Geopreneurship: Strategi Etis dalam Memajukan Ekonomi di Kawasan Geopark Kebumen
- account_circle Supriyono
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 196
- comment 0 komentar

Supriyono. (Foto: Dok. Pribadi)
PENETAPAN Geopark Kebumen sebagai UNESCO Global Geopark pada April 2025 membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan pengakuan dunia tersebut, Kebumen tidak hanya dipandang sebagai kawasan wisata geologi, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi berkelanjutan berbasis kekayaan alam dan budaya lokal.
Berdasarkan data Badan Pengelola Geopark Kebumen (2026), kawasan ini memiliki 42 situs geologi yang menjadi aset penting daerah. Potensi tersebut menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), akademisi, hingga masyarakat untuk menjaga keberlanjutan geopark sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Permasalahan: Dilema Keuntungan dan Keberlanjutan
Di tengah peluang besar tersebut, tantangan utama masih muncul dari pola pikir sebagian pelaku usaha yang cenderung mengejar keuntungan jangka pendek dibanding menjaga keberlanjutan lingkungan. Masalah klasik dalam dunia usaha adalah pandangan bahwa etika hanyalah pelengkap.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kebumen pada tahun 2025, jumlah UMKM mencapai 56.466 unit (Sekretariat DPRD Kabupaten Kebumen, 2025). Angka tersebut menunjukkan besarnya kekuatan ekonomi lokal, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan dalam membangun kesadaran bisnis berkelanjutan.
Masih banyak pelaku UMKM yang melihat bisnis sebagai entitas terpisah dari lingkungan sekitarnya. Ini dapat dilihat dari masih adanya kecenderungan pelaku usaha yang hanya fokus pada keuntungan jangka pendek tanpa mempedulikan dampak jangka panjang terhadap ekosistem geopark.
Contohnya saja masih ada beberapa pelaku UMKM di tempat wisata yang pengelolaan sampahnya masih belum optimal. Selain itu masih sedikit upaya pelaku UMKM yang “menjual” narasi edukasi Geopark Kebumen dalam produk maupun jasa yang merea tawarkan.
Tanpa kesadaran etis pelaku UMKM ini, status Kebumen UNESCO Global Geopark hanya akan menjadi label administratif saja tanpa dampak nyata terhadap konservasi dan pembangunan ekonomi masyarakat untuk keberlanjutan Geopark Kebumen.
Pembahasan: Etika sebagai Strategi Pemenang
Etika bisnis saat ini tidak sekadar soal kejujuran bisnis. Dalam konteks Kebumen, etika bisnis dapat bertransformasi menjadi Geopreneurship. Dalam konsep ini pelaku UMKM tidak hanya mengambil untung dari keindahan alam Geopark Kebumen, tetapi juga berkontribusi pada keberlangsungannya.
Berdasarkan informasi dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen, Geopark Kebumen tidak hanya dipandang sebagai kawasan wisata geologi, tetapi juga sebagai kawasan pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, dan ekonomi masyarakat.(Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen, 2026).
Konsep tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan geopark sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholder Theory) yang menempatkan pengusaha, pelanggan, masyarakat lokal, dan situs geologi sebagai pihak yang memiliki kepentingan yang sama. (Freeman, 1984).
Dengan menyadari bahwa kelestarian situs geopark adalah modal bersama maka bisnis yang etis di Kebumen dapat diterapkan. Selain itu pengembangan geopark juga membutuhkan tata kelola yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan (Ristiawan et al., 2023).
Selain itu, keberhasilan geopark sangat dipengaruhi oleh keterlibatan stakeholder dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan wisata berkelanjutan (Rahmatin & Nawangsari, 2025).
Jika pedagang UMKM di Sagara View Karangbolong Kebumen mempromosikan geopark melalui souvenir bertema geopark dan narasi menu, pengusaha sewa alat camping di Pantai menganti juga dapat melakukan hal yang sama, misalnya saja dengan mencatumkan logo Geopark Kebumen atau informasi geopark di tenda camping yang disewakan.
Apabila hal ini dilakukan maka pelaku UMKM tersebut tidak hanya menjual makanan dan jasa tetapi juga menjual pengalaman dan pengetahuan geopark kepada pelanggannya. Prinsip ini sesuai dengan teori Triple Bottom Line (Profit, People, Planet). (Elkington, 1997). Pelaku UMKM mampu menjual produk lokal sambil menyisipkan narasi edukasi geopark di dalamnya. Dengan demikian, usaha yang dijalankan berbanding lurus dengan upaya konservasi geopark.
Pelaku UMKM di wilayah Geopark diharapkan tidak hanya mengekploitasi keindahan geopark tetapi juga harus dapat menjaga warisan geopark agar tetap lestari. Hal ini sesuai dengan Teori Kepengurusan (Stewardship Theory) yang menekankan para pelaku usaha memiliki tanggung jawab moral untuk mewariskan kekayaan alam kepada generasi mendatang dalam kondisi yang tetap terjaga baik. (Donaldson & Davis, 1991)
Tanggung jawab etis untuk mempromosikan Geopark kebumen demi keberlanjutan oleh para pelaku UMKM itu penting karena produk yang membawa narasi geologi dan budaya Kebumen memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar global.
Selain itu untuk keberlangsungan ekosistem perlu adanya bisnis yang ramah lingkungan guna memastikan aset wisata yang menjadi sumber penghasilan tidak rusak untuk generasi mendatang. Etika bisnis pelaku usaha menuntut pemberdayaan masyarakat lokal agar kemajuan Geopark Kebumen dapat dirasakan secara merata.
Kesimpulan
Etika bisnis di Kebumen saat ini tidak bisa dilepaskan dari semangat menjaga Geopark Kebumen Keberhasilan ekonomi daerah harus bersinergi dengan visi konservasi dan edukasi yang diusung oleh UNESCO Global Geopark. Pelaku UMKM yang etis adalah mereka yang menyadari bahwa keberlanjutan bisnis mereka sangat bergantung pada kelestarian alam Kebumen.
Untuk mewujudkan ekosistem bisnis yang mendukung terhadap Geopark Kebumen, diperlukan langkah nyata antara lain:
- Literasi Geopark bagi pelaku UMKM dengan cara Pemerintah Kabupaten Kebumen bekerjasama dengan Badan Pengelola Geopark memberikan edukasi mendalam kepada pelaku UMKM tentang kelestarian Geopark Kebumen agar mereka mampu menyampaikannya kepada konsumen.
- Literasi etika bisnis kepada para pelaku UMKM oleh akademisi. Menurut Universitas Putra Bangsa (2025), perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam penguatan literasi bisnis dan pemberdayaan UMKM daerah dengan cara melaksanakan kegiatan pelatihan, seminar, pengabdian masyarakat, dan pendampingan UMKM.
- Setiap pelaku UMKM di Kebumen selayaknya bisa menyediakan pojok informasi geopark yang memperkenalkan situs-situs Geopark kepada konsumennya.
- Pemberian insentif atau penghargaan bagi pelaku UMKM yang telah mempromosikan geopark di tempat usahanya.
- UMKM lokal untuk dapat memproduksi barang bertemakan Geopark atau mencatumkan informasi geopark di produknya, sehingga keberlanjutan geopark semakin terjaga
Geopark Kebumen adalah warisan yang tak ternilai harganya dan merupakan rumah besar bagi nadi kehidupan ekonomi masyarakat. Sinergi nyata antara pemerintah, swasta, akademi dan komunitas menjadi kunci utama untuk meninggalkan warisan bagi generasi yang akan datang. *** Makin tahu Indonesia
Daftar Literatur
Badan Pengelola Geopark Kebumen. (2025, April 17). Kebumen Geopark Resmi Diakui oleh Dunia. https://geoparkkebumen.id/kebumen-geopark-resmi-diakui-oleh-dunia/
Badan Pengelola Geopark Kebumen. (2026). History of Geopark Kebumen: The Glowing Mother Earth of Java. https://geoparkkebumen.id
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen. (2026). Ringkasan Geopark Kebumen. Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Donaldson, L., & Davis, J. H. (1991). Stewardship theory or agency theory: CEO governance and shareholder returns. Australian Journal of Management, 16(1), 49–64. https://doi.org/10.1177/031289629101600103
Elkington, J. (1997). Cannibals with forks: The triple bottom line of 21st century business. Capstone Publishing
Freeman, R. E. (1984). Strategic management: A stakeholder approach. Pitman Publishing
Ristiawan, R., Huijbens, E., & Peters, K. (2023). Projecting development through tourism: Patrimonial governance in Indonesian geoparks. Land, 12(1), 223. https://doi.org/10.3390/land12010223
Kebumen Update. (2025, April 16). Geopark Kebumen dan Geopark Meratus Resmi Berstatus UNESCO Global Geoparks.
Rahmatin, L. S., & Nawangsari, E. R. (2025). Analysis of sustainable tourism development in the Ijen UNESCO Global Geopark Area. E-Journal of Tourism, 12(1), 49–63. https://doi.org/10.24922/eot.v12i1.124262
Sekretariat DPRD Kabupaten Kebumen. (2025). Fraksi DPRD Sambut Positif Raperda Pemberdayaan, Pengembangan dan Perlindungan Usaha Mikro. Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Universitas Putra Bangsa. (2025). Rencana Strategis (Renstra) Universitas Putra Bangsa 2021-2025: Penguatan Inkubasi Bisnis dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal. UPB Press.
Supriyono, Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Putra Bangsa Kebumen.
- Penulis: Supriyono








Saat ini belum ada komentar