Ngabuburit di Rel, Gadis Remaja Tewas Tersambar Kereta Api
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 7 Mei 2019
- visibility 6.867
- comment 0 komentar

Polisi dan TNI mengevakuasi jasad korban tertabrak kereta. (Foto: Reskbm-KebumenUpdate)
KARANGANYAR (KebumenUpdate) – Kebiasaan ngabuburit di jalur kereta api memakan korban jiwa. Seorang remaja bernama Yulianti (15) asal Desa Kajoran, Kecamatan Karanggayam, Kebumen tewas setelah tertabrak kereta api, Selasa (7/5). Korban tersambar KA di rel perlintasan KA area 439+3/4 termasuk Kelurahan Plarangan, Karanganyar, Kebumen persisnya di belakang SMK Tamtama Karanganyar.
Sebelum kejadian, sekira pukul 15.30 wib, korban bersama sejumlah temannya Alya Novi (15) warga Desa Kebakalan, Karanggayam, Sofia Rahmani (14) warga Desa Gunungsari, Karanggayam dan Yatin Harsu Winarti (14) warga Desa Penimbun, Karanggayam sedang jalan-jalan di pinggir perlintasan KA.
Korban meminta tolong kepada saksi Alya Novi untuk memfoto dirinya dengan posisi berdekatan dengan lokomotif kereta api saat KA Wijayakusuma jurusan Cilacap-Banyuwangi melaju dari arah barat ke timur. Ketiga temannya sudah mengingatkan untuk minggir, namun imbauan itu tidak diindahkan mengira posisinya sudah berada di titik aman.
Karena posisi jarak korban tidak aman kemudian korban tersambar KA Wijayakusuma yang melaju dari arah barat.
“Tubuh korban terpental dengan luka di bagian kepala sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP,” ujar Kapolsek Karanganyar AKP Mawakhir di lokasi kejadian.
Kultur Tertib
AKP Mawakhir menambahkan, setelah dilakukan identifikasi dan oleh TKP, jasad korban divakuasi ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng. “Kami mengimbau kepada warga masyarakat untuk tidak bermain-main di rel kereta api,” ujar AKP Mawakhir.
Deputi Vice Presiden Daop V Purwokerto, Dicky Eka Priandana menambahkan, materi keselamatan kereta api perlu dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Selain menjaga aset bangsa Indonesia berupa KAI khususnya perlintasan sebidang, juga mendorong kultur tertib berlalu lintas sejak usia dini.
“Anak-anak sejak dini perlu dikenalkan rambu-rambu KAI,” ujarnya.
Tahun 2018 jumlah korban kecelakaan di perlintasan akibat kereta tertemper dengan kendaraan bermotor sebanyak 395 kejadian. Korban korban meninggal dunia sebanyak 59 jiwa, luka ringan 77 orang serta luka berat 109 orang.(ndo)







Saat ini belum ada komentar