Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Menengok Hutan Bakau Tanggulangin: Tentang Seleksi Alam dan Konsistensi yang Tersisa

Menengok Hutan Bakau Tanggulangin: Tentang Seleksi Alam dan Konsistensi yang Tersisa

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
  • visibility 286
  • comment 0 komentar

ADA lebih dari sepuluh kali langkah kaki ini membawa saya kembali ke tempat yang sama. Sebuah sudut sunyi di pesisir Kebumen yang di Google Maps saya sematkan nama tersendiri: Hutan Bakau Tanggulangin.

Letaknya masih satu hamparan dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanggulangin di Kecamatan Klirong, sebuah tempat di mana riuh angin laut berpadu dengan ketenangan muara Sungai Luk Ulo.

Sore itu, suasana begitu lengang saat kendaraan saya tepikan di halaman TPI. Jarang sekali lokasi ini ramai ketika saya datang—mungkin karena momentum kedatangan saya yang kerap tidak pas dengan ritme para nelayan saat bertolak atau kembali dari samudera.

Kendati sepi dari aktivitas pelelangan, deretan perahu nelayan tampak selalu setia bersandar merapat di dermaga setiap kali saya berkunjung ke sini.

Hari itu, Kamis, 14 Mei 2026. Selepas salat Asar, saya langsung meluncur membelah jalanan. Saya sengaja memilih jalur pintas, sebuah rute nostalgia yang sama persis dengan jalan yang kami lalui beberapa tahun silam saat hendak menanam bersama anak-anak.

Roda kendaraan bergulir melewati Desa Kedawung, Kedungwinangun, Karangglonggong, hingga akhirnya memasuki wilayah Desa Tanggulangin.

Melihat hamparan pesisir ini, ingatan saya seketika melayang pada anak-anak Gaspala SMAN 2 Kebumen. Tepat pada 26 Februari 2022 lalu, jemari-jemari muda mereka yang penuh semangat menancapkan bibit-bibit Rhizophora (bakau) di atas lumpur ini.

Berbicara tentang Gaspala, saya teringat kabar bahwa dalam waktu dekat organisasi pencinta alam ini akan melaksanakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Anggota Tetap serta alih kepengurusan. Semoga hajat itu berjalan lancar dan sukses.

Jarum jam menunjukkan pukul 16.30 WIB ketika saya tiba di lokasi. Ritme kehidupan agraris pesisir langsung menyapa mata.

Di kejauhan, terlihat seorang penderes dengan terampil memanjat pohon kelapa demi menyadap tetesan nira, sementara beberapa warga lainnya sibuk ngarit suket—mencari rumput segar untuk pakan ternak mereka.

Setelah memarkir kendaraan dengan aman, saya mulai berjalan kaki menyusuri jalan ke arah barat, menempuh jarak sekitar 200 meter.

Ada pemandangan yang berubah di sepanjang jalur ini. Beberapa kolam tambak udang milik warga yang dulunya produktif, kini tampak mangkrak dan tidak berfungsi lagi.

Sebagian di antaranya bahkan telah beralih rupa menjadi petak-petak sawah hijau. Akses utama menuju titik penanaman bakau yang hendak saya tengok ini memang berada persis di bantaran Sungai Luk Ulo.

Keberuntungan berpihak pada saya sore itu. Air sungai sedang surut, memberikan ruang yang cukup bagi langkah kaki ini untuk turun lebih dekat, menyentuh dasar lumpur tempat vegetasi bakau bertumpu.

Dari total 1.000 batang bibit yang kami tanam dahulu, sepertinya kini hanya tersisa sekitar 100-an pohon yang mampu bertahan hidup.

Alam semesta rupanya punya cara sendiri untuk menyeleksi. Dari sekian banyak bentangan hijau yang ditanam pada Februari 2022 lalu di pesisir Tanggulangin, hanya segelintir yang berhasil tegak berdiri menghadapi kerasnya hantaman pasang surut.

