Breaking News
light_mode
Beranda » News » Ngabuburit di Rel, Gadis Remaja Tewas Tersambar Kereta Api

Ngabuburit di Rel, Gadis Remaja Tewas Tersambar Kereta Api

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 7 Mei 2019
  • visibility 6.983
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KARANGANYAR (KebumenUpdate) – Kebiasaan ngabuburit di jalur kereta api memakan korban jiwa.  Seorang remaja  bernama Yulianti (15) asal Desa Kajoran, Kecamatan Karanggayam, Kebumen tewas setelah tertabrak kereta api, Selasa (7/5). Korban tersambar KA di rel perlintasan KA area 439+3/4 termasuk Kelurahan  Plarangan, Karanganyar, Kebumen persisnya di belakang SMK Tamtama Karanganyar.

Sebelum kejadian, sekira pukul 15.30 wib, korban bersama sejumlah temannya Alya Novi (15) warga Desa Kebakalan, Karanggayam, Sofia Rahmani (14) warga Desa Gunungsari, Karanggayam dan Yatin Harsu Winarti (14) warga Desa Penimbun, Karanggayam sedang jalan-jalan di pinggir perlintasan KA.

Korban meminta tolong kepada saksi Alya Novi untuk memfoto dirinya dengan posisi berdekatan dengan lokomotif kereta api saat KA Wijayakusuma jurusan Cilacap-Banyuwangi melaju dari arah barat ke timur. Ketiga temannya sudah mengingatkan untuk minggir, namun imbauan itu tidak diindahkan mengira posisinya sudah berada di titik aman.

Karena posisi jarak korban tidak aman kemudian korban tersambar KA Wijayakusuma yang melaju dari arah barat.

“Tubuh korban terpental dengan luka di bagian kepala sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP,” ujar Kapolsek Karanganyar AKP Mawakhir di lokasi kejadian.

Kultur Tertib

AKP Mawakhir menambahkan, setelah dilakukan identifikasi dan  oleh TKP, jasad korban divakuasi ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng. “Kami mengimbau kepada warga masyarakat untuk tidak bermain-main di rel kereta api,” ujar AKP Mawakhir.

Deputi Vice Presiden Daop V Purwokerto, Dicky Eka Priandana menambahkan, materi keselamatan kereta api perlu dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Selain menjaga aset bangsa Indonesia berupa KAI khususnya perlintasan sebidang, juga  mendorong kultur tertib berlalu lintas sejak usia dini.

“Anak-anak sejak dini perlu dikenalkan rambu-rambu  KAI,” ujarnya.

Tahun 2018 jumlah korban kecelakaan di perlintasan akibat kereta tertemper dengan kendaraan bermotor sebanyak 395 kejadian. Korban korban meninggal dunia sebanyak 59 jiwa, luka ringan 77 orang serta luka berat 109 orang.(ndo)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sembahyang Rebutan

    Usai Sembahyang Rebutan, Kelenteng Kong Hwie Kiong Bagikan 4,5 Ton Beras

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.799
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Para penganut Tri Dharma di Kebumen membagikan sedikitnya 4,5 ton beras kepada masyarakat sekitar Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen, Jumat 12 Agustus 2022. Paket beras 5 kg dan lima bungkus mie instan dibagikan kepada sebanyak 850 warga. Pembagian beras dilakukan usai ritual King Ho Ping atau Sembahyang Rebutan di Kelenteng Kong Hwie […]

  • Migrant Care

    Penguatan Kapasitas Pekerja Migran Kebumen Dorong Partisipasi dalam Pembangunan

    • calendar_month Sen, 5 Agu 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.119
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Migrant CARE Kebumen bersama komunitas pekerja migran Desbumi menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas dalam proses politik dan perencanaan pembangunan bagi pekerja migran di Front One Hotel Gombong, Rabu, 31 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif pekerja migran dalam proses pengambilan keputusan pembangunan di tingkat desa hingga kabupaten. Baca Juga: Migrant […]

  • KIE 2023

    Masuk KIE 2023 Bayar Rp 2.000, Ini Alasan Bupati Kebumen

    • calendar_month Rab, 10 Mei 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 16.410
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Masuk ke area Kebumen International Expo (KIE) 2023 tidak lagi gratis. Adapun harga tiket masuk (HTM) ke area KIE sebesar Rp 2.000, belum termasuk tiket konser musik. Terkait dengan hal tersebut, Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengungkapkan alasannya. “Jadi yang untuk masuk harian sebelum ada konser, itu semua berbayar Rp2.000. Supaya […]

  • Malam Lebaran

    Sholat Ied di Halaman Kampus UNIMUGO, Ini Pesan Khotib

    • calendar_month Sab, 22 Apr 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.609
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali menjadi lokasi sholat Idul Fitri 1444 H. Sholat Ied yang berlangsung di halaman kampus UNIMUGO, 1 Syawal 1444 H/21 April 2023 diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong. Jama’ah yang berasal dari di sekitar Gombong bagian barat tersebut memenuhi halaman UNIMUGO. Imam dan Khotib dipimpin oleh Drs […]

  • Klawing Gems Competition 2022

    Klawing Gems Competition 2022 Bakal Digelar, Angkat Kembali Batu Akik Purbalingga

    • calendar_month Kam, 12 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.548
    • 0Komentar

    PURBALINGGA (KebumenUpdate.com) – Saat booming batu akik pada tahun 2012-2014, batu akik Purbalingga pernah berjaya. Guna mengembalikan kejayaan tersebut, Komunitas Klawing Bersatu bekerjasama dengan Pemkab Purbalingga bakal menyelenggarakan event bertajuk Klawing Gems Competition 2022. Event akan diselenggarakan di Sanggaluri Park pada 19-22 Mei 2022. Pada acara tersebut, bakal diadakan kontes batu berskala nasional, bursa batu […]

  • Polisi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Ikan di Pantai Jatis

    Polisi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Ikan di Pantai Jatis

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.516
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Beberapa hari terakhir warganet dihebohkan oleh foto-foto kematian ribuan ikan yang terdampar di pantai Cemara Sewu Jetis Cilacap yang letaknya dekat dengan perairan Kebumen. Postingan itu pun viral dan dibagikan ribuan kali sejak Sabtu (12/10/2019) hingga saat ini. Berbagai dugaan pun muncul di tengah masyarakat, mulai dari keracunan masal, hingga fenomena alam. […]

expand_less