Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kampanye 3M Bukan Sekadar Sosialisasi

Kampanye 3M Bukan Sekadar Sosialisasi

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 24 Nov 2020
  • visibility 1.433
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh: Isriyati *

PEMERINTAH terus mendengungkan pola 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) selain gerakan 3T (testing, tracing, dan treatment) sebagai alternatif solusi dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Gerakan ini digencarkan sembari menanti perkembangan vaksin Covid-19 di Indonesia yang rencananya baru bisa dilaksanakan akhir tahun atau paling lambat awal 2021.

Sayangnya, fakta di lapangan tidak sedikit masyarakat yang abai dan tidak peduli dengan kegiatan 3M tersebut. Masyarakat banyak yang sudah bosan dan jenuh dengan isu-isu yang berkaitan dengan Covid-19. Melakukan 3M menjadi sekadar formalitas seperti menggunakan masker yang pada akhirnya menjadi hiasan leher semata.

Sepertinya pemerintah mulai dari pusat hingga daerah perlu mengevaluasi kembali pola komunikasi yang dilakukan dalam mengkampayekan 3M ini. Pemerintah cenderung melakukan imbauan atau sosialisasi saja, sementara kita pahami bahwa semakin lama, masyarakat itu semakin tak peduli dengan Covid-19. Apalagi kampanye 3M ini baru ada eksposurnya sekitar 2-3 bulan yang lalu. Sedangkan fokus perhatian masyarakat pada Covid-19 sangat terasa ketika bulan Maret-April 2020.

Optimalkan Pola Komunikasi Kampanye 3M

Mengacu pada proses pembentukan opini menurut Ronald D. Smith (2003) dalam bukunya “Becoming A Public Relations Writing: A Writing Process Workbook for The Profession 2nd, pembentukan opini pada masyarakat terjadi melalui beberapa tingkatan yakni awareness, acceptance, dan action.

Kesadaran masyarakat yang kurang bahkan cenderung menurun dan masa bodoh ini disebabkan masyarakat yang belum sepenuhnya aware (sadar) dan accept (menerima) terhadap perubahan perilaku. Kondisi ini menjadi masalah dalam pelaksanaannya (action).

Untuk itulah pemerintah dari berbagai level perlu mengoptimalkan kembali pola komunikasinya sehingga kampanye 3M ini tak mubazir, melalui;

Pertama, kampanye 3M yang dijalankan pemerintah masih sebatas to communicate, belum pada tahapan to engage dan to educate. Pesan kampanye 3M yang diterima oleh masyarakat masih sebatas sosialisasi, belum sampai pada pelibatan masyarakat dan mengedukasi masyarakat.

Harus ada penjelasan lebih detail terkait pesan 3M yang ingin disampaikan. Seperti jenis masker yang digunakan, alasan pelarangan masker tertentu, cara menggunakan masker, jaga jarak yang benar berapa meter, batasan kerumunan, bahkan kalau perlu jenis sabun apa yang efektif.

Kedua, pemerintah harus menjadi contoh yang baik dalam pelaksanaan 3M. Pejabat pemerintah maupun pejabat publik lainnya harus menjadi panutan dalam tindakan preventif penularan Covid-19 secara konkret.

Jangan menimbulkan misinterpretasi apalagi sampai membuat gaduh di masyarakat. Masyarakat dilarang melaksanakan ini itu, dipersulit ini itu, namun pemerintah menggelar ini itu dengan menyematkan pelaksanaan kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketiga, kebijakan yang tegas. Abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan ini tidak diimbangi dengan efek jera yang sepadan. Tim Satgas hanya melakukan imbauan bahkan sanksi yang diberikan masih sebatas push up atau menyapu jalan.

Pemerintah bisa mengambil ide sanksi yang diberikan pihak kepolisian jika pengendara tidak membawa surat berkendara secara lengkap. Sanksi berupa sejumlah nominal tertentu dan adanya catatan penegakan hukum yang berjalan dirasa lebih memberikan efek jera.

Keempat, libatkan komunitas. Menurut Paul B. Horton dan Chaster L. Hunt, komunitas merupakan kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi satu sama lainnya.

Pelibatan suatu masyarakat yang tergabung dalam komunitas menjadi kunci dalam kampanye 3M. Melalui komunitas pesan-pesan kampanye 3M lebih mudah dipahami karena melibatkan sosok/tokoh tertentu dalam komunitas tersebut. Apalagi anggota komunitas biasanya lebih loyal pada komunitas tersebut, sehingga harapan kesadaran masyarakat yang bermuara pada aksi nyata masyarakat untuk menjalankan 3M akan terbentuk bukan karena paksaan.

Kelima, menggerakan buzzer internal pemerintah. Setiap ASN ikut serta bertanggungjawab menjaga citra dan reputasi pemerintah, karena ASN memiliki label representasi kinerja pemerintah dan tersebar hingga ke pelosok wilayah terpencil sekalipun.