Meski secara kalkulasi matematis persentase keberhasilan ini tergolong kecil—hanya berada di kisaran angka 10 persen dan bisa dibilang kurang berhasil—saya memilih untuk tetap bersyukur.

Menyaksikan pohon-pohon yang tersisa itu sudah mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Mengingat kembali saat pertama kali ditanam, tingginya hanya sehasta manusia atau sekitar 60 sentimeter.

Kini, tinggi tanaman tersebut sudah sejajar, bahkan beberapa di antaranya telah melebihi tinggi badan saya sendiri. Ini adalah sebuah pengingat yang berharga bagi hidup kita: bahwa proses tumbuh itu senantiasa membutuhkan waktu, ketangguhan yang kokoh, dan tentu saja, sedikit keberuntungan.

Sambil menyapu pandangan ke arah timur, saya melihat secercah harapan baru. Tampak bentangan bibit bakau yang baru saja ditanam oleh kelompok lain.

Pemandangannya kontras dan segar, terlihat dari ajir-ajir atau tiang bambu penyangga yang masih berdiri tegak mengawal tunas-tunas muda tersebut agar tidak roboh diterjang arus.

Momen ini seketika membuka memori saya. Saat masih mengemban amanah sebagai pembina Gaspala, hampir setiap tahun agenda kami selalu diwarnai dengan aksi di bidang lingkungan hidup.

Baik itu saat kami hadir memenuhi undangan dari pihak eksternal, maupun ketika kami bergerak mandiri merancang program sendiri.

Jika memori saya tidak keliru, awal mula saya masuk sebagai pembina pada tahun 2019, kami ikut serta dalam aksi tanam bakau di kawasan Kaliratu, Desa Jogosimo—sebuah wilayah yang berada di sisi seberang, sedikit melipir ke arah barat dari posisi saya berdiri saat ini.

Aksi kala itu digerakkan bersama pengurus Gaspala Angkatan 27 dan 28 dalam acara World Clean Up Day.

Namun, jika ditarik jauh ke belakang, tonggak sejarah reboisasi pesisir oleh Gaspala sejatinya dimulai pada tahun 2010. Itulah awal mula Gaspala concern pada kelestarian bakau.

Waktu itu, lokasinya bertempat di Laguna Lembupurwo yang berbatasan langsung dengan Desa Wiromartan di Kecamatan Mirit. Saya masih mengingat setiap detailnya dengan sangat baik.

Bersama Rozak dari Angkatan 17 dan kawan-kawan lainnya, kami menerobos medan melakukan survei lokasi.

Hingga pada hari pelaksanaan, acara tersebut berlangsung masif dengan mengundang Dinas Kehutanan saat itu, Polsek, Koramil Mirit, serta tak ketinggalan kru Ratih TV Kebumen (sekarang Kebumen TV) yang datang meliput aksi lingkungan kami.

Lokasi monumental di Lembupurwo itu sempat saya kunjungi kembali pada tahun 2016, tepat enam tahun pasca-penanaman. Hasilnya sungguh luar biasa. Kawasan yang awalnya gersang dan gundul, kini telah berubah total menjadi hamparan hutan bakau yang tumbuh tinggi, rimbun, dan teduh menaungi pesisir.

∗∗∗

Setelah puas mengambil beberapa dokumentasi foto dan video dari ujung ke ujung, serta merasa memori digital dan batin saya sudah tercukupi, saya memutuskan untuk menyudahi agenda jalan-jalan sore ini. Sembari melangkah meninggalkan area muara, sebaris doa mengalir.

