Update
light_mode
Beranda » Opini » Pilbup dan Pendidikan Politik Warga NU

Pilbup dan Pendidikan Politik Warga NU

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2020
  • visibility 2.668
  • comment 0 komentar
  • print Cetak
Facebook Twitter Whatsapp Threads Threads

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Dr Imam Satibi*

KETERLIBATAN politik NU bersama organisasi keagamaan yang lain seperti Muhamadiyah dll telah dimulai jauh semenjak Indonesia sebelum merdeka yakni tepatnya era kolonial. Sampai saat ini relasi NU dan negara tidak dapat dipisahkan demikian pula organisasi keagamaan yang lain.

Apapun diksi yang digunakan baik istilah politik kebangsaan, politik keumatan, siyasah yang lain atau juga civil relegion, civic NU dan sebutan lainya itu hanya kemasan saja yang berbeda. Karena esensi politik adalah relasi kekuasaan.

Dialektika NU dan politik bisa jadi menurut sebagian penafsir telah diakhiri semenjak khithoh 1926 di Situbondo. Hal itu tidak salah jika diartikan politik itu partai. Namun demikian diskursus relasi NU dan kehidupan politik tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan praktinya.

Misalkan yang baru-baru ini terjadi bagaimana warga NU secara all out mendukung Jokowi dalam Pilpres karena menggandeng tokoh dan struktural PBNU beliau KH Maruf Amin sebaga Rois Am pada saat itu.

Sahwat politik tidak bisa dinafikan. Demikian pula yang mengklaim tokoh NU di kubu sebelah. Dinamika yang lain pun terjadi secara lokal di basis-basis daerah kantong NU dalam menghadapi Pilgup dan Pilbup. Hal yang sama juga dilakukan organisasi keagamaan yang lain.

Berbagai narasi pun dibangun sebagai wujud peran organisasi baik sebagai pressure group maupun interest group di daerah. Dalam konteks itu organisasi sebesar NU tentu tidak bisa cuek dan masa bodoh dengan lingkungan daerah sendiri.

Berkontribusi Lebih Besar

Keterlibatan NU dalam politik tentunya bukan sekadar dukung mendukung melainkan ingin berkontribusi lebih besar dalam manajemen berbangsa dan bernegara secara santun dalan bingkai mabadi khoerul umah dan Islam rohmatan lil’alamin.

Dalam hubungan dengan ormas lain tentunya bagian yang tidak terpidahkan dari fastabiqul khoirot. Sangat naif jika organisasi sosial apapun bersikap apatis terhadap kehidupan yang menyangkut warganya. NU sebagai bagian dari civil religion tentunya akan selalui beririsan dengan persoalan-persoalan isu daerah baik yang strategis maupun praktis seperti halnya Pilbup.

Strategi sebagai motor moderasi dan kemaslahatan umat tentunya harus ditransformasikan dalam kepemimpinan dan manajemen risiko daerah. Persoalan persoalan daily seperti halnya kemiskinan, kriminal, kualitas keberagamaan, penyelenggaraan pendidikan dan pemerataan sumberdaya serta pembangunan fisik adalah bagian sinergitas program yang harus beriringan.

Panggilan-panggilan itulah yang menjadi bagian dan harus direfleksikan dalam hajat lima tahunan Pilkada.

Baca Juga: Keterlibatan Ormas Keagamaan dalam Politik Praktis Dinilai Sebuah Kemunduran

Pilbup atau Pilkada bagi warga daerah merupakan sesuatu yang dinilai jauh lebih penting dibandingkan Pilpres maupun Pileg atau Pilgub sekalipun. Hal ini sangat bersentuhan langsung baik terkait prestise daerah maupun establish suatu daerah. Lebih-lebih di dalam suatu daerah yang terpapar kemiskinan dan barrier pembangunan lainnya.

NU sebagai bagian civil society harus mengambil momentum sebagai media melakukan civic education sehingga warganya memiliki sense of belonging pada kemajuan daerahnya.

