Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Sejarah Beringin Tunggal Alun-alun Kebumen

Sejarah Beringin Tunggal Alun-alun Kebumen

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 25 Apr 2021
  • visibility 21.537
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh: KRT Arif Priyantoro Rekso Budoyo*

ALUN-alun berbentuk sebidang tanah persegi dengan rerumputan yang disusun rapi dan dikelilingi jalan raya. Konsep alun-alun adalah konsep yang diprakarsai oleh Kanjeng Sunan Kalijogo.

Di kalangan raja-raja Jawa, pohon beringin merupakan simbol keabsahan seorang raja yang dinobatkan dan keraton tempatnya bersemayam.

Ketika Ki Juru Martani dari Mataram (daerah Yogyakarta sekarang) ingin menghadap Sultan Pajang, ia harus duduk bersila di dekat batang wringin kurung itu.

Baru setelah diketahui oleh Sultan, Ki Juru Martani dipanggil masuk keraton dan ditanya apa maksud kedatangannya. Ternyata ia memberi tahu bahwa Ki Ageng Mataram yang diangkat Sultan Pajang sebagai raja daerah itu telah wafat.

Siapakah yang akan ditunjuk sebagai penggantinya?

Sultan Pajang menunjuk putranya, Ngabehi Loring Pasar atau kepala yang mencakup kabeh (semuanya) di daerah utara pasar.
Sebagai raja Mataram yang baru, ia dibalik namanya menjadi Senopati Ingalaga Sayidin Panatagama, sebelum kelak balik nama lagi sebagai Panembahan Senopati.

Pada zaman itu hanya Raja Mataram (yang kemudian sudah menaklukkan Sultan Pajang) yang boleh menanam beringin kembar. Itu sudah berlaku sejak Sultan Pajang membangun keraton di sebelah barat Solo dulu dan menanam pohon beringin di alun-alun depan keraton.

Karena dikurung dengan pagar tembok supaya rapi, pohon itu terkenal sebagai wringin kurung.

Raja lain yang kecil-kecil dianggap menyaingin Maharaja Mataram kalau berani meniru menanam beringin kembar, lalu dituduh menantang.

Pergeseran Makna Alun-alun Era Kolonial

Setelah Belanda benar-benar menguasai Jawa pada abad ke-19, alun-alun mengalami sejumlah pergeseran makna. Meski demikian, para bupati yang bekerja di bawah kekuasaan pemerintahan kolonial masih meneruskan warisan Mataram.

“Rumah bupati di Jawa selalu dibangun untuk menjadi miniatur keraton di Surakarta dan Yogyakarta,” tulis Handinoto.

Di depan rumah bupati dibangun pendopo dan di alun-alun diadakan pelbagai acara seperti sodoran, grebegan, dan sebagainya. Warisan tradisional ini menarik pemerintah kolonial untuk mengembangkannya dalam sistem pemerintahan tidak langsung yang mereka jalankan.

Pemerintahan kabupaten yang dipimpin seorang asisten residen (orang Belanda) dan bupati (pribumi), dipusatkan di sekitar alun-alun. Jika rumah bupati dan pendopo berada di sebelah selatan, maka rumah asisten residen biasanya di sebelah utara alun-alun.

Pada masa itu di sekeliling alun-alun, seperti dicatat Olivier Johannes Raap, selain rumah bupati dan pendopo, juga terdapat masjid, gedung pengadilan, penjara, pasar, kantor pos, halte kendaraan umum, kantor polisi, dan fasilitas lainnya.

“Sifat sakral alun-alun di zaman kolonial kemudian berkembang lebih merakyat. Pada zaman kolonial ini menjadi semacam ‘civic space’. Bahkan pada akhir zaman kolonial berkembang menjadi semacam plaza di Eropa,” catat Handinoto.

Begitu pula para bupati yang diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda di luar daerah kerajaan Mataram. Mereka dikukuhkan dengan pohon beringin tunggal di depan rumah kabupatennya.

Beringin Tunggal di Alun-alun Kebumen

Pasca peralihan kepemimpinan Kadhipaten Panjer yang dipimpin KRT Kolopaking IV yang digantikan KRT Aroengbinang IV ditandai dengan perang puputan kupu tarung. Penetapan Arung Binang IV sebagai pemimpin baru disahkan oleh Hindia Belanda yaitu pada 22 Agustus 1831 (Di buku Prof Sugeng Supriyadi).