Semoga dari tiap jengkal pohon bakau yang berhasil tumbuh ini, kelak dapat mengalirkan manfaat yang luas bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dan yang tidak kalah penting, semoga aksi ini menjelma menjadi estafet kegiatan yang berkelanjutan, yang terus dirawat oleh generasi muda penerus bangsa. Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana penyerahan hadiah televisi kepada pelanggan setia Muncul Group. (Foto: Istimewa)

    Manjakan Pelanggan Setia, Muncul Group Bagikan 200 Televisi Saat Pandemi Corona

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.154
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Di tengah pandemi Covid-19, Muncul Group (Automotif Division), Muncul Bursa Motor Gombong, Muncul Motor Kebumen dan Kawasaki Sentral Kebumen tetap memanjakan pelanggan setianya. Bagaimana tidak, menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H ini, Muncul Group membagikan 200 unit televisi LED 32 inchi kepada para pelanggan setia, Rabu 20 Mei 2020. Dalam acara […]

  • Sedulur Kebumen

    Rumah Direhab “Sedulur Kebumen”, Om Yudianto Kini Bisa Tidur Nyenyak

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.422
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Yudianto (74) tak kuasa berkata-kata saat diminta menceritakan bagaimana kondisi rumahnya sekarang ini. Dengan tertutup masker, dia masih terlihat sesenggukan terharu hingga terbata-bata saat menyampaikan kalimat. Ya, rumah Om Yudianto yang berada di kawasan padat penduduk Kampung Keposan, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Kebumen yang sebelumnya ambruk telah selesai direhab oleh komunitas Sedulur Kebumen. Rumah Rusak, […]

  • Kabar Gembira! Pemkab Kebumen Berikan THR untuk Pegawai Non-ASN, Kades, dan Perangkat Desa

    Kabar Gembira! Pemkab Kebumen Berikan THR untuk Pegawai Non-ASN, Kades, dan Perangkat Desa

    • calendar_month Sab, 22 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen kembali memberikan kabar gembira menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Kali ini, Pemkab Kebumen memastikan akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) atau tambahan jasa bagi pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN), serta tambahan penghasilan (Tamsil) untuk Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat Desa. Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam […]

  • Perangkat Desa

    Empat Perangkat Desa Karangsari Dilantik, Ini Daftarnya

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.501
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Empat posisi perangkat Desa Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Kebumen akhirnya terisi setelah dua tahun kosong. Kepala Desa Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Kebumen Endrata melantik empat aparatur desa tersebut di balai desa setempat, Selasa 22 Maret 2022. Para aparatur desa yang dilantik merupakan hasil penjaringan yang dilaksanakan selama dua bulan. Tim penjaringan sebanyak 11 orang berasal dari […]

  • Berani Menjawab Pertanyaan Bupati, Siswa SMAN 1 Mirit Dapat Tiket Pesawat Gratis

    Berani Menjawab Pertanyaan Bupati, Siswa SMAN 1 Mirit Dapat Tiket Pesawat Gratis

    • calendar_month Jum, 24 Nov 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.469
    • 0Komentar

    MIRIT (KebumenUpdate.com) – Peserta didik SMAN 1 Mirit mendapat kesempatan berdialog bersama Bupati Kebumen Arif Sugiyanto pada program Forkopimda Mengajar, Jumat 24 November 2023. Bagi peserta didik yang berani maju untuk menyampaikan pendapat atau pertanyaan yang diajukan ke bupati dan forkopimda, mereka mendapat hadiah. Tak tanggung-tanggung, bupati juga memberikan 10 tiket pesawat gratis kepada siswa […]

  • 105 KPM PKH Kecamatan Ayah Wisuda Mandiri, Wabup Kebumen Beri Apresiasi

    105 KPM PKH Kecamatan Ayah Wisuda Mandiri, Wabup Kebumen Beri Apresiasi

    • calendar_month Sen, 30 Des 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.654
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 105 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Kecamatan Ayah, Kebumen berhasil diwisuda secara mandiri.  Wisuda  dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH pada Gebyar Wisuda PKH 2019 Keluarga Besar PKH Kecamatan Ayah di Wisata Goa Petruk, Minggu, 29 Desember 2019. Turut hadir  Forkopimcam Ayah, Korwil […]

expand_less