Almarhumah Ibu Mertua Mantan Sekda Negatif Corona, Keluarga Sempat Dijauhi Warga

Adi Pandoyo menunjukkan hasil lab yang menunjukkan almarhumah mertuanya negatif Covid-19. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penetapan seorang menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 berdampak sangat kompleks. Tidak hanya di bidang kesehatan saja, tetapi juga pada kehidupan sosial.

Selain harus melakukan karantina mandiri bagi orang yang berinteraksi secara langsung, keluarga pasien juga turut menanggung dampaknya seperti dijauhi dan dikucilkan warga. Maklum sebagian orang masih memberikan stigma negatif bagi pasien Covid-19.

Seperti dialami oleh keluarga mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Adi Pandoyo. Setelah sang ibu mertua Sufartumi (78) dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, keluarganya pun ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

Sebagai ODP, sang istri Farita Listiyati (Camat Pejagoan) dan kedua adiknya dr Ratna Suryani (dokter RSUD dr Soedirman), serta Eny Handayani (PNS di BPKAD) melakukan karantina mandiri di rumah.

“Orang pun enggan mendekat kepada keluarga yang lain meskipun tidak pernah kontak dengan pasien,” ujar Adi Pandoyo kepada kepada wartawan, Minggu, 5 April 2020.

Pemakaman Jenazah Menggunakan Protap Covid-19

Saat sang ibu meninggal, Rabu 1 April 2020 di RSUD dr Soedirman Kebumen. Meskipun hasil laboratorium belum keluar pemulasaraan jenazah maupun pemakaman menggunakan protap pasien Covid-19. Pihaknya taat dengan aturan yang ada termasuk saat keluarga tidak diperbolehkan mendekat.

Pemakaman pun harus dibantu oleh para petugas BPBD Kebumen dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) standar. Sehari setelah itu, keluarga kemudian diminta melakukan rapid test. Saat mengambil darah, petugas menggunakan APD.

“Alhamdulillah hasilnya semuanya negatif,” imbuh Adi Pandoyo.

Hasil Tes Laboratorium BBTKLPP Yogyakarta Negatif Covid-19

Baru pada Jumat 3 April 2020, hasil pemeriksaan spesimen dari Laboratorium Virologi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta sudah keluar. Hasilnya, dari dua spesimen yang diperiksa, sang ibu dinyatakan negatif Covid-19.

“Dengan ini kami menyampaikan meninggalnya ibu kami meninggal biasa karena usia tua dan penyakit jantung yang diidap selama 10 tahun. Bukan karena Covid-19,” ujar Adi Pandoyo seraya menunjukkan lembar hasil laboratorium.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

0 0 votes
Rating Berita
Halaman: 1 2
Subscribe
Notify of
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Update Lainnya
0
Komentari berita inix
()
x