Breaking News
light_mode
Beranda » News » Tanah Kas Desa Diusulkan untuk Kemakmuran Warga Miskin, Ini Kata Bupati dan Wabup Kebumen

Tanah Kas Desa Diusulkan untuk Kemakmuran Warga Miskin, Ini Kata Bupati dan Wabup Kebumen

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 19 Sep 2020
  • visibility 4.064
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tim peneliti dari Pusat Analisis Sosial AKATIGA Bandung bersama Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Kebumen melakukan audiensi kepada Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz dan Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH.

Audiensi itu merupakan rangkaian untuk memperoleh informasi sekaligus dukungan kebijakan dari kepala daerah. Sehingga hasil penelitian yang dilakukan bisa memberikan kontribusi kebijakan dalam upaya menanggulangi kemiskinan.  Yakni melalui perluasan akses pengelolaan tanah kas desa bagi warga miskin, kelompok muda usia produktif yang menganggur dan warga marjinal lainnya.

Sehingga manfaat tanah kas desa khususnya yang non bengkok benar-benar dimanfaatkan untuk kemakmuran warga kurang mampu.

Penelitian Ketenagakerjaan dan Akses Pasar

Lembaga yang didirikan oleh sekelompok peneliti ilmu sosial ITB dan IPB tahun 1991 tersebut melakukan beberapa penelitian di Kebumen bekerja sama dengan Formasi. Selain pengelolaan tanah kas desa yang sudah berjalan terlebih dahulu, saat ini mulai dilakukan assessment untuk penelitian berkait dengan ketenagakerjaan sektor pertanian, dan perluasan akses pasar.

Selama lebih kurang satu minggu ini tim peneliti menggali banyak informasi mulai dari unsur pejabat di dinas terkait sampai dengan unsur pemerintahan desa, masyarakat miskin, pemuda pengangguran, ruang-ruang kesempatan kerja serta kondisi pasar untuk transaksi jual beli hasil pertanian.

Dari hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi bagian kebijakan dalam RPJMD Kebumen mendatang. Karena dari penelitian ini banyak ditemukan praktik-praktik baik oleh desa-desa di Kebumen.

Bupati dan Wabup Setujui Hasil Penelitian

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz dan Wakil Bupati H Arif Sugiyanto SH di secara terpisah pada prinsipnya sangat menyetujui pengelolaan tanah kas desa (TKD) ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin, dan mengurangi angka pengangguran usia muda produktif.

Didampingi Asisten I Setda Kebumen Drs Hery Setyanto dan Kepala Dispermades P3A Drs Frans Haidar MPA, Yazid Mahfudz mengapresiasi tim peneliti AKATIGA yang telah bekerjasama dengan Formasi Kebumen untuk berkomitmen melakukan studi dan membantu Pemkab Kebumen mengatasi berbagai problem kemiskinan.

Terutama kepedulian Formasi yang selama ini mengajari desa-desa untuk membuat kebijakan yang berpihak pada masyarakat miskin dan kelompok muda marjinal.

Bupati Yazid Mahfudz menyetujui hasil penelitian ini dijadikan dasar untuk menyusun Peraturan Bupati berkait dengan tata kelola tanah kas desa. Sehingga desa-desa di Kebumen yang memiliki tanah kas desa, khususnya tanah kemakmuran dapat benar-benar bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat miskin sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di desa-desa.

Wabup Dukung AKATIGA dan Formasi
Tim peneliti AKATIGA dan Formasi foto bersama Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. (Foto: Istimewa)

Tim peneliti AKATIGA dan Formasi foto bersama Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. (Foto: Istimewa)

Secara terpisah, H Arif Sugiyanto SH menyambut baik dan berterima atas kerja-kerja penelitian tim AKATIGA Bandung yang bekerjasama dengan Formasi Kebumen. Pada prinsipnya pihaknya mendukung apa yang telah dan sedang dikerjakan oleh AKATIGA dan Formasi.

“Pesan saya khusus untuk pengelolaan tanah kas desa agar dalam setiap tahapan pembahasannya melibatkan aktif perwakilan dari kepala desa, perangkat desa dan unsur lain yang memegang peranan penting di desa soal pengelolaan tanah kas desa. Karena kewenangan pengelolaan tanah kas desa menjadi kewenangan desa dan kondisi desa satu dengan yang lainnya beragam,” imbuhnya di Rumah Dinas Wakil Bupati Kebumen.

Arif Sugiyanto berpesan agar hasil dari penelitian ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan para petani miskin, kelompok muda usia produktif yang masih menganggur yang rata-rata lulusan SD-SMA melalui peningkatan kualitas produksi dan akses pemasaran.

“Pemkab Kebumen terus memberikan perlindungan dan fasilitas dalam upaya mengembangkan sektor ekonomi pertanian baik pangan maupun non pangan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat Kebumen,” tegasnya seraya mendukung langkah Formasi dan AKATIGA untuk mendorong kemandirian desa.

Tim Peneliti Dibagi Tiga Kelompok

Yusuf Murtiono dari Formasi menjelaskan bahwa selama di Kebumen tim Peneliti AKATIGA terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama kelompok tata kelola TKD, kedua kelompok ketenagakerjaan dan kelompok ketiga yang berkait dengan pasar.

