Ruang Publik Hidup, Budaya Lestari: Pentas Wayang Orang di Alun-Alun Pancasila
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 28 Mar 2026
- visibility 981
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Rintik hujan yang sempat mengguyur tak mengurangi antusiasme masyarakat untuk datang ke Alun-alun Pancasila Kebumen, Jumat malam 27 Maret 2026.
Kehadiran mereka bertujuan untuk menyaksikan pementasan wayang orang bertajuk “Sang Srikandi” yang dibawakan oleh Sanggar Budaya Larasati.
Asisten Sutradara pementasan, Eko Haryono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen untuk menghidupkan akhir pekan dengan seni tradisional.
Pementasan ini juga menjadi langkah nyata implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Alur cerita bahwa latihannya Srikandi memanah menimbulkan perasaan di hati Janaka (Arjuna). Sebenarnya lakonnya Srikandi Meguru Manah tapi dibuat dengan judul Sang Srikandi, yang menceritakan momen latihan memanah Srikandi bersama Janaka. Lakon ini menunjukkan emansipasi perempuan dalam pewayangan, di mana seorang perempuan mampu menyejajarkan diri dengan prajurit laki-laki melalui usaha dan ketekunan.” ujar Eko.
Ia menambahkan, pementasan ini melibatkan sekitar 30 seniman, termasuk pengrawit, dengan pesan kuat bahwa seni tradisi di Kebumen harus tetap bergeliat dan lestari.
Suasana semakin hangat dengan kehadiran Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi para pemain dari Sanggar Budaya Larasati yang mayoritas merupakan ibu-ibu.
Meski usia tak lagi muda, semangat mereka dalam melestarikan budaya Jawa dinilai sangat luar biasa.
“Biasanya kita menonton wayang lewat layar atau bayangan, tapi malam ini berbeda. Kita melihat tokohnya langsung beraksi. Ekspresi dan gaya para pemain membuat pertunjukan terasa lebih hidup dan membekas di hati,” ungkap Bupati Lilis.
Acara yang digelar dalam suasana Car Free Night ini memang dirancang sebagai ruang publik yang ramah keluarga. Sambil jalan-jalan dan menikmati kuliner, masyarakat bisa mencicipi sajian budaya berkualitas.
Komitmen Pembangunan dan Budaya
Di sela-sela apresiasi budayanya, Bupati Lilis juga memaparkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam pembangunan infrastruktur.
Meski menghadapi tantangan penyesuaian anggaran dari pusat, Pemkab tetap mengalokasikan dana sebesar Rp176 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan tahun ini.
“Infrastruktur sangat penting untuk aktivitas masyarakat. Kami berkomitmen pembangunan tetap jalan. Saya mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi proyek yang ada. Jika ada yang kurang rapi, silakan beri masukan dengan bahasa yang santun agar kami bisa memperbaikinya,” tambahnya.
Bupati menutup sambutannya dengan mengajak seluruh warga untuk merawat fasilitas umum yang telah dibangun. Baginya, sinergi antara pembangunan fisik dan pelestarian seni budaya adalah kunci untuk membangun Kebumen yang lebih maju dan berkarakter. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar