluruh warga ke gedung evakuasi di dataran yang lebih tinggi.

Edukasi Warga dengan Fiqh Kebencanaan

Ketika banjir itu datang, rumah-rumah warga berikut perabotan rumah tangga terendam banjir, namun warga dan ternak sudah berada di tempat yang aman, sehingga kerugian jiwa sudah berkurang. Manakala banjir telah surut, mereka tinggal kerja bakti membersihkan rumah dan desa mereka. Perabot rumah tangga mereka pun aman karena sudah dibungkus dengan plastik, sehingga kerugian material pun bisa dihindari.

Kembali ke langganan banjir di Kebumen, semestinya musibah banjir di Kebumen ini bisa ditanggulangi sejak dini. Semestinya sudah ada pemetaan daerah-daerah yang rawan terjadinya banjir, longsor, tanggul jebol dll. Lalu diadakan langkah antisipasi sebelum terjadinya musim hujan, edukasi warga dengan fiqh kebencanaan, simulasi bencana secara berkala, penentuan titik-titik evakuasi dll. Sehingga saat terjadi banjir, warga sudah siap di dalam menghadapinya. Tidak terjadi tabrakan massa karena kepanikan.

Sayangnya, hal itu belum berjalan sebagaimana mestinya. Sebagian besar dari kita saat ini hanya responsif saat terjadi bencana, namun kurang di dalam upaya preventifnya. Padahal upaya preventif ini sangat penting guna mengurangi risiko kerugian korban jiwa dan material.

Sebuah Harapan
  1. Lembaga-lembaga yang berkompeten di dalam penanganan bencana seperti BPBD, MDMC, RS, BAZNAS, LAZISMU dan lain-lain berkoordinasi untuk melakukan mitigasi bencana, dan monev terhadap kegiatan penanggulangan bencana.
  2. Adakan agenda rutin untuk memberikan edukasi tentang fiqh kebencanaan terutama kepada masyarakat, pada titik-titik potensial terjadinya bencana.
  3. Melatih kader-kader dan relawan baru yang tanggap terhadap bencana.
  4. Membentuk pos-pos penanganan bencana terpadu di setiap kecamatan.
  5. Mengadakan latihan gabungan penanganan bencana yang terstruktur dan sistematis.
  6. Melalui langkah-langkah ini semoga Kebumen di masa mendatang bisa meminimalisir kerugian akibat terjadinya bencana.

Semoga. Fastabiqul Khoirot

*dr H Monte Selvanus MMR, Ketua Bidang MDMC Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kebumen

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kekeringan di Kebumen Meluas, 66 Desa Krisis Air Bersih

    Kekeringan di Kebumen Meluas, 66 Desa Krisis Air Bersih

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.027
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pada minggu keempat September, kekeringan di Kebumen semakin meluas. Bagaimana tidak, jumlah desa yang mengalami krisis air makin bertambah. Jika minggu lalu, krisis air menimpa 59 desa yang tersebar di 14 Kecamatan, minggu ini desa yang meminta bantuan air bersih bertambah menjadi 66 desa. Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, […]

  • Sengkolo: Petaka Satu Suro

    Syuting di Pesisir Selatan Kebumen, Film Sengkolo Siap Hadirkan Teror Mistis Malam Satu Suro

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.096
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pesisir selatan Kabupaten Kebumen, menjadi latar utama film horor terbaru produksi MVP Pictures berjudul Sengkolo: Petaka Satu Suro. Film ini memadukan drama emosional dengan misteri yang berakar pada mitos malam satu Suro dalam tradisi Jawa. Cerita berfokus pada kehidupan warga Desa Sukowati yang awalnya hidup damai dengan adat leluhur.Teror mulai muncul ketika […]

  • HIV/AIDS

    Kasus HIV/AIDS Tertinggi di Jateng, Begini Kata Bupati Kebumen

    • calendar_month Sab, 7 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.306
    • 0Komentar

    KEBUMEN (LebumenUpdate.com) – Selain tingginya angka kemiskinan, Kabupaten Kebumen juga memiliki pekerjaan rumah untuk menangani tingginya angka orang dengan HIV/AIDS. Bahkan kasus HIV/AIDS di Kebumen masih menduduki angka tertinggi di Jawa Tengah. Terkait data kasus AIDS di Kebumen yang masih tertinggi di Jateng pada 2022 ini, Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto mengaku bahwa persoalan itu […]

  • Bupati Yazid Mahfudz menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Ketua DPRD Sarimun. (Foto: Dok. Humas Kebumen)

    50 Anggota DPRD Terima Bantuan Handsprayer dan Disinfektan

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.145
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 50 anggota DPRD Kebumen menerima bantuan handsprayer dan disinfektan dari Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen. Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Ketua Gugus Tugas yang juga Bupati Kebumen Yazid Mahfudz. Bantuan secara sumbolis diterima tiga pimpinan DPRD yakni Ketua DPRD Sarimun, Wakil Ketua Fuad Wahyudi dan Yuniarti Widayaningsih. Penyerahan […]

  • Pembebasan Retribusi bagi Nelayan sedang Diupayakan Bupati Kebumen

    Pembebasan Retribusi bagi Nelayan sedang Diupayakan Bupati Kebumen

    • calendar_month Jum, 19 Jan 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengupayakan agar para nelayan yang pendapatan tangkapan ikannya Rp0–Rp500.000 tidak dikenakan tarif retribusi. Kemudian Rp500.000–Rp1.000.000 dikenakan retribusi Rp30.000, lalu Rp1.000.000 ke atas kelipatannya hanya Rp2.500. “Kemarin masyarakat (nelayan) ada yang menyampaikan keberatan yang penghasilannya Rp500.000 sampai Rp1.000.000 dikenakan tarif retribusi Rp30.000. Kalau penghasilan Rp1.000.000 ke atas tidak keberatan. […]

  • Di Balik Permukaannya yang Tandus, Tersimpan Eksotisme dan Keindahan Perut Bumi (3)

    Di Balik Permukaannya yang Tandus, Tersimpan Eksotisme dan Keindahan Perut Bumi (3)

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 4.780
    • 0Komentar

    MEMANG zaman telah berubah. Dan kebiasaan tadi (menginap di posko Gaspala), sudah sangat jarang dilakukan oleh anak-anak sekarang. Satu hal lagi yang saya ketahui dan amati, jika dulu anak Gaspala adalah siswa/siswi yang pulang sekolah paling akhir setiap harinya. Nyaris tidak ada murid yang terlihat di area sekolah jika sudah jam 5 sore. Saat itu […]

expand_less