Musim Kemarau Panjang, Bupati Lilis Nuryani Berangkatkan Armada Droping Air Bersih untuk 11 Desa di Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 63
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Pemerintah Kabupaten Kebumen merespons dampak musim kemarau dengan mendistribusikan air bersih bagi desa-desa yang mengalami krisis air. Pelepasan armada tangki air bersih secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dari Pendopo Kabumian Selasa, 4 Agustus 2026.
Bupati Lilis menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban masyarakat di pelosok yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau.
“Dari pemerintahan Kabupaten Kebumen, kami memberangkatkan pendistribusian air bersih ke beberapa desa yang sangat memerlukan. Saat ini warga sudah mulai merasakan dampak musim kemarau, dan banyak desa di pelosok yang sangat membutuhkan air bersih. Pengirimannya kita lakukan secara bertahap, dan untuk tahap awal ini baru 11 desa yang kita berikan,” ujar Bupati Lilis Nuryani.
Bupati juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat agar senantiasa berhemat dan bijak dalam mengelola penggunaan air bersih sehari-hari.
“Karena kemarau ini diprediksi akan berlangsung cukup panjang, kami mengimbau kepada masyarakat agar bijak dan berhemat dalam menggunakan air bersih,” tambahnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Udy Cahyono menjelaskan bahwa pendistribusian air bersih pada minggu pertama Agustus 2026 ini difokuskan pada 11 desa yang telah selesai melalui tahap asesmen lapangan.
Berdasarkan jadwal resmi, pelaksanaan droping tahap awal ini mencakup 14 tangki (63.000 liter) yang dialokasikan berdasarkan standar kebutuhan dasar, yakni 7 liter per orang per hari untuk keperluan minum dan memasak.
Adalun alokasi bantuan air bersih meliputi Desa Kalirejo dan Clapar (Kec. Karanggayam), Desa Penimbun dan Tunjungseto (Kec. Sempor), Desa Kebagoran (Kec. Pejagoan), serta Desa Bojongsari (Kec. Alian).
Selanjutnya pada Rabu 5 Agustus 2026 meliputi Desa Sidoagung (Kec. Sruweng) dan Desa Kalijering (Kec. Padureso).
“Minggu ini kita sudah asesmen untuk 11 desa. Pada hari-hari berikutnya, kita akan jadwalkan untuk lokasi lain yang membutuhkan. Untuk tahun ini, dengan dukungan anggaran murni dan anggaran perubahan Kabupaten Kebumen, insyaallah total distribusi bisa mencapai 1.400 tangki lebih. Kami juga mengoptimalkan sisa donasi tahun 2023 sebanyak sekitar 110 tangki,” terang Udy.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan cukup panjang—hampir sama dengan kondisi tahun 2023—yakni diprediksi berlangsung hingga bulan Oktober atau November.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen, Edi Rianto, menambahkan bahwa secara kalkulasi, ketersediaan anggaran dan cadangan air bersih dasar untuk enam bulan ke depan sebenarnya tercukupi. Tantangan utamanya terletak pada kedisiplinan pengelolaan dan efisiensi di tingkat masyarakat.
“Secara kalkulasi, sebetulnya kebutuhan air bersih dasar untuk enam bulan ke depan itu cukup. Masalah utamanya adalah bagaimana masyarakat bisa menghemat penggunaan air tersebut. Yang kedua, kami mohon warga bersabar karena armada truk tangki kita terbatas, jadi mohon tidak saling berebut,” pesan Sekda Edi Rianto.
Pemerintah Kabupaten Kebumen memastikan bahwa alokasi anggaran dan kesiapan armada telah dipikirkan secara matang oleh Bupati. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan kedisiplinan masyarakat dalam berhemat serta bersabar menjadi kunci utama keberhasilan penanganan darurat kekeringan tahun ini. *Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar