Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Opini » Sejarah Beringin Tunggal Alun-alun Kebumen

Sejarah Beringin Tunggal Alun-alun Kebumen

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 25 Apr 2021
  • visibility 21.354
  • comment 0 komentar

Oleh: KRT Arif Priyantoro Rekso Budoyo*

ALUN-alun berbentuk sebidang tanah persegi dengan rerumputan yang disusun rapi dan dikelilingi jalan raya. Konsep alun-alun adalah konsep yang diprakarsai oleh Kanjeng Sunan Kalijogo.

Di kalangan raja-raja Jawa, pohon beringin merupakan simbol keabsahan seorang raja yang dinobatkan dan keraton tempatnya bersemayam.

Ketika Ki Juru Martani dari Mataram (daerah Yogyakarta sekarang) ingin menghadap Sultan Pajang, ia harus duduk bersila di dekat batang wringin kurung itu.

Baru setelah diketahui oleh Sultan, Ki Juru Martani dipanggil masuk keraton dan ditanya apa maksud kedatangannya. Ternyata ia memberi tahu bahwa Ki Ageng Mataram yang diangkat Sultan Pajang sebagai raja daerah itu telah wafat.

Siapakah yang akan ditunjuk sebagai penggantinya?

Sultan Pajang menunjuk putranya, Ngabehi Loring Pasar atau kepala yang mencakup kabeh (semuanya) di daerah utara pasar.
Sebagai raja Mataram yang baru, ia dibalik namanya menjadi Senopati Ingalaga Sayidin Panatagama, sebelum kelak balik nama lagi sebagai Panembahan Senopati.

Pada zaman itu hanya Raja Mataram (yang kemudian sudah menaklukkan Sultan Pajang) yang boleh menanam beringin kembar. Itu sudah berlaku sejak Sultan Pajang membangun keraton di sebelah barat Solo dulu dan menanam pohon beringin di alun-alun depan keraton.

Karena dikurung dengan pagar tembok supaya rapi, pohon itu terkenal sebagai wringin kurung.

Raja lain yang kecil-kecil dianggap menyaingin Maharaja Mataram kalau berani meniru menanam beringin kembar, lalu dituduh menantang.

Pergeseran Makna Alun-alun Era Kolonial

Setelah Belanda benar-benar menguasai Jawa pada abad ke-19, alun-alun mengalami sejumlah pergeseran makna. Meski demikian, para bupati yang bekerja di bawah kekuasaan pemerintahan kolonial masih meneruskan warisan Mataram.

“Rumah bupati di Jawa selalu dibangun untuk menjadi miniatur keraton di Surakarta dan Yogyakarta,” tulis Handinoto.

Di depan rumah bupati dibangun pendopo dan di alun-alun diadakan pelbagai acara seperti sodoran, grebegan, dan sebagainya. Warisan tradisional ini menarik pemerintah kolonial untuk mengembangkannya dalam sistem pemerintahan tidak langsung yang mereka jalankan.

Pemerintahan kabupaten yang dipimpin seorang asisten residen (orang Belanda) dan bupati (pribumi), dipusatkan di sekitar alun-alun. Jika rumah bupati dan pendopo berada di sebelah selatan, maka rumah asisten residen biasanya di sebelah utara alun-alun.

Pada masa itu di sekeliling alun-alun, seperti dicatat Olivier Johannes Raap, selain rumah bupati dan pendopo, juga terdapat masjid, gedung pengadilan, penjara, pasar, kantor pos, halte kendaraan umum, kantor polisi, dan fasilitas lainnya.

“Sifat sakral alun-alun di zaman kolonial kemudian berkembang lebih merakyat. Pada zaman kolonial ini menjadi semacam ‘civic space’. Bahkan pada akhir zaman kolonial berkembang menjadi semacam plaza di Eropa,” catat Handinoto.

Begitu pula para bupati yang diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda di luar daerah kerajaan Mataram. Mereka dikukuhkan dengan pohon beringin tunggal di depan rumah kabupatennya.

Beringin Tunggal di Alun-alun Kebumen

Pasca peralihan kepemimpinan Kadhipaten Panjer yang dipimpin KRT Kolopaking IV yang digantikan KRT Aroengbinang IV ditandai dengan perang puputan kupu tarung. Penetapan Arung Binang IV sebagai pemimpin baru disahkan oleh Hindia Belanda yaitu pada 22 Agustus 1831 (Di buku Prof Sugeng Supriyadi).

Kebumen pada waktu itu di bawah Karesidenan Bagelen. Kemudian 1901 karesidenan Bagelen dihapus dan diganti Karesidenan Kedu.
Itulah sebabnya di Alun-alun Kebumen hanya ada satu pohon beringin. Karena Bupati pertama Kebumen KRT Aroengbinang IV diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda.

Bersama RT Hargo Yohanes kami menelusuri jejak sejarah budaya untuk edukasi, agar generasi berikutnya bisa lebih memahami sejarah dan budaya leluhurnya. (data dari berbagai sumber).

*KRT Arif Priyantoro Rekso Budoyo, Ketua Paguyuban Kawula Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Pakasa) Cabang Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambulans Gratis, Peresmian Laboratorium, hingga Target Dana Rp2 Miliar: PMI Kebumen Makin Berdaya

    Ambulans Gratis, Peresmian Laboratorium, hingga Target Dana Rp2 Miliar: PMI Kebumen Makin Berdaya

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 624
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen menggelar berbagai acara kemanusiaan, Rabu 17 September 2025. Berpusat di markas PMI, acara ini mencakup Donor Darah Massal, peluncuran Bulan Dana PMI 2025, peluncuran ambulans gratis, dan peresmian gedung baru. Selain itu, PMI juga menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah dan akan […]

  • SPPG

    Tegaskan Pengawasan Ketat Program Makan Bergizi Gratis, Ahmad Luthfi Perintahkan Bentuk Posko MBG 24 Jam

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 852
    • 0Komentar

    SURAKARTA (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jebres, Kota Surakarta, Rabu 8 Oktober 2025. SPPG ini menjadi satu dari 84 unit di Jawa Tengah yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). “Kami lakukan final cek hari ini di wilayah Jebres. SPPG ini sudah memiliki SLHS dan menjadi […]

  • Hadiah mobil Mitsubishi XPander

    Guru SMKN 1 Ambal Terima Hadiah Mobil Mitsubishi XPander, Begini Ceritanya

    • calendar_month Jum, 13 Jan 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.772
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang guru SMK Negeri 1 Ambal Kabupaten Kebumen beruntung mendapatkan hadiah mobil Mitsubishi XPander. Guru bernama Ety Ariningsih (51) warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen tersebut menjadi pemenang Undian Tabungan Bima Periode I Tahun 2022 dari Bank Jateng Kebumen. Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyerahkan langsung hadiah mobil tersebut Kantor Cabang […]

  • Kurang Gizi Kronis, 10.291 Balita di Kebumen Stunting

    Kurang Gizi Kronis, 10.291 Balita di Kebumen Stunting

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.673
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Stunting masih menjadi problem serius di Kebumen. Bagaimana tidak, angka stunting di Kebumen pada tahun 2019 berada di 19,20 persen atau sekitar 10.291 balita stunting dari total balita 53.083 yang terdata. Potensi kasus stunting dapat bertambah mengingat sebagian balita masih dalam proses pendataan. Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dokter Hj Yohanita Rini Kristiani […]

  • Pekerja PLN menyelesaikan pemindahan tiang listrik. (Foto: Istimewa)

    PLN Gombong Rampungkan Pemindahan Tiang Listrik di Proyek JLSS

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.104
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gombong telah menyelesaikan pemindahan seluruh tiang listrik yang berada di tengah proyek Jalan Lintas Selatan-selatan (JLSS). Terakhir adalah pemindahan terhadap lima tiang listrik yang berada di Desa Jladri, Kecamatan Buayan, Kebumen, Kamis 26 Juni 2020. Relokasi tiang listrik yang dimulai pukul 09.00 Wib hingga pukul […]

  • Vaksinasi Anak

    Binda Jateng Gandeng Puskesmas Pejagoan Kebut Vaksinasi Anak

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.902
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate) – Tiga lokasi vaksinasi massal untuk anak/pelajar usia 6-11 tahun digelar oleh Puskesmas Pejagoan, Rabu 15 Februari 2022. Salah satunya di SD Negeri 1 Kuwayuhan yang merupakan kerjasama antara Puskesmas Pejagoan dengan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah. Selain di SDN 1 Kuwayuhan, dua lokasi lainnya yaitu di SDN 1 Logede dan […]

expand_less