Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Kepemimpinan Berkelanjutan: Integrasi Etika Bisnis dan Konservasi Lingkungan di Wilayah Pesisir Kebumen

Kepemimpinan Berkelanjutan: Integrasi Etika Bisnis dan Konservasi Lingkungan di Wilayah Pesisir Kebumen

  • account_circle Rizkina Kusumawardani SE
  • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
  • visibility 555
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

A. Pendahuluan

    Wilayah pesisir merupakan salah satu kawasan yang memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan masyarakat. Kawasan ini menjadi pusat aktivitas ekonomi seperti perikanan, perdagangan, transportasi laut, dan pariwisata. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, wilayah pesisir juga menyimpan berbagai sumber daya alam yang berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem laut.

    Namun, perkembangan aktivitas ekonomi yang semakin meningkat sering kali menyebabkan tekanan terhadap lingkungan pesisir. Berbagai masalah seperti pencemaran laut, abrasi pantai, eksploitasi sumber daya berlebihan, serta kerusakan ekosistem mangrove menjadi tantangan serius dalam pengelolaan wilayah pesisir. Menurut Perdani et al. (2025), pembangunan wilayah pesisir yang tidak memperhatikan aspek lingkungan dapat menimbulkan kerusakan ekosistem yang berdampak pada menurunnya kualitas hidup masyarakat pesisir.

    Kabupaten Kebumen merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang memiliki kawasan pesisir dengan potensi ekonomi cukup besar. Wilayah pesisir Kebumen dikenal memiliki objek wisata pantai, sumber daya perikanan, dan potensi ekonomi masyarakat berbasis kelautan. Akan tetapi, pemanfaatan sumber daya pesisir yang tidak terkelola secara baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Aktivitas ekonomi yang terlalu berorientasi pada keuntungan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan dapat mengancam keberlanjutan sumber daya pesisir di masa depan.

    Dalam menghadapi permasalahan tersebut, diperlukan kepemimpinan berkelanjutan yang mampu mengintegrasikan kepentingan ekonomi dengan konservasi lingkungan. Kepemimpinan berkelanjutan merupakan bentuk kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan dalam jangka panjang. Hutahuruk et al. (2023) menjelaskan bahwa kepemimpinan lingkungan memiliki pengaruh penting terhadap terciptanya praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Selain kepemimpinan, penerapan etika bisnis juga menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan pesisir yang berkelanjutan. Etika bisnis mengajarkan bahwa kegiatan ekonomi harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Dengan adanya integrasi antara kepemimpinan berkelanjutan, etika bisnis, dan konservasi lingkungan, maka pembangunan wilayah pesisir Kebumen diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak kelestarian lingkungan.

    B. Metodologi Penelitian

    Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan ini digunakan untuk memahami secara mendalam mengenai integrasi kepemimpinan berkelanjutan, etika bisnis, dan konservasi lingkungan di wilayah pesisir Kebumen.

    Sumber data yang digunakan berasal dari studi literatur berupa jurnal ilmiah, artikel akademik, buku, dan dokumen pendukung lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu.

    C. Hasil dan Pembahasan

    1. Konsep Kepemimpinan Berkelanjutan dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir

    Kepemimpinan berkelanjutan merupakan konsep kepemimpinan yang mengutamakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam proses pembangunan. Kepemimpinan ini menekankan pentingnya tanggung jawab jangka panjang terhadap keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks wilayah pesisir, kepemimpinan berkelanjutan menjadi sangat penting karena kawasan pesisir memiliki ekosistem yang rentan terhadap kerusakan akibat aktivitas manusia.

    Pemimpin yang menerapkan prinsip keberlanjutan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari setiap kebijakan yang diambil. Menurut Rumambi (2024), pemimpin yang memiliki orientasi lingkungan mampu memengaruhi perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian alam melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan kebijakan yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki peran besar dalam membentuk budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.

    Dalam pengelolaan wilayah pesisir Kebumen, kepemimpinan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui pengembangan kebijakan yang mendukung konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Pemimpin daerah harus mampu mendorong pembangunan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan ekosistem pesisir. Kebijakan pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem yang berdampak pada kehidupan masyarakat pesisir dalam jangka panjang.

    Selain itu, kepemimpinan berkelanjutan juga berkaitan dengan kemampuan pemimpin dalam membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pengelolaan wilayah pesisir tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, akademisi, organisasi lingkungan, dan sektor swasta. Dengan adanya kerja sama yang baik, berbagai program konservasi lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

    Konsep green leadership atau kepemimpinan hijau juga menjadi bagian penting dalam kepemimpinan berkelanjutan. Green leadership menekankan pentingnya penerapan prinsip ramah lingkungan dalam setiap kebijakan dan aktivitas pembangunan. Hutahuruk et al. (2023) menjelaskan bahwa kepemimpinan lingkungan memiliki pengaruh positif terhadap keberlanjutan bisnis dan peningkatan kualitas lingkungan. Oleh sebab itu, pemimpin di wilayah pesisir Kebumen harus mampu menjadi teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata dan kebijakan yang berpihak pada konservasi alam.

    Kepemimpinan berkelanjutan juga memerlukan kemampuan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kawasan pesisir merupakan salah satu wilayah yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut, abrasi pantai, dan cuaca ekstrem.

    Pemimpin yang visioner harus mampu menyusun strategi adaptasi dan mitigasi untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan melindungi masyarakat pesisir dari dampak bencana alam. Selain aspek lingkungan, kepemimpinan berkelanjutan juga harus memperhatikan kesejahteraan sosial masyarakat pesisir.

    Banyak masyarakat pesisir yang masih menghadapi masalah kemiskinan, keterbatasan pendidikan, dan rendahnya akses terhadap fasilitas publik. Oleh karena itu, pembangunan wilayah pesisir harus dilakukan secara inklusif dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Kepemimpinan yang partisipatif dapat meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap program pembangunan sehingga pelaksanaan program menjadi lebih efektif.

    Penerapan kepemimpinan berkelanjutan juga dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesadaran lingkungan masyarakat. Edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir perlu dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat memahami dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan mereka. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, maka upaya konservasi lingkungan akan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pembangunan daerah, kepemimpinan berkelanjutan dapat menjadi solusi untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

    Pemimpin daerah perlu mendorong pengembangan sektor ekonomi berbasis lingkungan seperti ekowisata, perikanan berkelanjutan, dan usaha kreatif berbasis sumber daya lokal. Pendekatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak lingkungan pesisir. Dengan demikian, kepemimpinan berkelanjutan merupakan faktor penting dalam menciptakan pengelolaan wilayah pesisir yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

    Kepemimpinan yang visioner, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan mampu menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir Kebumen bagi generasi sekarang dan mendatang.

    2. Integrasi Etika Bisnis dalam Konservasi Lingkungan

    Etika bisnis merupakan seperangkat nilai dan prinsip moral yang digunakan dalam menjalankan aktivitas ekonomi agar tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan. Dalam konteks pembangunan wilayah pesisir, etika bisnis memiliki peran penting dalam mencegah eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dan tidak bertanggung jawab. Aktivitas ekonomi yang hanya berorientasi pada keuntungan tanpa memperhatikan dampak lingkungan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem pesisir yang sulit diperbaiki.

    Menurut Hutahuruk et al. (2023), penerapan etika bisnis berbasis lingkungan dapat menciptakan keberlanjutan usaha sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup. Etika bisnis mengajarkan bahwa setiap kegiatan usaha harus memperhatikan dampak sosial dan ekologis sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan secara seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan.

    Di wilayah pesisir Kebumen, integrasi etika bisnis dapat dilakukan melalui pengembangan usaha yang berbasis keberlanjutan. Misalnya, usaha perikanan harus memperhatikan kelestarian sumber daya laut dengan menghindari penggunaan alat tangkap yang merusak ekosistem. Penangkapan ikan yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan populasi ikan dan mengganggu keseimbangan ekosistem laut. Selain sektor perikanan, sektor pariwisata pesisir juga perlu menerapkan prinsip etika bisnis.

    Pengembangan wisata pantai harus dilakukan dengan memperhatikan kapasitas lingkungan dan menjaga kebersihan kawasan wisata. Pengelola wisata perlu menyediakan fasilitas pengelolaan sampah dan melakukan edukasi kepada wisatawan agar tidak merusak lingkungan pesisir.

    Penerapan etika bisnis juga berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Program CSR dapat diwujudkan melalui kegiatan penanaman mangrove, pembersihan pantai, bantuan kepada masyarakat nelayan, dan pengembangan usaha kecil berbasis lingkungan. Dengan adanya program CSR, perusahaan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Atikawati et al. (2019) menjelaskan bahwa penerapan etika lingkungan dalam pengelolaan wilayah pesisir mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi alam. Oleh karena itu, pelaku usaha harus memahami bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan bagian penting dari keberlangsungan usaha mereka sendiri. Selain itu, penerapan etika bisnis juga dapat meningkatkan citra positif perusahaan di mata masyarakat. Konsumen saat ini cenderung lebih mendukung produk dan jasa yang dihasilkan melalui proses yang ramah lingkungan.

    Integrasi etika bisnis dalam pembangunan wilayah pesisir juga dapat membantu mengurangi konflik sosial. Konflik sering terjadi akibat perebutan sumber daya alam atau dampak pencemaran lingkungan yang merugikan masyarakat sekitar. Dalam jangka panjang, penerapan etika bisnis dapat menciptakan pembangunan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan. Keuntungan ekonomi yang diperoleh melalui cara yang bertanggung jawab akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi generasi mendatang. Oleh sebab itu, etika bisnis harus menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas ekonomi di wilayah pesisir Kebumen.

    3. Konservasi Lingkungan Sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan

    Konservasi lingkungan merupakan upaya perlindungan, pelestarian, dan pengelolaan sumber daya alam agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dalam konteks wilayah pesisir, konservasi lingkungan menjadi sangat penting karena kawasan pesisir memiliki ekosistem yang sensitif terhadap perubahan lingkungan dan aktivitas manusia.

    Wilayah pesisir memiliki berbagai ekosistem penting seperti hutan mangrove, terumbu karang, dan padang lamun. Ekosistem tersebut berfungsi sebagai habitat berbagai biota laut, pelindung pantai dari abrasi, serta penyeimbang ekosistem laut. Kerusakan terhadap salah satu ekosistem tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat pesisir.

    Menurut Perdani et al. (2025), kerusakan lingkungan pesisir di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran laut, eksploitasi sumber daya berlebihan, dan pembangunan yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan.

    Salah satu bentuk konservasi yang dapat diterapkan di wilayah pesisir Kebumen adalah rehabilitasi hutan mangrove. Mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang laut. Selain itu, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya yang mendukung kehidupan nelayan. Faqih et al. (2025) menjelaskan bahwa pengelolaan mangrove berbasis masyarakat mampu meningkatkan efektivitas konservasi lingkungan pesisir. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi dapat meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Selain rehabilitasi mangrove, pengelolaan sampah pesisir juga menjadi bagian penting dalam konservasi lingkungan. Sampah plastik yang mencemari laut dapat merusak ekosistem dan membahayakan kehidupan biota laut.

    Konservasi lingkungan juga dapat dilakukan melalui pengembangan kawasan wisata berbasis ekowisata. Ekowisata merupakan konsep wisata yang mengutamakan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Selain memberikan manfaat ekologis, konservasi lingkungan juga memiliki manfaat ekonomi dalam jangka panjang. Lingkungan yang terjaga dengan baik dapat meningkatkan daya tarik wisata dan menjaga keberlangsungan sumber daya perikanan. Dengan demikian, konservasi lingkungan tidak hanya penting bagi kelestarian alam tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung upaya konservasi lingkungan melalui kebijakan dan pengawasan yang efektif. Selain itu, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta juga diperlukan agar program konservasi dapat berjalan secara optimal. Dengan adanya konservasi lingkungan yang baik, pembangunan wilayah pesisir Kebumen dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan bagi generasi sekarang dan mendatang.

    4. Tantangan Kepemimpinan Berkelanjutan di Wilayah Pesisir Kebumen

    Penerapan kepemimpinan berkelanjutan di wilayah pesisir Kebumen menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Sebagian masyarakat masih memandang bahwa sumber daya alam dapat dimanfaatkan tanpa batas sehingga menyebabkan eksploitasi berlebihan. lemahnya pengawasan terhadap aktivitas ekonomi di wilayah pesisir juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan konservasi lingkungan.

    Saputra et al. (2025) menyatakan bahwa kebijakan pembangunan sering kali lebih berorientasi pada kepentingan ekonomi dibandingkan perlindungan lingkungan. Tantangan lainnya adalah keterbatasan fasilitas dan pendanaan dalam pengelolaan lingkungan pesisir. Program konservasi sering mengalami kendala akibat kurangnya dukungan dana dan minimnya koordinasi antar lembaga.

