Breaking News
light_mode
Beranda » Hobby & Community » Community » LHKP PDM Kebumen Gelar Diskusi Film Pesta Babi, Soroti Tantangan Kebebasan Berekspresi dalam Demokrasi

LHKP PDM Kebumen Gelar Diskusi Film Pesta Babi, Soroti Tantangan Kebebasan Berekspresi dalam Demokrasi

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 852
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal ruang publik yang sehat.

Melalui program ‘Sekolah Demokrasi’, LHKP menggelar Diskusi Tematik (Pojok LHKP) di Gedung Dakwah PD Muhammadiyah Kebumen, Minggu malam 7 Juni 2026.

Acara yang berlangsung interaktif dari pukul 20.00 hingga 23.00 WIB ini mengusung tema besar “Film Pesta Babi dan Kebebasan Berekspresi dalam Bingkai Demokrasi”.

Diskusi ini dimoderatori oleh Akhmad Khoirul Fahmi, M IKom dan menghadirkan tiga narasumber kompeten, yaitu M Abduh Hisyam MH, Akhmad Murtajib MA, dan Akhmad Marjuki MM.

Menjaga Kewarasan Akal dan Mengkritisi Kebijakan Publik

Sebagai salah satu dari sekitar 20 majelis dan lembaga di bawah naungan PDM Kebumen, LHKP mengambil peran strategis dalam menelaah serta mengkritisi setiap aspek yang berkaitan dengan kebijakan publik.

Melalui wadah Sekolah Demokrasi—yang rutin dilaksanakan setiap Ahad ketiga dan akan menutup Musim Pertama (Season 1) pada Juni ini—LHKP berhasil merangkul sekitar 40 peserta perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Kebumen.

Wakil Ketua PDM Kebumen, Subinar, dalam sambutannya menekankan pentingnya membudayakan diskusi kritis di lingkungan persyarikatan.

Menurutnya, ranah kerja LHKP sangat luas dan sensitif karena bergerak di wilayah kebijakan yang abstrak sekaligus konkret.

“Muhammadiyah adalah salah satu komponen civil society yang mau tidak mau harus ikut berkontribusi dalam mengawal kebijakan publik. Kita perlu membudayakan diskusi seperti malam ini, baik dalam bentuk sumbangsih pemikiran maupun kritik terhadap kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegas Subinar.

Ia juga menyayangkan agenda masa lalu seperti pengkajian draf Peraturan Daerah (Perda) yang sempat terkendala dan berharap forum ini menjadi momentum kebangkitan gerakan literasi kebijakan publik di Kebumen.

Membedah “Pesta Babi”: Visualisasi Data yang Berujung Pembungkaman

Fokus diskusi malam itu tidak menyoroti persoalan Papua secara makro, melainkan lebih spesifik pada fenomena pengawasan ketat terhadap kebebasan berpendapat.

Narasumber Akhmad Marjuki, M.M., memaparkan bahwa esensi demokrasi secara mutlak melibatkan kebebasan berekspresi yang didukung oleh data valid.

“Film Pesta Babi sebenarnya hanyalah visualisasi dari data statistik yang nyata. Film ini menggambarkan bagaimana alih fungsi lahan terjadi secara masif; dari hutan menjadi lahan pertanian, dan dari lahan adat menjadi lahan negara atau swasta. Jika isi film ini dipersoalkan, tinggal kita komparasikan saja, apakah data statistik tersebut sesuai dengan fakta di lapangan atau tidak,” jelas Marjuki.

Sementara itu, Akhmad Murtajib, M.A., mengajak audiens melakukan komparasi menarik dengan film fiksi ilmiah populer, Avatar.

Murtajib melihat adanya kesamaan narasi sosiologis antara keduanya: upaya perampasan ruang hidup oleh entitas luar atas nama pembangunan, kritik terhadap kolonialisme gaya baru, serta adanya perlawanan dari masyarakat lokal.

“Pertanyaannya, mengapa film Avatar dinanti jutaan orang di bioskop, sedangkan dokumenter Pesta Babi justru ditolak dan dilarang di mana-mana? Dugaan saya, karena Avatar adalah fiksi, sementara Pesta Babi menyajikan realitas yang telanjang dan nyata. Penolakan yang masif ini menjadi indikator kuat bahwa demokrasi kita sedang diawasi secara ketat dan berada dalam kondisi tidak sehat,” ungkap Murtajib.

Dari sudut pandang hukum dan hak asasi manusia, M. Abduh Hisyam, M.H., mengingatkan peserta agar tidak menutup mata terhadap situasi domestik.

“Kita sering kali mudah menangis dan mengecam genosida di Gaza atau pengusiran etnis Rohingya. Namun, di saat yang sama, kita kerap abai bahwa ketidakadilan serupa, baik dalam bentuk represi maupun marjinalisasi hak-hak adat, juga sedang terjadi di tanah air kita sendiri, khususnya di Papua,” ujar Abduh.

