Dosen Unimugo Latih Kader PKK Desa Sampang Jadi Agen Siaga Bencana
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 40
- comment 0 komentar

Tim dosen Unimugo foto bersama peserta pelatihan. (Foto: Dok. Tim PkM Unimugo)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 31 kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen mengikuti pelatihan kesiapsiagaan bencana yang diselenggarakan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) di Gedung Serbaguna Desa Sampang, Kamis 25 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung lancar dan penuh antusias.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas PKK Desa sebagai Agen Kesiapsiagaan Keluarga melalui Edukasi Siaga Bencana” ini merupakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang didanai oleh BIMA Kemendiktisaintek Republik Indonesia.
Kepala Desa Apresiasi Program
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Sampang, Sarikun SSos yang menyambut hangat kehadiran tim Unimugo. Dalam sambutannya, Sarikun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas terpilihnya Desa Sampang sebagai salah satu wilayah yang mendapatkan manfaat dari kegiatan edukasi dan pelatihan kebencanaan ini.
“Kami sangat bersyukur dan bangga bahwa Desa Sampang dipercaya menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan manfaat dari kegiatan edukasi dan pelatihan kebencanaan ini. Desa kami memang berada di kawasan perbukitan yang rawan longsor, dan selama ini pengetahuan warga tentang kesiapsiagaan bencana masih perlu ditingkatkan. Program ini sangat tepat sasaran,” ujar Sarikun.

Materi Lengkap, Disampaikan dengan LCD Proyektor
Tim pelaksana yang diketuai Ns Putra Agina Widyaswara Suwaryo SKep MKep PhD bersama dua anggota tim dosen, Ns Ernawati SKep MKep dan Lazuardi Fatahilah Hamdi SKom MEng secara bergantian menyampaikan empat materi utama kepada para kader. Penyampaian materi didukung tayangan presentasi melalui LCD proyektor sehingga peserta dapat menyerap informasi dengan lebih mudah.
Para kader mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari mengenal jenis ancaman bencana longsor dan kekeringan yang mengintai Desa Sampang, cara mengenali tanda-tanda dini bahaya longsor, menyiapkan tas siaga bencana, hingga menyusun Rencana Evakuasi Keluarga (REK) yang dapat langsung diterapkan di rumah masing-masing.
“Kader PKK adalah ujung tombak yang paling dekat dengan keluarga. Kalau kader sudah paham dan siap, maka satu kader bisa menggerakkan puluhan keluarga. Itulah kekuatan luar biasa yang kami percayai,” kata Putra Agina, Ketua Pelaksana Program PkM.
Simulasi Kartu Skenario: Belajar Sambil Praktik
Sesi yang paling dinantikan adalah simulasi kesiapsiagaan menggunakan kartu skenario bencana. Para kader dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, di mana masing-masing kelompok mendapatkan satu kartu yang menggambarkan situasi bencana nyata, mulai dari hujan deras malam hari disertai tanda awal longsor, jalur evakuasi yang terputus akibat longsor, hingga krisis air bersih saat kekeringan.
Dipandu fasilitator dari tim PkM, setiap kelompok berdiskusi aktif untuk menentukan langkah yang harus dilakukan kader PKK dan keluarga dalam menghadapi skenario tersebut. Para peserta juga menggunakan sketsa peta siaga Desa Sampang sebagai media visual untuk menunjuk zona rawan, jalur evakuasi, dan titik kumpul. Gelak tawa dan diskusi hangat mewarnai sesi ini, menandakan para kader benar-benar terlibat dan menikmati proses pembelajaran.

Sambutan Positif Kader dan Ketua PKK
Para kader mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang selama ini belum pernah mereka dapatkan. Salah satu kader menyampaikan bahwa ia baru menyadari betapa pentingnya memiliki rencana evakuasi yang sudah disepakati bersama keluarga, terutama karena tempat tinggal mereka berada di dekat lereng.
Ketua PKK Desa Sampang, Ibu Rasini, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini dan menyatakan komitmennya untuk mendorong seluruh kader menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan dasawisma masing-masing.
Tentang Program
Program PkM ini merupakan kolaborasi Universitas Muhammadiyah Gombong dengan Pemerintah dan Masyarakat Desa Sampang, didanai melalui mekanisme Hibah Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Kemendiktisaintek RI Tahun Anggaran 2026. *** Makin tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar