Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kampanye 3M Bukan Sekadar Sosialisasi

Kampanye 3M Bukan Sekadar Sosialisasi

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 24 Nov 2020
  • visibility 1.460
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh: Isriyati *

PEMERINTAH terus mendengungkan pola 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) selain gerakan 3T (testing, tracing, dan treatment) sebagai alternatif solusi dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Gerakan ini digencarkan sembari menanti perkembangan vaksin Covid-19 di Indonesia yang rencananya baru bisa dilaksanakan akhir tahun atau paling lambat awal 2021.

Sayangnya, fakta di lapangan tidak sedikit masyarakat yang abai dan tidak peduli dengan kegiatan 3M tersebut. Masyarakat banyak yang sudah bosan dan jenuh dengan isu-isu yang berkaitan dengan Covid-19. Melakukan 3M menjadi sekadar formalitas seperti menggunakan masker yang pada akhirnya menjadi hiasan leher semata.

Sepertinya pemerintah mulai dari pusat hingga daerah perlu mengevaluasi kembali pola komunikasi yang dilakukan dalam mengkampayekan 3M ini. Pemerintah cenderung melakukan imbauan atau sosialisasi saja, sementara kita pahami bahwa semakin lama, masyarakat itu semakin tak peduli dengan Covid-19. Apalagi kampanye 3M ini baru ada eksposurnya sekitar 2-3 bulan yang lalu. Sedangkan fokus perhatian masyarakat pada Covid-19 sangat terasa ketika bulan Maret-April 2020.

Optimalkan Pola Komunikasi Kampanye 3M

Mengacu pada proses pembentukan opini menurut Ronald D. Smith (2003) dalam bukunya “Becoming A Public Relations Writing: A Writing Process Workbook for The Profession 2nd”, pembentukan opini pada masyarakat terjadi melalui beberapa tingkatan yakni awareness, acceptance, dan action.

Kesadaran masyarakat yang kurang bahkan cenderung menurun dan masa bodoh ini disebabkan masyarakat yang belum sepenuhnya aware (sadar) dan accept (menerima) terhadap perubahan perilaku. Kondisi ini menjadi masalah dalam pelaksanaannya (action).

Untuk itulah pemerintah dari berbagai level perlu mengoptimalkan kembali pola komunikasinya sehingga kampanye 3M ini tak mubazir, melalui;

Pertama, kampanye 3M yang dijalankan pemerintah masih sebatas to communicate, belum pada tahapan to engage dan to educate. Pesan kampanye 3M yang diterima oleh masyarakat masih sebatas sosialisasi, belum sampai pada pelibatan masyarakat dan mengedukasi masyarakat.

Harus ada penjelasan lebih detail terkait pesan 3M yang ingin disampaikan. Seperti jenis masker yang digunakan, alasan pelarangan masker tertentu, cara menggunakan masker, jaga jarak yang benar berapa meter, batasan kerumunan, bahkan kalau perlu jenis sabun apa yang efektif.

Kedua, pemerintah harus menjadi contoh yang baik dalam pelaksanaan 3M. Pejabat pemerintah maupun pejabat publik lainnya harus menjadi panutan dalam tindakan preventif penularan Covid-19 secara konkret.

Jangan menimbulkan misinterpretasi apalagi sampai membuat gaduh di masyarakat. Masyarakat dilarang melaksanakan ini itu, dipersulit ini itu, namun pemerintah menggelar ini itu dengan menyematkan pelaksanaan kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketiga, kebijakan yang tegas. Abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan ini tidak diimbangi dengan efek jera yang sepadan. Tim Satgas hanya melakukan imbauan bahkan sanksi yang diberikan masih sebatas push up atau menyapu jalan.

Pemerintah bisa mengambil ide sanksi yang diberikan pihak kepolisian jika pengendara tidak membawa surat berkendara secara lengkap. Sanksi berupa sejumlah nominal tertentu dan adanya catatan penegakan hukum yang berjalan dirasa lebih memberikan efek jera.

Keempat, libatkan komunitas. Menurut Paul B. Horton dan Chaster L. Hunt, komunitas merupakan kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi satu sama lainnya.

Pelibatan suatu masyarakat yang tergabung dalam komunitas menjadi kunci dalam kampanye 3M. Melalui komunitas pesan-pesan kampanye 3M lebih mudah dipahami karena melibatkan sosok/tokoh tertentu dalam komunitas tersebut. Apalagi anggota komunitas biasanya lebih loyal pada komunitas tersebut, sehingga harapan kesadaran masyarakat yang bermuara pada aksi nyata masyarakat untuk menjalankan 3M akan terbentuk bukan karena paksaan.

