Tahun Ajaran Baru, Pembelajaran SMA/SMK 50 % Tatap Muka

  • Whatsapp
Audiensi MKKS SMA-SMK dengan Bupati Kebumen. (Foto: Humas Kebumen)
Audiensi MKKS SMA-SMK dengan Bupati Kebumen. (Foto: Humas Kebumen)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2020/2021 SMA dan SMK akan dimulai pada 13 Juli 2020. Namun, karena status Kebumen masih berada di zona kuning Covid-19, Kebumen tidak diperkenankan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

“Sesuai aturan, sebelum kami memulai tahun ajaran baru, kami harus meminta izin kepada Bupati sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ujar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kebumen, Rachmat Priyono saat audiensi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK Kebumen dengan Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, di Rumah Dinas Bupati, Selasa, 7 Juli 2020.

Berita Lainnya

Menurutnya, selain harus ada izin dari Bupati, bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran tatap muka wajib ada izin dari orangtua.

“Kalau orangtuanya tidak menyetujui, walaupun Pak Bupati mengizinkan tetap itu tidak boleh terlaksana,” ujarnya.

Kegiatan Belajar Mengajar Baru 50 % Tatap Muka

Rachmat menambahkan bahwa kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru mendatang 50 persen secara tatap muka dan 50 persen belajar jarak jauh. Kegiatan tatap muka sendiri belum akan dilakukan Minggu pertama tahun ajaran baru, yaitu 13-17 Juli 2020.

“Yang akan jelas dilaksanakan antara 13-17 Juli, kegiatan masa pengenalan sekolah (MPLS) pada siswa baru kelas 10,” bebernya.

Itu pun tidak seluruh siswa kelas 10 hadir di sekolah. Dalam sehari, peserta didik baru yang datang maksimal 72 anak. Mereka akan dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan jumlah maksimal sembilan siswa per kelompok.

“Siswa baru ini dalam satu minggu hanya sekali mengikuti MPLS,” kata Kepala SMA Negeri 1 Kebumen ini seraya menambahkan, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Masing-masing sekolah telah menyiapkan sarana prasarananya, mulai dari westafel hingga handsanitizer. Semua siswa wajib pakai masker, termasuk faceshield dan akan dilakukan pengecekan suhu tubuh saat akan masuk ke sekolah.

Seluruh Sekolah akan Disemprot Disinfektan

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz menyampaikan bahwa seluruh sekolah di Kebumen akan disemprot disinfektan sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021. Penyemprotan ini untuk memutus mata rantai Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Kita semprot disinfektan sebelum tanggal 13 Juli di semua SMA dan SMK,” katanya.

Pemkab Kebumen juga akan memberikan bantuan berupa masker dan thermo gun ke sejumlah sekolah. “Nanti bisa dikoordinasikan dengan BPBD dan Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Kegiatan Pembelajaran Menerapkan Protokol Kesehatan

Meski belum dilakukan pembelajaran tatap muka secara penuh, Bupati meminta kegiatan belajar mengajar di sekolah menerapkan protokol kesehatan. Yakni mematuhi Perbup Kebumen nomor 29 tahun 2020 tentang pencegahan penularan Covid-19 di Kebumen.

Diantaranya, menjaga jarak aman (1-2 meter), ketika berkomunikasi dengan orang lain. Kemudiank, mengenakan masker hingga sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“Tim pendisiplinan akan mengawasi di lapangan,” tegasnya. (hms)

Berita Terkait