Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Opini » Artikel » Genting Genteng Prabowo

Genting Genteng Prabowo

  • account_circle Sigit Tri Prabowo
  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
  • visibility 1.073
  • comment 0 komentar

KETIKA memberikan arahan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto melontarkan program ‘gentengisasi’ sebagai bagian dari gerakan Indonesia ASRI. Lewat program itu Prabowo  berharap rumah-rumah di Indonesia mengganti atap seng dan asbes dengan atap ‘genteng’ karena alasan kesehatan juga keindahan.

Hal yang memprihatinkan dari paparan Pak Presiden adalah digunakannya kata genteng, bukan genting.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata baku adalah ‘genting’ sementara genteng adalah bentuk yang tidak baku. Agak mengejutkan bahwa tim komunikasi sekelas Presiden alpa mengecek hal mendasar semacam ini. Maka jika merujuk pada ejaan baku, mestinya program ini disebut gentingisasi.

Di luar kekeliruan soal ejaan, program gentingisasi kiranya menjadi gagasan Presiden Prabowo yang (lagi-lagi) out of the box dan potensial menuai pro dan kontra. Apalagi disampaikan pula bahwa produksi genting akan dimotori oleh Koperasi Merah Putih.

 Bagi Kabupaten Kebumen, tentu gagasan ini layak disikapi dengan penuh semangat namun tetap kritis dan proporsional. Sebagai pemilik industri genting yang sudah berkembang sejak jaman kolonial, Kebumen adalah salah satu kabupaten yang sangat mungkin memetik manfaat besar dari program ini.

Buruh menata genting yang sudah dibakar. (Foto: Giyono Padmo)

Sokka, Industri Asuhan Pemerintah

Sejak berkembang di akhir 1900an, naik turun industri genting Kebumen (yang kemudian lebih dikenal dengan jenama Sokka) sangat dipengaruhi program pembangunan yang dilakukan pemerintah. Kejayaan Sokka merupakan dampak dari membaiknya ekonomi pemerintah kolonial. Di masa itu dilakukan pembangunan berbagai gedung-gedung pemerintah, pabrik juga rumah-rumah hunian indis yang semuanya memanfaatkan genting Sokka sebagai atapnya.

Pecahnya Perang Dunia II dan masuknya Jepang ke Indonesia berakibat kemunduran industri genting Sokka. Di awal kemerdekaan, industri ini bisa dikatakan lumpuh. Apalagi beberapa pabrik dihancurkan oleh laskar-laskar perjuangan dalam gerakan bumi hangus. Sekalipun pada dekade 50an ada program perbaikan rumah-rumah militer di Jawa, namun pesanan yang masuk tidak mampu mengembalikan kejayaan Sokka.

Di masa orde baru, Sokka kembali berkibar seiring dengan Program pembangunan sekolah INPRES (Instruksi Presiden) di seluruh Indonesia. Pesanan genting Sokka meningkat drastis, sampai-sampai pengusaha lokal harus menggandeng pabrik di luar Kebumen untuk memproduksi genting Sokka.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Sigit Tri Prabowo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taman Proklim Lebah Klenceng Desa Kalipoh;  Pelestarian Lingkungan Sekaligus Angkat Ekonomi Masyarakat

    Taman Proklim Lebah Klenceng Desa Kalipoh; Pelestarian Lingkungan Sekaligus Angkat Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Sel, 9 Jul 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 10.142
    • 0Komentar

    BERADA di perbukitan, sebagian masyarakat Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen memiliki mata pencaharian sebagai penyadap nira.Banyak pula warga yang memilih bekerja sebagai  TKI hingga memicu tingginya angka perceraian. Persoalan lain adalah masih banyak warga yang menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar. Hal itulah yang membuat salah satu pemuda desa setempat Muhammad Fatikhul Umam berupaya […]

  • Bean Spot Alfamart menyediakan kopi siap saji premium kekinian. (Foto: Istimewa)

    Bean Spot Alfamart Hadir Manjakan Penggemar Kopi Kekinian

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 30.362
    • 0Komentar

    CILACAP (KebumenUpdate.com) – Ngopi menjadi salah satu aktivitas yang digemari oleh masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu, istilah ngopi merujuk kepada acara minum kopi bersama sebagai media bersosialisasi yang lebih banyak didominasi oleh kalangan pria dewasa. Saat ini, istilah ngopi saat ini bergeser menjadi aktivitas menikmati sajian kopi yang didorong oleh kegemaran minum kopi, kebutuhan pekerjaan […]

  • Bukan Hanya Psikologis, Guru Besar dan Ahli Ruqyah Beberkan Faktor Jin di Balik LGBT

    Bukan Hanya Psikologis, Guru Besar dan Ahli Ruqyah Beberkan Faktor Jin di Balik LGBT

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 286
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Isu sensitif mengenai pengaruh spiritual terhadap orientasi seksual remaja menjadi topik utama dalam Kelas Parenting “Psikospiritual” Batch 2 di Gedung Teater Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen, Minggu 12 Oktober 2025. Lebih dari 100 peserta, terdiri dari orang tua dan pendidik, memadati ruangan untuk membahas tema kontroversial “Benarkah Jin Bisa Mempengaruhi […]

  • Nyoblos dapat Hadiah Mau? KPU Kebumen Gelar Lomba Selfie

    Nyoblos dapat Hadiah Mau? KPU Kebumen Gelar Lomba Selfie

    • calendar_month Rab, 17 Apr 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.456
    • 0Komentar

    KebumenUpdate. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen menggelar lomba selfie bagi pemilih dan KPPS.  Foto selfie dilaksanakan setelah memilih. Bagi masyarakat umum selfie dilaksanakan sendiri, sedangkan untuk KPPS swa foto  dilaksanakan secara berkelompok. Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi KPU Kebumen, Agus Hasan  Hidayat SSI MT menjelaskan, lomba foto selfie merupakan program KPU Pusat. Di daerah […]

  • Perbaikan Jalan di Kebumen Butuh Rp800 Miliar, Berapa Anggaran yang Tersedia?

    Perbaikan Jalan di Kebumen Butuh Rp800 Miliar, Berapa Anggaran yang Tersedia?

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.437
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ruas jalan berstatus jalan kabupaten di Kebumen memiliki panjang total 1.017,15 km, setara dengan panjang Pulau Jawa. Namun, di balik panjangnya itu, sekitar 268 km atau 26% dari total panjang tersebut berada dalam kondisi “tidak mantap” alias rusak. Untuk memperbaiki seluruh kerusakan, dibutuhkan dana fantastis lebih kurang Rp800 miliar. Namun demikian, anggaran […]

  • Para Pendamping PKH Kembali Dikumpulkan oleh Bupati, Ini Hasilnya

    Para Pendamping PKH Kembali Dikumpulkan oleh Bupati, Ini Hasilnya

    • calendar_month Kam, 28 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.250
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto ingin memastikan kembali agar semua pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengetahui kondisi warga binaanya. “Di pertemuan pertama kemarin kan masih ada banyak PKH yang belum benar-benar tahu kondisi warga binaanya. Misal dari 100 binaan, mereka tidak semua tahu siapa yang benar-benar termiskin, kenapa […]

expand_less