Kelima, menggerakan buzzer internal pemerintah. Setiap ASN ikut serta bertanggungjawab menjaga citra dan reputasi pemerintah, karena ASN memiliki label representasi kinerja pemerintah dan tersebar hingga ke pelosok wilayah terpencil sekalipun.

Untuk itulah, pemerintah harus mempu mengelola sumber daya manusianya untuk ikut serta dalam mengelola komunikasi dan informasi sebagai buzzer pemerintah dengan tujuan menyampaikan kebutuhan informasi yang baik terkait dengan setiap program kerja maupun kebijakan pemerintah. ***

*Isriyati,  Pranata Humas pada Pemerintah Kabupaten Kebumen
Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Topik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disdukcapil Kebumen Tetap Layani Masyarakat Saat Cuti Bersama Idulfitri, Simak Jadwalnya

    Disdukcapil Kebumen Tetap Layani Masyarakat Saat Cuti Bersama Idulfitri, Simak Jadwalnya

    • calendar_month Sel, 18 Apr 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.793
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Saat masa cuti bersama Idulfitri 1444 H, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kebumen tetap membuka pelayanan bagi masyarakat. Kepala Disdukcapil Kebumen Anna Ratnawati menyampaikan bahwa layanan Dukcapil akan buka pada 24 dan 25 April 2023 atau setelah lebaran Idulfitri. Di mana pada tanggal tersebut masih diberlakukan masa cuti bersama. Setelah itu, […]

  • Hadirkan Raisa, Katon dan Lilo, Konser Amal Peduli Disabilitas Kebumen Sukses Digelar

    Hadirkan Raisa, Katon dan Lilo, Konser Amal Peduli Disabilitas Kebumen Sukses Digelar

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.616
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (KebumenUpdate.com) – Konser amal untuk kaum disabilitas Ascendia Project berlangsung meriah. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran tiga penyanyi dari dua generasi membuat gelaran konser amal Medical Charity Night Concert 2019 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM Sabtu (21/9/2019) malam di  Ballroom The Rich Jogja Hotel. Ketiga artis itu yakni […]

  • Daftar Lengkap Pemenang Lomba May Day Kebumen

    Daftar Lengkap Pemenang Lomba May Day Kebumen

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 873
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Kabupaten Kebumen berlangsung meriah dengan pemberian penghargaan bagi para pemenang lomba video kreatif dan pekerja teladan. Acara yang digelar di Gedung Tribrata Polres Kebumen, Jumat 1 Mei 2026 ini menjadi ajang apresiasi bagi dedikasi para buruh di wilayah tersebut. Dalam kategori Lomba Video […]

  • Lukis Kipas Bambu

    Seru! Anak-anak RA Mutiara Islam Melukis Kipas Bambu di Embung Cangkring, Orang Tua Ikut Berebut Kuas

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.118
    • 0Komentar

    SADANG (KebumenUpdate.com) – Suasana keseruan dan kehebohan mewarnai agrowisata Embung Cangkring, Kecamatan Sadang, Kebumen, Kamis 29 Mei 2025. Sebanyak 29 murid RA Mutiara Islam Sadang Kulon antusias mengikuti kegiatan Melukis Kipas Bambu. Kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas dan jiwa wirausaha sejak dini tersebut, para siswa diajak melukis langsung di atas kipas bambu menggunakan cat […]

  • 53 % Tanah di Kebumen  Belum Bersertifikat

    53 % Tanah di Kebumen  Belum Bersertifikat

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.426
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) –  Kabupaten Kebumen dengan luas wilayah 158.000 hektare memiliki jumlah bidang tanah 1.169.843 bidang. Dari jumlah itu yang sudah bersertifikat mencapai 47 % atau 546.532 bidang dan sudah terpetakan 51 % atau 591.219 bidang. Artinya masih ada 53 % bidang tanah di kabupaten berslogan “Beriman “ itu yang belum bersertifikat. “Pada tahun 2023, […]

  • Asam Lambung

    Lambung Kaum Produktif: Mengapa Anak Muda Rentan Kena Asam Lambung?

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 830
    • 0Komentar

    KESIBUKAN padat, makan terburu-buru, dan kopi jadi sahabat setia — inilah rutinitas banyak anak muda masa kini. Tapi tahukah kamu, pola hidup seperti ini bisa memicu masalah serius di perut, salah satunya GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau lebih dikenal sebagai penyakit asam lambung? GERD terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan karena katup antara lambung […]

expand_less