Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Genting Genteng Prabowo

Genting Genteng Prabowo

  • account_circle Sigit Tri Prabowo
  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
  • visibility 1.696
  • comment 0 komentar

Ekosistem ini berjalan dengan mengandalkan hubungan kekerabatan, kepercayaan personal hingga nilai-nilai keguyuban. Sangat jarang ditemukan pola-pola kerjasama yang disusun berbasis legal dan manajemen modern. Bahkan terkait jenama atau merk dagang pun tidak diatur dengan jelas. Setiap orang dapat menggunakan nama yang sedang populer, hanya cukup dengan meminta ijin secara lisan kepada pabrik yang pertama kali menggunakan. Makin tahu Indonesia

Proses mencetak Genting Sokka yang menggunakan mesin hidrolik. (Foto: Giyono Padmo)

Antara Peluang dan Tantangan

Program gentingisasi, jika memang nanti terwujud, tentu akan membawa peluang besar bagi industri genting Kebumen. Namun ini adalah peluang yang membawa serangkaian tantangan yang mesti dijawab dan disikapi secara tepat, terutama oleh pelaku usaha dan pemerintah daerah.

Minimnya perusahaan yang beroperasi dengan manajemen modern merupakan tantangan pertama. Sampai sekarang belum didapatkan data lengkap jumlah pengusaha genting Sokka, peran mereka, legalitas dan lain-lain. Adanya sistem rantai pasok yang cukup rumit semakin menyulitkan penyusunan basis data yang valid. Perlu usaha keras dan pemahaman kondisi lapangan untuk mendapatkan peta utuh industri genting Kebumen.

Teknologi adalah tantangan berikutnya. Hingga sekarang teknik pembuatan genting hampir tidak pernah beranjak dari teknik yang digunakan 50-60 tahun lalu. Rendahnya tingkat presisi dan konsistensi kualitas membuat proses produksi genting menghasilkan beragam kualitas, dari kualitas satu hingga tiga bahkan empat. Tidak adanya standarisasi tentu akan menyulitkan bagi industri modern untuk menyerap produksi genting Sokka. Perlu intervensi akademisi dan pakar industri untuk mendapatkan solusi.

Yang ketiga adalah soal ketersediaan bahan baku. Berdasarkan informasi dari para pelaku, keterbatasan bahan baku menjadi salah satu kesulitan bagi para pengusaha. Perlu dipikirkan suplai bahan baku yang terjaga namun juga dengan tetap memperhatikan keberlanjutan kualitas lingkungan. Sebagai industri ekstraktif, harus diakui industri genting memiliki potensi merusak lingkungan.

Melihat keseriusan Presiden Prabowo menggulirkan program gentingisasi, mau tidak mau Kebumen harus bersiap. Sebuah peluang yang sayang jika sampai terlewatkan.

Sigit Tri Prabowo, anggota tim penyusun Naskah Sumber Arsip Memori Kolektif Bangsa (MKB) Genting Sokka Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Sigit Tri Prabowo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ember Tumpuk

    Mahasiswa IPB Edukasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menggunakan Ember Tumpuk

    • calendar_month Sel, 28 Sep 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.554
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sejumlah mahasiswa IPB asal Kebumen dengan bersama alumnus Pertanian IPB memberikan edukasi pengolahan sampah organik limbah rumah tangga kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mulyo Sari Desa Jatimulyo. Kegiatan dengan metode demonstrasi itu berlangsung di Balaidesa Jatimulyo, Minggu 26 September 2021. Selain menyediakan alat dan bahan berupa ember, para mahasiswa juga menyediakan contoh […]

  • PPDI se-Kabupaten Kebumen Gelar Silaturahmi, Ini Pesan Bupati Arif

    PPDI se-Kabupaten Kebumen Gelar Silaturahmi, Ini Pesan Bupati Arif

    • calendar_month Sen, 29 Apr 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.220
    • 0Komentar

    “Pemerintah Daerah juga harus punya hubungan vertikal yang baik dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat. Karena kita semua ini satu kesatuan, kebijakan di atas harus bisa sampai ke bawah, di mana desa adalah ujung tombak dari pemerintahan kita,” terangnya. Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya untuk melaksanakan tata aturan. Ia mengingatkan, banyak kepala desa dan perangkatnya […]

  • Geosite Lempung Warna di Desa Cangkring, Dulunya Dikenal dengan Kedung Grigis

    Geosite Lempung Warna di Desa Cangkring, Dulunya Dikenal dengan Kedung Grigis

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 9.875
    • 0Komentar

    Geosite Lempung Warna merupakan endapan olistrostrom dari Formasi Totogan dengan jenis batuan sedimen berukuran halus dan batu lempung. Ini menunjukkan fenomena longsoran bawah laut yang disebabkan oleh gravitasi. Warga lokal menamakan batuan ini batu pelangi disebabkan oleh variasi warna batuannya dari kuning, coklat, dan kemerahan sampai abu-abu kehitaman.

  • 60 Relawan PMI Kebumen Ikuti Pelatihan Water Rescue di Jembangan

    60 Relawan PMI Kebumen Ikuti Pelatihan Water Rescue di Jembangan

    • calendar_month Kam, 29 Feb 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    PONCOWARNO (KebumenUpdate.com) – Menjadi relawan lembaga kemanusiaan tentu harus memiliki skill/kemampuan di bidang spesialisasi, salah satunya water rescue atau penyelamatan di air. Baru-baru ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen mengadakan pelatihan water rescue atau teknik penyelamatan dan kedaruratan di air, Rabu 28 Februari 2024. Berlangsung di Jembangan Wisata Alam, Kecamatan Poncowarno, pelatihan water rescue […]

  • Kades Karangkembang

    Dituding Selewengkan Dana Desa, Kades Karangkembang Beberkan ke Mana Aliran Dananya

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.388
    • 0Komentar

    Beberapa data yang disampaikan oleh kades meliputi penyertaan modal BUMDes Ngudi Makmur Rp 100 juta. Sedangkan kegiatan belum dilaksanakan padahal uang sudah ditransfer ke rekening BUMDes. Beberapa program lainnya yang belum dilaksanakan meliputi, pengadaan bibit pisang dengan anggaran Rp 60.484.000, pengadaan bibit peternakan itik Rp 21.726.000, dukungan madrasah non formal Rp 1 juta, kegiatan penanganan […]

  • Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menengok Linda. (Foto: Istimewa)

    Tak Punya Biaya Berobat, Gadis Ini Enam Bulan Terbaring di Tempat Tidur

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.050
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di usianya yang ke-23 tahun, semestinya Linda Isdiyanti Soffia sedang mekar-mekarnya. Namun gadis ini kondisinya sangat memprihatinkan karena hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur di rumah orang tuanya di Gang Cempaka Nomor 21 RT 03 RW 03 Kelurahan Kebumen. Ya, sudah sekitar enam bulan Linda menderita sakit dan hanya tergeletak di […]

expand_less