Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Sejarah Beringin Tunggal Alun-alun Kebumen

Sejarah Beringin Tunggal Alun-alun Kebumen

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 25 Apr 2021
  • visibility 21.700
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh: KRT Arif Priyantoro Rekso Budoyo*

ALUN-alun berbentuk sebidang tanah persegi dengan rerumputan yang disusun rapi dan dikelilingi jalan raya. Konsep alun-alun adalah konsep yang diprakarsai oleh Kanjeng Sunan Kalijogo.

Di kalangan raja-raja Jawa, pohon beringin merupakan simbol keabsahan seorang raja yang dinobatkan dan keraton tempatnya bersemayam.

Ketika Ki Juru Martani dari Mataram (daerah Yogyakarta sekarang) ingin menghadap Sultan Pajang, ia harus duduk bersila di dekat batang wringin kurung itu.

Baru setelah diketahui oleh Sultan, Ki Juru Martani dipanggil masuk keraton dan ditanya apa maksud kedatangannya. Ternyata ia memberi tahu bahwa Ki Ageng Mataram yang diangkat Sultan Pajang sebagai raja daerah itu telah wafat.

Siapakah yang akan ditunjuk sebagai penggantinya?

Sultan Pajang menunjuk putranya, Ngabehi Loring Pasar atau kepala yang mencakup kabeh (semuanya) di daerah utara pasar.
Sebagai raja Mataram yang baru, ia dibalik namanya menjadi Senopati Ingalaga Sayidin Panatagama, sebelum kelak balik nama lagi sebagai Panembahan Senopati.

Pada zaman itu hanya Raja Mataram (yang kemudian sudah menaklukkan Sultan Pajang) yang boleh menanam beringin kembar. Itu sudah berlaku sejak Sultan Pajang membangun keraton di sebelah barat Solo dulu dan menanam pohon beringin di alun-alun depan keraton.

Karena dikurung dengan pagar tembok supaya rapi, pohon itu terkenal sebagai wringin kurung.

Raja lain yang kecil-kecil dianggap menyaingin Maharaja Mataram kalau berani meniru menanam beringin kembar, lalu dituduh menantang.

Pergeseran Makna Alun-alun Era Kolonial

Setelah Belanda benar-benar menguasai Jawa pada abad ke-19, alun-alun mengalami sejumlah pergeseran makna. Meski demikian, para bupati yang bekerja di bawah kekuasaan pemerintahan kolonial masih meneruskan warisan Mataram.

“Rumah bupati di Jawa selalu dibangun untuk menjadi miniatur keraton di Surakarta dan Yogyakarta,” tulis Handinoto.

Di depan rumah bupati dibangun pendopo dan di alun-alun diadakan pelbagai acara seperti sodoran, grebegan, dan sebagainya. Warisan tradisional ini menarik pemerintah kolonial untuk mengembangkannya dalam sistem pemerintahan tidak langsung yang mereka jalankan.

Pemerintahan kabupaten yang dipimpin seorang asisten residen (orang Belanda) dan bupati (pribumi), dipusatkan di sekitar alun-alun. Jika rumah bupati dan pendopo berada di sebelah selatan, maka rumah asisten residen biasanya di sebelah utara alun-alun.

Pada masa itu di sekeliling alun-alun, seperti dicatat Olivier Johannes Raap, selain rumah bupati dan pendopo, juga terdapat masjid, gedung pengadilan, penjara, pasar, kantor pos, halte kendaraan umum, kantor polisi, dan fasilitas lainnya.

“Sifat sakral alun-alun di zaman kolonial kemudian berkembang lebih merakyat. Pada zaman kolonial ini menjadi semacam ‘civic space’. Bahkan pada akhir zaman kolonial berkembang menjadi semacam plaza di Eropa,” catat Handinoto.

Begitu pula para bupati yang diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda di luar daerah kerajaan Mataram. Mereka dikukuhkan dengan pohon beringin tunggal di depan rumah kabupatennya.

Beringin Tunggal di Alun-alun Kebumen

Pasca peralihan kepemimpinan Kadhipaten Panjer yang dipimpin KRT Kolopaking IV yang digantikan KRT Aroengbinang IV ditandai dengan perang puputan kupu tarung. Penetapan Arung Binang IV sebagai pemimpin baru disahkan oleh Hindia Belanda yaitu pada 22 Agustus 1831 (Di buku Prof Sugeng Supriyadi).