Suara Kritis dari Peserta dan Praktisi Media

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan munculnya berbagai pernyataan kritis dari lantai diskusi.

Agus Hasan Hidayat mempertanyakan muara dari mandat Pemilu yang seharusnya melahirkan kesejahteraan dan perlindungan hak rakyat, bukan justru pembatasan.

Ia menilai pelarangan film ini membangkitkan kembali memori kolektif era Orde Baru, di mana pendekatan militeristik lebih dikedepankan daripada dialog.

“Masyarakat harus disadarkan bahwa jika pembatasan ekspresi ini dianggap sebagai hal biasa, maka kita sedang berjalan mundur dalam berdemokrasi,” kata Agus.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kebumen, Supriyanto, yang turut hadir dalam diskusi tersebut, memberikan catatan kritis mengenai bungkamnya para pemilik kekuasaan yang seharusnya menyuarakan hak-hak masyarakat adat.

“Ada pembungkaman sistematis yang membuat masyarakat dan bahkan kalangan akademisi menjadi apatis. Pola-pola penyegelan ruang diskusi dan pelarangan karya seni seperti film ini membuktikan adanya ketakutan terhadap ekspresi jujur masyarakat. Padahal, ciri utama demokrasi yang sehat adalah pemberian ruang bagi warga negara untuk menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab,” pungkas Supriyanto.

Diskusi Pojok LHKP ini diakhiri dengan kesimpulan bersama bahwa kebebasan berekspresi dan kritik terhadap negara bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan perwujudan dari rasa cinta tanah air demi menjaga keseimbangan jalannya roda pemerintahan dalam bingkai demokrasi yang substantif. Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Kebumen H Arif Sugiyanto SH saat meninjau pelaksanaan TMMD di Desa Sidogede. (Foto: Padmo-KebumenUpdate.com)

    TMMD Sengkuyung II Bangun Jalan Desa Sidogede

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.132
    • 0Komentar

    PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Desa Sidogede, Kecamatan Prembun, Kebumen menjadi lokasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2020. Program kolaborasi antara Kodim 0709 Kebumen dengan Pemkab Kebumen dan masyarakat tersebut digelar mulai 30 Juni-29 Juli 2020. Acara dibuka oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa 30 Juni […]

  • PSHT

    PSHT Juara Umum 1 Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Kebumen 2021

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.651
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kebumen Pusat Madiun berhasil menyabet juara umum 1 dalam kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2021 di Aula Setda Kebumen, Rabu-Kamis 27-28 Oktober 2021. Dalam turnamen yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kebumen dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda itu, juara umum […]

  • KPK Ungkap Peran Mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Diduga sebagai Penampung Dana

    KPK Ungkap Peran Mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Diduga sebagai Penampung Dana

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 649
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) serta layanan pertanahan di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang dibongkar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menjadi sorotan. Mengutip dari diswayjateng.id dan detik.com, peran mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto (ARF), terungkap dalam konferensi pers yang dipimpin oleh […]

  • Kondusif Band Buka Konser Donnie Sibarani, Vokalisnya Ternyata Kapolres Kebumen

    Kondusif Band Buka Konser Donnie Sibarani, Vokalisnya Ternyata Kapolres Kebumen

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.058
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Konser musik yang menghadirkan bintang tamu Donnie Sibarani mantan vokalis Ada Band di Alun-alun Kebumen, Sabtu 22 Februari 2020 berlangsung meriah. Selain penampilan bintang tamu, salah satu band pembuka yang menyita perhatian adalah Kondusif Band. Bagaimana tidak, kecuali vokalisnya, seluruh personil band ini mengenakan seragam polisi. Band Ini Sukses Bawakan Lima Lagu […]

  • Insiden Kebakaran di Kuwarasan: Antara Fakta dan Hoaks Beredar di Medsos

    Insiden Kebakaran di Kuwarasan: Antara Fakta dan Hoaks Beredar di Medsos

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 875
    • 0Komentar

    KUWARASAN (KebumenUpdate.com) – Insiden kebakaran sebuah gudang tani milik Sigit Purwanto, warga Desa Kalipurwo Kecamatan Kuwarasan yang viral di media sosial memicu situasi tidak kondusif. Padahal pemilik gudang menyebutkan bahwa itu hanya peristiwa kebakaran biasa yang bukan diakibatkan oleh teror orang tak dikenal. Tak jauh dari lokasi tersebut, di desa lainnya juga sempat dikabarkan menjadi […]

  • Kapolres Kebumen

    Polda Jateng Gelar Sertijab 18 Jabatan Strategis: AKBP Eka Baasith Jabat Kapolres Kebumen

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.029
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com)  –  Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) tiga pejabat utama (PJU) dan 15 kapolres jajaran di Polda Jateng, Jumat 17 Januari 2025. Dari 15 kapolres yang menjalani upacara sertijab adalah Kapolres Kebumen dari AKBP Albertus Recky Robertho kepada AKBP Eka Baasith Syamsusi. AKBP Recky yang menjabat sebagai Kapolres Kebumen sejak akhir […]

expand_less