Masing-masing kelompok didampingi dari tim Formasi. Dari hasil wawancara langsung tersebut selanjutnya akan diolah menjadi bahan awal untuk ditulis sebagai kertas kebijakan

Tim peneliti AKATIGA di bawah komando Aprilia Ambarwati dan Nofalia Nurfitriani ditemani anggota tim peneliti yaitu Rahmad Efendi, Charina, Hilda Arum Nurbayyanti, Fadhli Ilhami, Herlina Wati. Sedangkan dari tim Formasi yang mendampingi secara bergantian terdiri atas Gunung Wiryanto, Fuad Habib, Bintang Bawono, Jaswati, Eti Rochanah, RG Ambarsari, M Safi’il Anam, Ikhsanudin dan Ibnu Muallif.

“Harapannya hasil kasar nantinya bisa agak dipercepat sehingga dapat dijadikan input saat menyusun rancangan taknokratis RPJMD periode 2021-2025,” tandasnya. (smn)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cetak Prestasi Gemilang, Tiga Program Studi UPB Kebumen Raih Peringkat Unggul

    Cetak Prestasi Gemilang, Tiga Program Studi UPB Kebumen Raih Peringkat Unggul

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 258
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) — Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen menggelar acara tasyakuran atas perolehan akreditasi Unggul untuk tiga program studi utamanya, yakni S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Bisnis Digital. Acara yang berlangsung di Aula UPB Kebumen, Sabtu 25 Juli 2026 ini menandai tonggak sejarah baru dalam menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas di Kabupaten Kebumen. Acara tasyakuran […]

  • Sosialisasikan Budaya Sensor Mandiri, Lembaga Sensor Film: Pilih dan Pilah Tontonan Berdasarkan Usia

    Sosialisasikan Budaya Sensor Mandiri, Lembaga Sensor Film: Pilih dan Pilah Tontonan Berdasarkan Usia

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.849
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia sebagai lembaga negara non struktural memiliki tugas dan kewenangan untuk menyensor film dan iklan film sebelum diedarkan kepada khalayak umum. Namun dengan perkembangan teknologi saat ini, fakta-fakta yang ada menunjukkan beberapa hal di antaranya dunia tanpa sekat pembatas, media sosial semakin besar perannya, lemahnya pengawasan orang […]

  • Bahaya Membakar Sampah di Jalur KAI

    Ini Bahaya Bakar Sampah di Dekat Jalur Rel Kereta Api Selain Ganggu Pandangan Masinis

    • calendar_month Sab, 12 Agu 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.591
    • 0Komentar

    PURWOKERTO (KebumenUpdate.com) – Pada musim kemarau seperti ini saat masyarakat seringkali didapati membakar di sampah, rumput kering di sawah maupun pekarangan. Padahal, selain tidak baik untuk lingkungan praktik membakar sampah di pinggir jalan maupun rel kereta api ternyata sangat membahayakan. Bahkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar […]

  • Resmi Diluncurkan, Ini Tugas 90 Bhabinkamtibmas Tracer TB Paru di Kebumen

    Resmi Diluncurkan, Ini Tugas 90 Bhabinkamtibmas Tracer TB Paru di Kebumen

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 284
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 90 personel Bhabinkamtibmas Polres Kebumen resmi diluncurkan sebagai petugas pelacak (tracer) penularan Tuberkulosis (TB) Paru. Program ini merupakan salah satu prioritas Kapolda Jawa Tengah untuk memperkuat penemuan kasus dan mencegah penyebaran TB di masyarakat. Peluncuran petugas tracer TB Paru ini berlangsung di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen, dipimpin langsung oleh Kapolres Kebumen […]

  • Perangkat Desa Mesum di Mobik

    5 Fakta Perangkat Desa Mesum Bareng Istri Orang di Dalam Mobil yang Hebohkan Media Sosial

    • calendar_month Jum, 22 Des 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 15.958
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Beberapa hari terakhir media sosial dihebohkan oleh video seorang laki-laki dan perempuan yang diduga sedang berbuat asusila. Adegan yang  hubungan intim selayaknya pasangan suami istri itu di dalam sebuah mobil itu begitu cepat menyebar di media sosial. Berikut lima fakta terkait kejadian yang masih menjadi perbincangan hangat tersebut. 1. Tersebar Dua Video […]

  • Penjual Golak Asal Krakal Dapat Pesanan 8.000 Biji untuk Acara Halal bi Halal di Pendopo Kabumian

    Penjual Golak Asal Krakal Dapat Pesanan 8.000 Biji untuk Acara Halal bi Halal di Pendopo Kabumian

    • calendar_month Jum, 12 Apr 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 7.227
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Momen mudik lebaran biasanya dimanfaatkan oleh para pemudik asli Kebumen untuk membeli golak, jajanan tradisional khas Kebumen yang cocok dijadikan camilan saat santai. Termasuk dengan membawa makanan berbentuk angka delapan ini sebagai oleh-oleh. Bagi penjual golak, momen ini menjadi berkah tersendiri. Seperti yang dialami oleh Tri, penjual golak asal Desa Krakal yang […]

expand_less