Sinergi Pentahelix, BPBD Kebumen Gandeng Media Perkuat Mitigasi dan Tangkal Hoaks Bencana
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 50
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Pemerintah Kabupaten Kebumen menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif seluruh unsur Pentahelix yang meliputi unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan komunitas, serta media massa.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanie Giat Setyawan, saat membacakan sambutan Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam kegiatan Penguatan Pentahelix (Media) dalam Penanggulangan Bencana yang dihelat di halaman Kantor BPBD Kabupaten Kebumen, Senin 3 Agustus 2026.
Hadir Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kebumen Udy Cahyono, perwakilan Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin) BNPB Arifin, serta keluarga besar BPBD Kebumen dan insan pers dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kebumen.
Dalam arahannya, Bupati Kebumen menyoroti posisi strategis media bukan sekadar penyampai “berita duka” saat musibah terjadi, melainkan berfungsi sebagai kompas navigasi bagi warga terdampak maupun relawan di lapangan.
Informasi yang disampaikan media sangat vital, meliputi:
* Informasi jalur evakuasi yang aman.
* Lokasi posko pengungsian dan pusat kesehatan.
* Titik posko dapur umum.
* Kebutuhan mendesak di lokasi kejadian.
* Perkembangan verifikasi korban berdasarkan data resmi Pusdalops BPBD.
* Kontak layanan darurat umum lainnya.
Pemkab Kebumen menekankan bahwa kecepatan informasi harus selalu diiringi dengan akurasi, verifikasi berjenjang, serta etika jurnalistik yang tinggi guna menghindari disinformasi atau hoaks yang memicu kepanikan massal.
Peran Strategis dan Komunikasi Krisis Kebencanaan
Dalam pemaparan materinya, Arifin dari Pusdatin BNPB menekankan pentingnya peran media dalam mengisi ruang kosong informasi pada fase awal darurat (1 hingga 60 menit pertama) guna mencegah kepanikan publik dan membendung penyebaran disinformasi atau hoaks oleh pihak tak bertanggung jawab.
Media massa didorong untuk tidak sekadar berfokus pada jumlah korban jiwa atau kerugian material semata, melainkan aktif menyuarakan aspek pencegahan, edukasi mitigasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak melalui pengelolaan data satu pintu yang bersumber dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD.
Prinsip Utama Etika Peliputan Bencana
Berdasarkan materi yang dipaparkan, terdapat prinsip-prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh para jurnalis dalam melakukan peliputan lapangan:
1. Penghormatan pada Penyintas: Jurnalis diwajibkan untuk tidak mengeksploitasi trauma (menghindari foto close-up wujud histeris atau korban jiwa), wajib mengantongi izin sebelum mewawancarai anak atau kelompok rentan, serta senantiasa melindungi privasi dan martabat penyintas di pengungsian.
2. Akurasi di Atas Kecepatan: Menghindari spekulasi jumlah korban sebelum data resmi diumumkan oleh Pusdalops BPBD, melakukan verifikasi berlapis di lapangan, serta menjauhi dramatisasi situasi yang berpotensi memicu kepanikan publik.
Dalam penanganan temuan korban (evakuasi bagian tubuh), koordinasi ketat dengan tim SAR mutlak diperlukan agar tidak terjadi disinformasi atau kekeliruan penghitungan jumlah korban di tingkat publik.
Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Udy Cahyono, dalam sambutan pembukanya menyampaikan apresiasi atas kehadiran rekan-rekan media.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dikemas secara santai dan non-formal di halaman kantor BPBD yang baru agar terbangun kedekatan emosional antara jurnalis dan jajaran penanggulangan bencana.
“Biasanya kita bertemu di lapangan dengan kaos oranye dalam situasi darurat yang menegangkan. Malam ini kita berkumpul dalam suasana hangat, berdiskusi, dan mempererat kemitraan agar ke depan penyampaian informasi kebencanaan di Kebumen tetap satu pintu, cepat, responsif, dan terpercaya,” ungkap Udy Cahyono.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kebumen berharap kapasitas insan pers dalam pemberitaan kebencanaan semakin meningkat. Informasi yang disajikan tidak hanya cepat menjangkau pembaca, tetapi juga bersifat edukatif, humanis, mampu menenangkan masyarakat, serta memperkokoh terwujudnya Kabupaten Kebumen yang semakin tangguh dan tanggap menghadapi bencana. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar