Tegaskan Pengawasan Ketat Program Makan Bergizi Gratis, Ahmad Luthfi Perintahkan Bentuk Posko MBG 24 Jam
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 9 Okt 2025
- visibility 851
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi mengecek SPPG Jebres, Kota Surakarta. (Foto: Humas Jateng)
SURAKARTA (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jebres, Kota Surakarta, Rabu 8 Oktober 2025. SPPG ini menjadi satu dari 84 unit di Jawa Tengah yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Kami lakukan final cek hari ini di wilayah Jebres. SPPG ini sudah memiliki SLHS dan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Luthfi usai peninjauan.
Menurutnya, percepatan penerbitan SLHS terus digencarkan oleh Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota. Kini, verifikasi SLHS yang sebelumnya dilakukan Kementerian Kesehatan sudah bisa dikelola langsung oleh dinas kesehatan daerah.
“Dinas kabupaten/kota berwenang melakukan verifikasi kelayakan lingkungan SPPG. Prosesnya mencakup inspeksi makanan, pelatihan cara penjamahan, hingga pengujian kandungan gizi,” jelasnya.
Langkah tersebut, lanjut Luthfi, bertujuan menjamin keamanan pangan agar tidak ada lagi kasus keracunan pada anak-anak penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia juga mendorong pembentukan grup komunikasi di setiap SPPG yang berisi petugas gizi, perwakilan sekolah, wali murid, serta ibu hamil dan menyusui. “Dengan adanya dialog interaktif, masukan bisa cepat ditindaklanjuti agar program MBG benar-benar bermanfaat,” tegasnya.
Perintahkan Dinkes Bentuk Posko MBG 24 Jam
Selain itu, seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota telah diperintahkan membentuk Posko MBG 24 jam sebagai pusat pengaduan, pengecekan, dan tanggap cepat bila muncul masalah. “Posko harus aktif 1×24 jam dan siap merespons setiap keluhan,” kata Luthfi.
Kepala SPPG Jebres, Jhoni Prabowo, menjelaskan pihaknya telah beroperasi sejak 13 Januari 2025 dan memperoleh SLHS pada Maret 2025. Saat ini, SPPG Jebres melayani 3.308 penerima, terdiri atas 3.207 siswa SD hingga SMA/SMK serta 101 sasaran kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita.
“Kami rutin melakukan pengecekan makanan dan air, termasuk uji organoleptik setiap kali memasak. Semua sampel kami simpan untuk memastikan keamanan pangan,” ungkap Jhoni.
Gerak cepat Gubernur Ahmad Luthfi mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai banyak apresiasi. Ia turun langsung meninjau berbagai SPPG di Jepara, Surakarta, dan sejumlah wilayah lain, memastikan keamanan pangan serta percepatan penerbitan SLHS.
Luthfi juga menegaskan pentingnya pengawasan lapangan dan pendirian Posko 24 jam di setiap daerah. “Surat sertifikat itu tidak boleh sekadar formalitas. Harus ada inspeksi nyata dan pengawasan distribusi makanan,” tegasnya.







Saat ini belum ada komentar