    Selain itu, perubahan iklim dan meningkatnya pencemaran laut juga menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. Kurangnya edukasi lingkungan kepada masyarakat juga menyebabkan rendahnya partisipasi dalam program konservasi. Oleh sebab itu, diperlukan kepemimpinan yang mampu membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

    5. Strategi Pengembangan Kepemimpinan Berkelanjutan

    Pengembangan kepemimpinan berkelanjutan di wilayah pesisir Kebumen dapat dilakukan melalui berbagai strategi. Salah satu strategi utama adalah memperkuat kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam pengelolaan wilayah pesisir. Pemerintah daerah perlu membuat kebijakan yang mendukung konservasi lingkungan seperti pengendalian pencemaran laut, perlindungan kawasan mangrove, dan pengawasan terhadap eksploitasi sumber daya laut. Selain itu, pendidikan lingkungan juga perlu ditingkatkan melalui sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat pesisir.

    Suparyanto et al. (2024) menjelaskan bahwa edukasi peduli pesisir mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan laut. Dengan adanya edukasi yang berkelanjutan, masyarakat dapat lebih memahami dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan mereka.

    Pengembangan ekonomi berbasis ekowisata juga dapat menjadi strategi dalam mendukung pembangunan pesisir berkelanjutan. Ekowisata mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, pelaku usaha perlu didorong untuk menerapkan prinsip bisnis hijau dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

    D. Kesimpulan

    Kepemimpinan berkelanjutan memiliki peran penting dalam mengintegrasikan etika bisnis dan konservasi lingkungan di wilayah pesisir Kebumen. Kepemimpinan yang berorientasi pada keberlanjutan mampu menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan melalui kebijakan yang partisipatif dan bertanggung jawab. Penerapan etika bisnis dalam pengelolaan wilayah pesisir dapat dilakukan melalui pengembangan bisnis hijau, tanggung jawab sosial perusahaan, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

    Sementara itu, konservasi lingkungan menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dari ancaman abrasi, pencemaran, dan eksploitasi berlebihan. Keberhasilan pembangunan wilayah pesisir Kebumen membutuhkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

    Dengan kepemimpinan yang visioner dan berbasis keberlanjutan, pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan secara seimbang demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam.

    E. Referensi

    Atikawati, D., Gunawan, T., & Sunarto. (2019). Penerapan etika lingkungan dalam pengelolaan wilayah kepesisiran Tuban. Jurnal Geografi Geografi dan Pengajarannya. Diakses dari https://journal.unesa.ac.id/index.php/jg/article/view/4830

    Daaris, Y. Y., & Marwah. (2024). Sinergi kebijakan publik dan pengelolaan sumber daya alam dalam pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir Kabupaten Bima. Jurnal Ilmu Administrasi Negara. Diakses dari https://jurnal.universitasmbojobima.ac.id/index.php/jian/article/view/251

    Faqih, A., Hamidun, M. S., Panai, A. H., & Rahim, S. (2025). Studi pengelolaan mangrove dan penerapan prinsip etika lingkungan pada keberlanjutan ekosistem pesisir. Journal of Fisheries Agribusiness. Diakses dari https://jurnalvokasi.ung.ac.id/ijfa/index.php/ijfa/article/view/35

    Hutahuruk, M., Sudarno, Andi, Suhardjo, & Kudri, M. W. (2023). Etika bisnis, keunggulan bersaing hijau, dan kepemimpinan lingkungan terhadap kinerja bisnis berkelanjutan. Procuratio Jurnal Ilmiah Manajemen. Diakses dari https://ejournal.pelitaindonesia.ac.id/ojs32/index.php/PROCURATIO/article/view/4140

    Perdani, A. S., Umar, G., Dewata, I., & Amar, S. (2025). Pembangunan berkelanjutan di pesisir Indonesia: Tantangan dan solusi atas ancaman lingkungan. Journal of Current Research in Humanities, Social Sciences, and Business. Diakses dari https://ejournal.hakhara-institute.com/HSSB/article/view/73

    Rumambi, F. J. (2024). Dinamika pemimpin dalam kelestarian lingkungan hidup Indonesia. Jurnal Manajemen Dinamis. Diakses dari https://journalversa.com/s/index.php/jmd/article/view/4281

    Saputra, H. Y., Syah, N., & Azhar, A. (2025). Penerapan prinsip etika lingkungan pada kebijakan pembangunan berkelanjutan: Studi literatur. RIGGS Journal. Diakses dari https://journal.ilmudata.co.id/index.php/RIGGS/article/view/2372

    Suparyanto, Hudori, H. A., Pebriani, L. S., Fauzi, R. A., & Mujahidin. (2024). Edukasi peduli pesisir dalam upaya membangun wisata bahari yang sustainable. Qardhul Hasan Media Pengabdian kepada Masyarakat. Diakses dari https://ojs.unida.ac.id/QH/article/view/15087

    Tentang Penulis:

    Rizkina Kusumawardani,S.E, Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen.

    Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
    • Penulis: Rizkina Kusumawardani SE

    Komentar (0)

    Saat ini belum ada komentar

    Silahkan tulis komentar Anda

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Kunjungan SBY

      Kunjungan SBY Beri Spirit Baru Bagi Kader Partai Demokrat Kebumen

      • calendar_month Jum, 13 Jan 2023
      • account_circle Kebumen Update
      • visibility 3.774
      • 0Komentar

      KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kunjungan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kebumen memberikan spirit baru kepada para kader dan pengurus Partai Demokrat Kabupaten Kebumen. SBY berpesan kepada para kader Demokrat di kabupaten berslogan Beriman itu agar terus bersemangat dan solid serta tidak mudah terpecah belah. Termasuk meminta untuk mematangkan persiapan Pemilu 2024. […]

    • Cerpen

      Cerpen: Khianat

      • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
      • account_circle Kebumen Update
      • visibility 2.095
      • 0Komentar

      Karya: Muhammad Lutfi JAM pagi berdetak. Bersiap segala manusia mencari pundi-pundi uang. Rasanya baru semalam Parta bertemu dengan anak dan istrinya. Baru semalam Parta dapat mencurahkan gelisah rindunya selama bekerja di perantauan. Tentulah lelaki yang sudah berbini apalagi beranak tak dapat melepaskan kenangan rumahnya. “Sayangku Nadia, jaga anak kita dan dirimu!” “Itu sudah pasti, Mas.” […]

    • LPM UPB

      LPM UPB Gelar Pelatihan Penulisan Buku Referensi Bagi Dosen

      • calendar_month Sen, 28 Mar 2022
      • account_circle Kebumen Update
      • visibility 1.272
      • 0Komentar

      KEBUMEN (KebumenUpdate.com) –  Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Putra Bangsa (UPB) mengadakan Pelatihan Pembuatan Buku referensi secara online, Sabtu 26 Maret 2022. Pelatihan untuk meningkatkan kualitas tri dharma perguruan tinggi dosen khususnya dalam penulisan buku. Pelatihan yang mengangkat tema “Peningkatan Kualitas Dosen Melalui Pembuatan Buku Referensi” ini menghadirkan Koordinator Bidang Penerbitan dari UGM Press Yogyakarta […]

    • Akun Palsu

      Marak Akun Palsu, Momentum Pemkab Kebumen Benahi Manajemen Media Sosial

      • calendar_month Sel, 27 Des 2022
      • account_circle Kebumen Update
      • visibility 2.185
      • 0Komentar

      KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Beberapa waktu terakhir bermunculan beberapa akun Facebook yang diduga merupakan akun palsu (fake account). Tidak tanggung-tanggung, salah satu akun yang muncul “kembaran”nya adalah akun milik Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH. Terakhir muncul pula akun yang seakan-akan merupakan akun resmi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Kebumen. Baca Juga: PWI […]

    • English Study Club

      English Study Club MAN 1 Kebumen Belajar Sambil Berwisata di KWIK

      • calendar_month Ming, 10 Okt 2021
      • account_circle Kebumen Update
      • visibility 2.533
      • 0Komentar

      KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – English Study Club Madrasah Aliyah Negeri 1 (ESC MANSA) Kebumen melaksanakan kegiatan outdoor di Kampung Wisata Inggris Kebumen (KWIK), Minggu 10 Oktober 2021. Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir pertemuan pembelajaran ekstrakurikuler itu berlangsung mulai pukul 08.00 -16.00 WIB. Para peserta didampingi oleh Pembina ESC MANSA Dra Elly Samodrati. Berhubung masih dalam masa […]

    • Malam Takbiran, Kawasan Alun-alun Kebumen Steril dari Kendaraan

      Malam Takbiran, Kawasan Alun-alun Kebumen Steril dari Kendaraan

      • calendar_month Sel, 9 Apr 2024
      • account_circle Hari Satria
      • visibility 1.832
      • 0Komentar

      KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Satlantas Polres Kebumen melalui memberlakukan rekayasa lalu lintas di dalam Kota Kebumen saat malam takbiran. Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto menjelaskan, ada beberapa jalur yang diberlakukan searah dan sebagian lainnya ditutup untuk menghindari kemacetan saat malam takbiran. Baca juga: Ingin Nonton Karnaval? Ini Rute dan Rekayasa Lalu Lintasnya […]

    expand_less