Kebumen pada waktu itu di bawah Karesidenan Bagelen. Kemudian 1901 karesidenan Bagelen dihapus dan diganti Karesidenan Kedu.
Itulah sebabnya di Alun-alun Kebumen hanya ada satu pohon beringin. Karena Bupati pertama Kebumen KRT Aroengbinang IV diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda.

Bersama RT Hargo Yohanes kami menelusuri jejak sejarah budaya untuk edukasi, agar generasi berikutnya bisa lebih memahami sejarah dan budaya leluhurnya. (data dari berbagai sumber).

*KRT Arif Priyantoro Rekso Budoyo, Ketua Paguyuban Kawula Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Pakasa) Cabang Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebumen-Banjarnegara Itu Ibarat Tetangga yang Rumahnya Saling Membelakangi

    Kebumen-Banjarnegara Itu Ibarat Tetangga yang Rumahnya Saling Membelakangi

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 29.543
    • 0Komentar

    KEBUMEN dengan Banjarnegara merupakan dua kabupaten yang bertetangga. Ibarat rumah yang bersebelahan tetapi saling membelakangi, Kebumen-Banjarnegara itu dekat secara bangunan tetapi jauh dilihat dari interaksi penghuninya. Meskipun bertetangga, kedua warga kabupaten ini masih belum berinteraksi  secara intens. Masing-masing jarang saling berkunjung karena akses yang menghubungkan kedua tetangga ini tidak mendukung. Jalan utama yang menghubungan Kebumen-Banjarnegara […]

  • Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih berpose dengan para fungsionaris PPP Kebumen. (Foto: Istimewa)

    26 PAC PPP Kebumen Bulat Dukung Arif-Rista di Pilkada Serentak

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.563
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ada yang menarik dalam Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) dan Workshop yang diselenggarakan oleh DPC PPP Kebumen, Sabtu 4 Juli 2020. Rapimcab dan workshop dengan tema “Peran Partai Politik dalam Menentukan Arah Kepemimpinan Daerah” itu mengundang Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH sebagai narasumber. Arif Sugiyanto Hadir Didampingi Ristawati Purwaningsih Istimewanya, Arif […]

  • STIE Putra Bangsa

    Jadi Universitas, 73 Lulusan Terakhir STIE Putra Bangsa Diwisuda

    • calendar_month Sel, 30 Mar 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.798
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Putra Bangsa melaksanakan Wisuda XVII Program Sarjana dan Diploma, Selasa 30 Maret 2021. Sidang Senat Terbuka digelar di Aula kampus setempat Jalan Ronggowarsito 18 Pejagoan. Wisuda terakhir sebelum STIE berganti status menjadi Universitas Putra Bangsa itu diikuti oleh 73 orang lulusan. Jumlah itu terdiri atas 61 wisudawan […]

  • Persak Kebumen

    Persak Kebumen Bawa Modal Kemenangan dari Purwokerto, Persibas Takluk 0-1

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.851
    • 0Komentar

    PURWOKERTO (KebumenUpdate.com) – Persak Kebumen meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Persibas Banyumas pada leg pertama babak 8 Besar Liga 4 Jawa Tengah, Minggu 2 Februari 2026. Laskar Lawet menang tipis 0-1 dalam laga yang berlangsung ketat di Stadion Gelora Satria Purwokerto. Gol semata wayang Persak Kebumen dicetak oleh Erwin F pada menit ke-15. […]

  • Aku Sedulurmu

    PT Sido Muncul Dukung Program “Aku Sedulurmu”, Bantu Rp 500 Juta

    • calendar_month Kam, 12 Agu 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 926
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Program Aku Sedulurmu gagasan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mendapat dukungan masyarakat luas. Kali ini, Jamu Sido Muncul memberikan bantuan senilai Rp 500 juta. Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, David Hidayat menyerahkan bantuan tersebut kepada Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi di Mapolda Jateng, Kamis […]

  • Haedar Nashir

    Haedar Nashir dan Abdul Mu’ti Pimpin Kembali PP Muhammadiyah 2022-2027

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.733
    • 0Komentar

    SURAKARTA (KebumenUpdate.com) – Prof Haedar Nashir dan Abdul Mu’ti  kembali pimpin Muhammadiyah setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027. Penetapan dilakukan pada Sidang Pleno VIII dengan agenda penetapan Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah 2022-2027 terpilih. Pimpinan sidang Ahmad Dahlan Rais sempat bertanya kepada seluruh muktamirin, “Kami bertanya […]

expand_less