Kebumen pada waktu itu di bawah Karesidenan Bagelen. Kemudian 1901 karesidenan Bagelen dihapus dan diganti Karesidenan Kedu.
Itulah sebabnya di Alun-alun Kebumen hanya ada satu pohon beringin. Karena Bupati pertama Kebumen KRT Aroengbinang IV diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda.

Bersama RT Hargo Yohanes kami menelusuri jejak sejarah budaya untuk edukasi, agar generasi berikutnya bisa lebih memahami sejarah dan budaya leluhurnya. (data dari berbagai sumber).

*KRT Arif Priyantoro Rekso Budoyo, Ketua Paguyuban Kawula Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Pakasa) Cabang Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Kebumen Tangkap Duda Palsu yang Tipu Korban Puluhan Juta

    Polres Kebumen Tangkap Duda Palsu yang Tipu Korban Puluhan Juta

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.448
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kebumen berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana menonjol sepanjang Juni 2026. Kasus-kasus tersebut meliputi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pengeroyokan, pencurian di dalam bus antarkota, penipuan bermodus asmara via aplikasi kencan, hingga peredaran obat keras daftar G. Keberhasilan ini dipaparkan langsung oleh Wakapolres Kebumen, Kompol Andre Bachtiar […]

  • Java Balloon Attraction 2025

    Java Balloon Attraction 2025 Siap Hiasi Langit Wonosobo

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 792
    • 0Komentar

    WONOSOBO (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 36 balon udara akan menghiasi langit Wonosobo dalam gelaran Java Balloon Attraction 2025 yang akan digelar di Taman Rekreasi Kalianget, Minggu, 6 Juli 2025. Event ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo, yang mengusung tema Creative, Culture, Beauty. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, menyebut […]

  • Kodim 0709 Kebumen Bersihkan Pantai

    Jelang HUT Ke-78 RI, Kodim 0709 Kebumen Bersihkan Pantai Karangbolong dan Bagikan Sembako

    • calendar_month Sel, 15 Agu 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.342
    • 0Komentar

    BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Jajaran Kodim 0709 Kebumen menggelar kegiatan karya bakti berupa pembersihan di Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kebumen, Senin 14 Agustus 2023. Selain itu kegiatan yang dipimpin oleh Dandim 0709 Kebumen Letkol Czi Ardianta Purwandhana SHub Int MHan tersebut dilaksanakan bakti sosial berupa pemberian sembako, dan penanaman pohon. Tampak hadir Camat Buayan Julin SSTP […]

  • DBD di Kebumen Tercatat 86 Kasus, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    DBD di Kebumen Tercatat 86 Kasus, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    • calendar_month Sab, 20 Apr 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.728
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Arif Sugiyanto menghadiri kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Serentak di Desa Ambalkliwonan Kecamatan Ambal, Jum’at 19 April 2024. PSN dilakukan dengan mengecek tempat-tempat yang biasa dijadikan sarang nyamuk. Bupati menyebut kasus DBD atau demam berdarah di berbagai daerah kini sedang tinggi. Di wilayah Pantura saja sampai 1800 kasus. Sedangkan di Kebumen […]

  • Momentum Harkitnas, RSU Purbowangi Gombong Resmikan Gedung Sudarsini

    Momentum Harkitnas, RSU Purbowangi Gombong Resmikan Gedung Sudarsini

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.268
    • 0Komentar

    BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Semangat Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada Selasa, 20 Mei 2025, menjadi penanda babak baru bagi Rumah Sakit Umum (RSU) Purbowangi Gombong. Rumah sakit kebanggaan warga Kebumen sisi barat ini meresmikan gedung terbarunya yang megah, Gedung Sudarsini, sekaligus meluncurkan serangkaian program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang inovatif. Hadir Bupati Kebumen Lilis […]

  • Ibu Tega

    Ibu Sayat Leher Tiga Anaknya dengan Pisau Cutter, Satu Meninggal

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.231
    • 0Komentar

    BREBES (KebumenUpdate.com) – Seorang ibu berinisial KU (40) warga Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes diduga menyayat tiga orang anaknya dengan pisau cutter, Minggu 20 Maret 2022 dini hari. Seorang anaknya meninggal dunia dan dua lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Siti Aminah Bumiayu untuk menjalani perawatan. Kabar terakhir kedua korban dirujuk ke RSUD Margono Purwokerto. […]

expand_less