Women Ecopreneurs Market Day: Dorong Bisnis Perempuan Berkelanjutan dan Produk Ramah Lingkungan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 150
- comment 0 komentar

Women Ecopreneurs Market Day di Sanur, Bali. (Foto: Istimewa)
BALI (KebumenUpdate.com) – Sudamala Resort Sanur bersama Women’s Earth Alliance (WEA) dan Pratisara Bumi Foundation (PBF) menggelar Women Ecopreneurs Market Day di Sanur, Bali, Jumat 9 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha perempuan untuk memperluas akses pasar, memperkenalkan produk ramah lingkungan, sekaligus memperkuat bisnis berkelanjutan berbasis komunitas.
Acara tersebut merupakan bagian dari program Women Ecopreneurs Lab, sebuah pendampingan bisnis yang membantu perempuan pengusaha mengembangkan produk berorientasi sosial dan lingkungan. Sejak 2025, program ini telah mendampingi pelaku usaha perempuan dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.
Melalui pendekatan WEA Eco-Entrepreneurship Toolkit, para peserta mendapatkan pembinaan untuk memperkuat model bisnis, memperluas jejaring, dan meningkatkan akses terhadap pasar yang lebih luas.
Founder Kriya Kite, Aziza, mengatakan kegiatan tersebut membuka peluang bagi produk lokal hasil karya perempuan perajin agar lebih dikenal masyarakat.
“Harapannya, produk lokal yang dibuat oleh para ibu pengrajin bisa dikenal luas dan mengakses pasar yang tepat. Dengan begitu, mereka semakin semangat memproduksi dan mendapat masukan langsung dari pengunjung maupun calon pelanggan,” ujar Aziza.

Hadirkan Beragam Kegiatan
Women Ecopreneurs Market Day menghadirkan beragam kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat umum. Sedikitnya terdapat 20 stan eco-market yang menampilkan produk dari para WEA Ecopreneurs serta merek lokal Bali.
Selain pameran produk, acara ini juga menghadirkan sesi presentasi bisnis dari lima pengusaha perempuan, lokakarya interaktif berupa pewarnaan tekstil alami dan anyaman limbah gedebog pisang, sesi jejaring antarpelaku usaha, hingga pertunjukan musik langsung.
Produk yang dipamerkan mencerminkan berbagai pendekatan bisnis berkelanjutan, mulai dari barang hasil upcycle berbahan karung bekas, tekstil pewarna alami, produk olahan hasil pertanian lokal, hingga kerajinan yang mendorong pemberdayaan perempuan di tingkat komunitas.








Saat ini belum ada komentar