Integrasi AI dalam Manajemen Pendayagunaan ZIS untuk Mendukung Realisasi IKAL Unggulan Lazismu Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 5 Agu 2026
- visibility 269
- comment 0 komentar

Integrasi AI dalam Manajemen Pendayagunaan ZIS untuk Mendukung Realisasi IKAL Unggulan Lazismu Kebumen. (Foto: istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam manajemen pendayagunaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Lazismu Kebumen.
Kegiatan yang digelar di Gedung Aisyiyah Medical Center, Kebumen, Selasa 4 Agustus 2026 ini bertujuan mendukung percepatan realisasi IKAL Unggulan Lazismu Kebumen melalui pengelolaan dana yang lebih cerdas dan berbasis data.
Sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah, Kebumen membutuhkan pengelolaan dana ZIS yang tepat sasaran.

Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) bersama Lazismu Kebumen. (Foto: istimewa)
Namun, keputusan alokasi dana selama ini masih banyak bergantung pada pengalaman dan bersifat reaktif. Tim mengidentifikasi dua persoalan utama, yaitu keterbatasan sistem dalam mengambil keputusan alokasi yang bersifat prediktif serta rendahnya kapasitas sistem dalam menganalisis data untuk peningkatan pelayanan.
Menjawab persoalan tersebut, tim mengembangkan Modul Decision Support System (DSS) berbasis Machine Learning yang terintegrasi dengan aplikasi SIMPEL.
Melalui sebuah dashboard interaktif, amil dapat memasukkan variabel anggaran dan memperoleh rekomendasi alokasi dana ZIS yang dihitung otomatis oleh model AI. Dengan pendekatan ini, pengambilan keputusan bergeser dari cara konvensional menuju sistem yang prediktif dan berbasis bukti.
Program yang dilaksanakan dengan metode Action Research secara partisipatif ini menargetkan sejumlah capaian, di antaranya prototipe modul DSS yang teruji, peningkatan akurasi pengambilan keputusan alokasi dana hingga 20% dibanding metode konvensional, serta lebih dari 80% amil mampu menafsirkan hasil rekomendasi AI secara mandiri.
“Kami ingin membantu Lazismu Kebumen mengambil keputusan bukan lagi sekadar berdasarkan pengalaman, tetapi dengan dukungan data. Ketika alokasi dana ZIS lebih tepat sasaran, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh mustahik dan mempercepat tercapainya target IKAL Unggulan,” kata Muhamad Rosidin, Ketua Tim Pengabdian SiberMu.
Keberhasilan program ini diharapkan menjadikan Lazismu Kebumen sebagai model percontohan pengelolaan ZIS modern berbasis data cerdas, yang dapat direplikasi oleh lembaga amil lain.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan pelaksanaan program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Tahun 2026, dengan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Tim menyampaikan terima kasih kepada DPPM–Ditjen Risbang, Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan, serta kepada Lazismu Kebumen selaku mitra kegiatan. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar