Kisah Pondok di Desa Wadasmalang Karangsambung, Tempat para ODGJ Mengaji dan Temukan Kesembuhan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 17 Sep 2025
- visibility 1.281
- comment 0 komentar

Bupati Lilis Nuryani didampingi forkopimcam Karangsambung dan Kepala Desa Wadasmalang mengetes hapalan santri Pondok Hidayatul Mubtadin. (Foto: Hari)
KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat marjinal dengan mengunjungi pasien ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadin Dukuh Karangjambu Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung, Rabu 17 September 2025.
Kunjungan ini disambut hangat oleh pengurus pesantren, Muhtadin, serta para santri, relawan, dan warga sekitar.
Turut mendampingi Bupati Lilis di antaranya jajaran Forkopimcam Karangsambung, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah, dan Kepala Desa Wadasmalang.
Setibanya di pondok, Bupati Lilis langsung menyapa para pasien dengan ramah. Ia membagikan nasi kotak, pakaian, dan uang saku. Dalam percakapannya, ia memberikan motivasi dan harapan.
“Apa kabar? Ada yang sakit enggak? Aman dan sehat, ya? Pengin pulang? Nanti tunggu sembuh dulu, ya. Kalau sudah sembuh, pulang juga jadi enak,” sapa ramah Bupati Lilis.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati juga memberikan tambahan uang saku bagi santri yang berani maju dan menyetor hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an.
Santri Merasa Senang dan Berterima Kasih
Salah satu santri bernama Irul, yang berasal dari Cilacap, merasa bangga dan senang atas kunjungan Bupati. Ia mengaku telah lima tahun berada di pondok dan belum berencana pulang, meski setiap lebaran ia selalu mudik.
“Saya senang sekali dapat baju, uang jajan, dan nasi kotak,” ungkap Irul.
Ia juga mendoakan Bupati Lilis agar selalu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan kemudahan dalam memimpin Kabupaten Kebumen.
Pemerintah Peduli Masyarakat Berkebutuhan Khusus
Bupati Lilis menjelaskan bahwa kedatangannya merupakan wujud perhatian pemerintah Kabupaten Kebumen kepada masyarakat berkebutuhan khusus, khususnya ODGJ.
“Kami datang ke sini untuk berbagi. Ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dari pemerintah. Kami sangat memikirkan orang-orang yang berkebutuhan khusus, terutama ODGJ,” tegas Bupati.
Ia juga mengapresiasi kondisi para pasien yang terlihat sehat dan bahkan mampu menghafal surat-surat pendek. Tidak hanya para santri, warga sekitar baik anak-anak maupun dewasa yang menyaksikan kedatangan Bupati juga diberikan uang saku, sementara anak-anak kecil mendapatkan tambahan susu kotak.
Profil Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadin
Pengurus pesantren, Muhtadin, menjelaskan bahwa pondok ini berdiri sejak tahun 2000. Awalnya, pondok ini fokus pada kegiatan mengaji, namun seiring berjalannya waktu, pengasuh pondok mulai menerima pasien untuk pengobatan.
Saat ini, Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadin menampung total 40 santri, dengan rincian 10 santri putri dan 30 santri putra. Dari jumlah tersebut, 30 orang adalah pasien ODGJ, sementara 10 lainnya adalah santri yang fokus mengaji.
“Para santri dan pasien berasal dari berbagai daerah, sebagian besar dari sekitar Kebumen dan Jawa Tengah. Bahkan, ada satu santri yang berasal dari Kepulauan Riau,” kata Muhtadin.
Menurutnya, tingkat kesembuhan pasien ODGJ di pondok ini bervariasi, sedangkan santri yang fokus mengaji umumnya tinggal 5 hingga 7 tahun. Pengobatan dilakukan secara herbal dan doa-doa, serta didukung dengan kunjungan rutin bulanan dari Puskesmas setempat.
Apresiasi Warga untuk Kinerja Bupati
Usai kunjungan, dalam perjalanan pulang, Bupati Lilis menyempatkan diri berhenti beberapa kali untuk menyapa warga, bersalaman, dan berfoto. Banyak warga yang menyampaikan terima kasih karena jalan menuju pondok telah diaspal. Tak hanya itu, ketika melintasi kerumunan warga yang sedang kerja bakti, Bupati juga memberikan uang untuk membeli kopi kepada mereka. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar