Pemprov Jateng Bangun 10 Embung untuk Perkuat Ketahanan Pangan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 14 Nov 2025
- visibility 441
- comment 0 komentar

Proyek embung di Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. (Foto: Humas Jateng)
BREBES (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian pada 2025 sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan dan menjadikan Jateng sebagai penopang pangan nasional.
Salah satu fokusnya adalah pembangunan 10 embung di Kabupaten Brebes, Temanggung, Sragen, Wonogiri, dan Blora. Dari jumlah tersebut, delapan embung merupakan proyek baru, sementara dua lainnya masuk kategori rehabilitasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Henggar Budi Anggoro, menyebut pembangunan embung ditargetkan mampu memperkuat sistem irigasi pertanian, menjaga ketersediaan air di musim kemarau, serta meningkatkan produktivitas lahan yang rawan kekeringan.
“Total anggaran sebesar Rp118 miliar terbagi dalam 24 paket pekerjaan tahun 2025. Di dalamnya mencakup pembangunan delapan embung baru dan dua rehabilitasi,” jelasnya, Kamis 13 Nopember 2025.
Menjaga Stabilitas Produksi Pangan
Pemprov Jateng optimistis proyek tersebut menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Upaya ini juga mendukung program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin untuk memperkuat infrastruktur pertanian berkelanjutan.
Henggar merinci delapan embung baru tersebut, yakni Embung Salam berkapasitas 10.916,50 m³, Embung Selur 25.693,75 m³, Embung Rondo Kuning 24.292,5 m³, Embung Geblok 6.450 m³, Embung Karangjati 70.875 m³, Embung Kemurang Wetan 12.468 m³, Embung Tegal Wulung 10.747 m³, dan Embung Plosorejo 25.145 m³.
“Kami pastikan seluruh proyek infrastruktur ini selesai pada 2025,” tegasnya.
Embung Bantu Petani Bawang Brebes
Salah satu proyek embung berada di Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, dengan progres pengerjaan mencapai 80 persen. Kepala Desa Kemurang Wetan, Dustam, mengatakan keberadaan embung sangat membantu petani bawang merah yang kerap kesulitan air saat kemarau.
“Kalau kemarau, petani biasanya hanya bisa tanam dua kali karena air terbatas. Embung ini sangat membantu memenuhi kebutuhan air,” katanya.
Embung tersebut diperkirakan mampu mengairi lebih dari 40 hektare sawah. “Daya tampung airnya bisa dimanfaatkan untuk 40 hektare lahan,” tambahnya.
Sukim, petani bawang setempat, juga menyambut baik pembangunan embung. Ia mengaku keberadaan embung menjadi solusi atas kelangkaan air yang selama ini membebani petani.
“Senang sekali. Jadi tidak kesulitan air lagi saat kemarau,” ujarnya.
Menurut dia, biaya tanam saat kemarau sangat tinggi karena petani harus mengambil air dari sungai. “Kalau air sulit, kami terpaksa mengambil dari sungai. Biayanya mahal,” ungkapnya.
Dengan hadirnya embung baru, petani memiliki harapan baru. “Semakin semangat bertani,” tandas Sukim. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar