Rumah Direhab “Sedulur Kebumen”, Om Yudianto Kini Bisa Tidur Nyenyak
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 5 Nov 2020
- visibility 1.415
- comment 0 komentar

Peresmian rehab rumah Yudianto oleh Sedulur Kebumen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Yudianto (74) tak kuasa berkata-kata saat diminta menceritakan bagaimana kondisi rumahnya sekarang ini. Dengan tertutup masker, dia masih terlihat sesenggukan terharu hingga terbata-bata saat menyampaikan kalimat.
Ya, rumah Om Yudianto yang berada di kawasan padat penduduk Kampung Keposan, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Kebumen yang sebelumnya ambruk telah selesai direhab oleh komunitas Sedulur Kebumen.
Rumah Rusak, Tetap Bertahan
Sebelumnya, sejak setengah tahun lalu, atap rumah yang sebenarnya cukup luas itu ambruk. Dibangun tahun 1970, hampir 80 % atap rumah tersebut ambruk.
Hanya tersisa sedikit ruangan yang masih beratap meski kondisi kayu juga tampak lapuk dan sangat membahayakan. Meski tidak kayak huni, namun Yudianto masih bertahan tinggal di rumah tersebut.
Namun sekarang ini, seluruh atap rumah sudah diperbaiki. Eternit rumah juga dipasang seperti semula. Bahkan tembok dicat dengan warna putih hingga terlihat cukup bersih. Tak hanya itu, Sedulur Kebumen juga memberikan bantuan dipan dan kasur serta kursi yang ditempatkan di ruang tamu.
“Saya sangat berterima kasih kepada semuanya yang telah membantu memperbaiki rumah saya,” ujar Om Yudianto.
Malam Hari Bisa Tidur Nyenyak

BRI Cabang Gombong turut membantu Rp 2 Juta. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Jika sebelumnya, setiap malam apalagi saat hujan dia tidak bisa tidur. Sebab, air hujan masuk ke rumahnya. Dia pun tidur di salah satu pojok rumahnya yang atapnya masih ada. Meski demikian, karena derasnya air yang masuk, air pun menggenangi tempatnya dia tertidur.
“Sekarang saya tenang. Pada malam hari bisa tidur nyenyak,” ujar pria yang hidup sendirian karena istrinya sudah meninggal dunia dan lima anaknya tinggal di luar kota.
Baca Juga: Dibedah “Sedulur Kebumen”, Rumah Janda yang Terbakar Kini Berdiri Kokoh
Sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan mengatakan, rehab rumah Om Yudianto merupakan program bedah rumah ke-27 yang dilaksanakan oleh Sedulur Kebumen. Perbaikan rumah tersebut menelan dana sekitar Rp 25 juta. Adapun dana tersebut berasal dari para donatur baik perorangan maupun instansi.
“Program bedah rumah ini sebagai bentuk kepedulian Sedulur Kebumen terhadap orang-orang yang kurang beruntung. Diutamakan untuk warga yang sudah lanjut usia dan tinggal sebatang kara,” ujar pengusaha yang juga owner Muncul Group tersebut.
Apresiasi untuk Sedulur Kebumen

Om Yudianto berbincang dengan Kapolres, Dandim, Sugeng Budiawan dan Pinca BRI Gombong. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan bersama Dandim 0709 Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang yang turut meninjau baik sebelum maupun setelah diperbaiki mengapresiasi terhadap apa yang dilaksanakan oleh Sedulur Kebumen.
“Sebelum diperbaiki kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal kita tahu bahwa pandemi Covid tempat paling aman adalah di rumah. Sehingga perlu dinyamankan di rumah, dilakukan program bedah sehingga layak huni,” ujar AKBP Rudy Cahya Kurniawan berharap apa yang dilakukan oleh Sedulur Kebumen terus berlanjut.
Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang memuji Sedulur Kebumen yang solid memperhatikan warga yang rumahnya tidak layak huni.
“Apalagi di tengah pandemi ini, kita harus saling pengertian untuk membantu warga yang kurang mampu,” ujar Letkol Matondang. (ndo)








Saat ini belum ada komentar