Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Genting Genteng Prabowo

Genting Genteng Prabowo

  • account_circle Sigit Tri Prabowo
  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
  • visibility 1.828
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KETIKA memberikan arahan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto melontarkan program ‘gentengisasi’ sebagai bagian dari gerakan Indonesia ASRI. Lewat program itu Prabowo  berharap rumah-rumah di Indonesia mengganti atap seng dan asbes dengan atap ‘genteng’ karena alasan kesehatan juga keindahan.

Hal yang memprihatinkan dari paparan Pak Presiden adalah digunakannya kata genteng, bukan genting.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata baku adalah ‘genting’ sementara genteng adalah bentuk yang tidak baku. Agak mengejutkan bahwa tim komunikasi sekelas Presiden alpa mengecek hal mendasar semacam ini. Maka jika merujuk pada ejaan baku, mestinya program ini disebut gentingisasi.

Di luar kekeliruan soal ejaan, program gentingisasi kiranya menjadi gagasan Presiden Prabowo yang (lagi-lagi) out of the box dan potensial menuai pro dan kontra. Apalagi disampaikan pula bahwa produksi genting akan dimotori oleh Koperasi Merah Putih.

 Bagi Kabupaten Kebumen, tentu gagasan ini layak disikapi dengan penuh semangat namun tetap kritis dan proporsional. Sebagai pemilik industri genting yang sudah berkembang sejak jaman kolonial, Kebumen adalah salah satu kabupaten yang sangat mungkin memetik manfaat besar dari program ini.

Buruh menata genting yang sudah dibakar. (Foto: Giyono Padmo)

Sokka, Industri Asuhan Pemerintah

Sejak berkembang di akhir 1900an, naik turun industri genting Kebumen (yang kemudian lebih dikenal dengan jenama Sokka) sangat dipengaruhi program pembangunan yang dilakukan pemerintah. Kejayaan Sokka merupakan dampak dari membaiknya ekonomi pemerintah kolonial. Di masa itu dilakukan pembangunan berbagai gedung-gedung pemerintah, pabrik juga rumah-rumah hunian indis yang semuanya memanfaatkan genting Sokka sebagai atapnya.

Pecahnya Perang Dunia II dan masuknya Jepang ke Indonesia berakibat kemunduran industri genting Sokka. Di awal kemerdekaan, industri ini bisa dikatakan lumpuh. Apalagi beberapa pabrik dihancurkan oleh laskar-laskar perjuangan dalam gerakan bumi hangus. Sekalipun pada dekade 50an ada program perbaikan rumah-rumah militer di Jawa, namun pesanan yang masuk tidak mampu mengembalikan kejayaan Sokka.

Di masa orde baru, Sokka kembali berkibar seiring dengan Program pembangunan sekolah INPRES (Instruksi Presiden) di seluruh Indonesia. Pesanan genting Sokka meningkat drastis, sampai-sampai pengusaha lokal harus menggandeng pabrik di luar Kebumen untuk memproduksi genting Sokka.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Sigit Tri Prabowo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sedulur Kebumen

    Rumah Direhab “Sedulur Kebumen”, Om Yudianto Kini Bisa Tidur Nyenyak

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.437
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Yudianto (74) tak kuasa berkata-kata saat diminta menceritakan bagaimana kondisi rumahnya sekarang ini. Dengan tertutup masker, dia masih terlihat sesenggukan terharu hingga terbata-bata saat menyampaikan kalimat. Ya, rumah Om Yudianto yang berada di kawasan padat penduduk Kampung Keposan, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Kebumen yang sebelumnya ambruk telah selesai direhab oleh komunitas Sedulur Kebumen. Rumah Rusak, […]

  • Imake

    Mengenal Ikatan Mahasiswa Kebumen (Imake) UIN Raden Mas Said Surakarta

    • calendar_month Sab, 1 Okt 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.783
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Suatu organisasi atau kelompok sangat dibutuhkan untuk mempererat hubungan antar anggota serta mencapai sebuah tujuan bersama. Salah satunya adalah organisasi mahasiswa daerah (Ormada) yang berasal dari Kebumen, yaitu Ikatan Mahasiswa Kebumen (Imake). Terbentuknya organisasi ini karena belum adanya organisasi mahasiswa asal Kebumen yang berkuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said […]

  • Sekolah Adiwiyata Nasional

    Empat Sekolah di Kebumen Terima Penghargaan Adiwiyata Nasional

    • calendar_month Sel, 6 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 41.565
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak empat sekolah di Kabupaten Kebumen menerima penghargaan Adiwiyata Nasional. Penghargaan bergengsi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini diberikan kepada sekolah yang memiliki komitmen tinggi dalam menjaga keselarasan lingkungan hidup dalam semua aspek. Adapun empat sekolah yang menerima penghargaan Adiwiyata Nasional 2022 ialah SDN 1 Kutosari, SDN 1 Pejagoan, SDN 1 Karangduwur, […]

  • Hari Buruh, Santunan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Diberikan ke Ahli Waris

    Hari Buruh, Santunan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Diberikan ke Ahli Waris

    • calendar_month Rab, 1 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.052
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sarasehan memperingati Hari Buruh (May Day) digelar Pemerintah Kabupaten Kebumen bersama stakeholder terkait, Kamis 1 Mei 2024 di gedung PLUT UMKM Kebumen. Bupati Arif Sugiyanto yang hadir sebagai pembicara menyampaikan selamat Hari Buruh kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak peringatan hari buruh tanpa harus melakukan aksi-aksi yang anarkis, karena segala sesuatunya bisa […]

  • Gunakan Teknologi Geomembran, Pemkab Kebumen akan Tutup Zona Aktif Sampah di TPA Kaligending dan Semali

    Gunakan Teknologi Geomembran, Pemkab Kebumen akan Tutup Zona Aktif Sampah di TPA Kaligending dan Semali

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 363
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen berupaya menangani persoalan sampah dengan menerapkan sistem pelapisan (covering) geomembran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaligending dan TPA Semali. Langkah ini diambil untuk menutup zona aktif atau tumpukan sampah (landfill) guna menekan polusi udara secara signifikan di sekitar area TPA. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan (DLHKP) Kebumen, […]

  • Kebumen Mendegam: Happy Asmara Sukses Membuat Ambyar Penonton

    Kebumen Mendegam: Happy Asmara Sukses Membuat Ambyar Penonton

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 21.291
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penyanyi yang dijuluki The Queen of Ambyar atau dengan nama populer Happy Asmara meramaikan event Kebumen Mendegam, Jumat 30 Desember 2022 di Alun-alun Kebumen. Membawakan beberapa buah lagu seperti Lemah Teles, Teteg Ati, Wes Tatas, dan Rungkad, penonton dibuat ambyar serta terhipnotis dengan ikut menyanyikan lagu yang dibawakannya. Baca juga:Lima Fakta Konser […]

expand_less