Untuk itulah, pemerintah harus mempu mengelola sumber daya manusianya untuk ikut serta dalam mengelola komunikasi dan informasi sebagai buzzer pemerintah dengan tujuan menyampaikan kebutuhan informasi yang baik terkait dengan setiap program kerja maupun kebijakan pemerintah. ***

*Isriyati,  Pranata Humas pada Pemerintah Kabupaten Kebumen
Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Topik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • 60 Relawan PMI Kebumen Ikuti Pelatihan Water Rescue di Jembangan

    60 Relawan PMI Kebumen Ikuti Pelatihan Water Rescue di Jembangan

    • calendar_month Kam, 29 Feb 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.121
    • 0Komentar

    PONCOWARNO (KebumenUpdate.com) – Menjadi relawan lembaga kemanusiaan tentu harus memiliki skill/kemampuan di bidang spesialisasi, salah satunya water rescue atau penyelamatan di air. Baru-baru ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen mengadakan pelatihan water rescue atau teknik penyelamatan dan kedaruratan di air, Rabu 28 Februari 2024. Berlangsung di Jembangan Wisata Alam, Kecamatan Poncowarno, pelatihan water rescue […]

  • GP Ansor Kebumen

    GP Ansor Kebumen Adakan Lomba Baca Kitab Kuning, Ini Juaranya

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.296
    • 0Komentar

    ALIAN (KebumenUpdate.com) – Masih dalam rangkaian peringatan Harlah Gerakan Pemuda Ansor ke-89, PC GP Ansor Kebumen menggelar Lomba Baca Kitab Kuning (kitab Fathul Qorib), Minggu 21 Mei 2023. Lomba Baca Kitab Kuning yang terselenggara atas kerja sama dengan LBM PCNU Kebumen itu berlangsung di Pondok Pesantren Husnul Hidayah Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian. Lomba diikuti oleh […]

  • Kepala BNPB Resmikan Jembatan Weton Kulon Puring, Pulihkan Akses Vital Pasca-Bencana 2022

    Kepala BNPB Resmikan Jembatan Weton Kulon Puring, Pulihkan Akses Vital Pasca-Bencana 2022

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 453
    • 0Komentar

    PURING (KebumenUpdate.com) – Setelah lebih dari tiga tahun terputus akibat bencana banjir, Jembatan Weton Kulon yang menghubungkan Kecamatan Puring dan Kecamatan Buayan di Kebumen akhirnya diresmikan. Peresmian jembatan baru senilai Rp15,25 miliar ini dilakukan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto SSos MM, Selasa 4 November 2025.   Jembatan Weton Kulon beroperasi sejak tahun 2010 […]

  • Budidaya Burung Puyuh

    Inspirasi Bisnis: Budidaya Burung Puyuh, Telur Hingga Kotoran Jadi Cuan

    • calendar_month Rab, 2 Apr 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.156
    • 0Komentar

    Di Desa Kambangsari, Kecamatan Alian, Kebumen, Juniadi Prasetyo mengembangkan peluang bisnis yang menjanjikan: budidaya burung puyuh petelur. Dengan semangat kewirausahaan, Juniadi yang sehari-hari adalah seorang PNS di Pemkab Kebumen mengembangkan peternakan puyuhnya. Tidak hanya menghasilkan telur, tetapi juga memanfaatkan kotoran puyuh menjadi pupuk kandang yang bernilai ekonomis. Potensi Bisnis Telur Burung Puyuh yang Menggiurkan Juniadi […]

  • Safari Politik di Kebumen, Kaesang Pangarep dan Lilis-Zaeni Blusukan ke Pasar Pagi

    Safari Politik di Kebumen, Kaesang Pangarep dan Lilis-Zaeni Blusukan ke Pasar Pagi

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.470
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, bersama Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kebumen Nomor Urut 01, Lilis Nuryani-Zaeni Miftah, mengunjungi Pasar Pagi Kebumen dalam rangka safari politik, Rabu 9 Oktober 2024. Kaesang yang juga Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengatakan bahwa kunjungannya ke Pasar Pagi Kebumen pada dasarnya untuk […]

  • Sudaryono Bagikan 30 Unit Becak Listrik di Kabupaten Kebumen

    Sudaryono Bagikan 30 Unit Becak Listrik di Kabupaten Kebumen

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.213
    • 0Komentar

    SEMPOR (KebumenUpdate.com) – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Tengah, Sudaryono, melanjutkan safari politiknya di wilayah selatan Jateng setelah hari sebelumnya mengunjungi Purwokerto dan Cilacap. Kali ini, Sudaryono yang merupakan mantan asisten pribadi Prabowo Subianto dan bakal calon gubernur Jawa Tengah, membagikan 30 unit becak listrik kepada pengayuh becak di Desa Kalibeji Kecamatan Sempor Kabupaten […]

expand_less