Kepemimpinan daerah (bupati) memiliki peran yang sangat efektif dan menentukan keberlangsungan progres ke depan. Sehingga tidak salah jika aliran dukungan ide, gagasan, konsep maupun dukungan politik menjadi hal yang rasional dan tidak bisa dihindari.

Demikian pula control dalam narasi kritik juga akan dilakukan oleh kelompok yang aspirasi berbeda. Ini akan muncul sebagai sikap politik dari kubu yang berbeda dan bukan sebagai control moral yang tanpa interest.
Di sinilah pentingya sikap bijak dan awareness dalam bingkai toleransi lokal yang tidak perlu disikapi berlebihan.

Seiring berakhirya hajat dipastikan masyarakat akan kembali dalam tatanan normal dan utuh dalam satu keputusan akhir. Sebagai bangsa yang berjiwa besar tentunya akan mengembalikan segala dinamika secara proporsional, yakni ada kalanya berpolitik dan ada saatnya harus normal dalam cultural habit.

Kedewasaan berpolitik adalah kunci dari local wisdom sebagai karakter jati diri daerah. Sekian maturnuwun.

*Dr Imam Satibi, Rektor Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen

Ikuti Kebumen Update agar tak ketinggalan berita

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Grenggeng Berusia Satu Abad, Warganya Gelar Karnaval

    Desa Grenggeng Berusia Satu Abad, Warganya Gelar Karnaval

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 6.056
    • 0Komentar

    KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Meskipun puncak peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia telah dilalui seminggu yang lalu, namun bagi warga Desa Grenggeng semangat mengisi kemerdekaan masih membara. Seperti yang berlangsung pada Minggu, 25 Agustus 2024. Warga Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar menggelar karnaval. Menampilkan beragam seni budaya, hasil bumi, hingga teatrikal perang. Baca juga: Bakal Paslon Lilis-Zaeni Dijadwalkan […]

  • PKU Muhammadiyah

    Dokter M Miftahuddin Jabat Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gombong

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 11.738
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Ketua PD Muhammadiyah Kebumen H Abduh Hisyam SAg melantik jajaran direksi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong, Rabu 17 Nopember 2021. Pelantikan direksi itu bersamaan dengan peringatan Milad ke-109 Muhammadiyah. Adapun Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gombong dijabat oleh dokter Muhammad Miftahuddin menggantikan dokter Ibnu Naser Arrohimi SAg MMR yang saat ini menjabat […]

  • Naik Gunung Prau Jalur Wates, Ini Harga Tiket dan Tarif Jasa Ojeknya

    Naik Gunung Prau Jalur Wates, Ini Harga Tiket dan Tarif Jasa Ojeknya

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 10.853
    • 0Komentar

    AKTIVITAS mendaki gunung saat ini bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa harus bergabung di komunitas penggiat alam ataupun pecinta alam. Dengan bermodalkan uang, maka setiap orang dapat melakukan kegiatan yang berisiko tinggi ini. Namun di balik mode instan tadi, tentu menyimpan potensi kerawanan bagi mereka yang menjalani aktivitas naik gunung tanpa bekal/ilmu tentang alam terbuka. […]

  • Mindfulness

    Manfaat Mindfulness dalam Mengurangi Stres

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 766
    • 0Komentar

    KAMU pernah merasa stres berlebihan sampai sulit tidur atau kehilangan fokus? Jangan khawatir, kamu nggak sendiri. Banyak orang mengalami stres karena tekanan hidup sehari-hari, pekerjaan, atau masalah pribadi. Stres ini, kalau dibiarkan, bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mentalmu. Kenali Manfaat Mindfulness Stres tidak hanya membuat kamu merasa gelisah, tapi juga memicu peningkatan hormon […]

  • Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai, 79 Pengendara di Kebumen Terciduk Kamera ETLE di Hari Pertama

    Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai, 79 Pengendara di Kebumen Terciduk Kamera ETLE di Hari Pertama

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 551
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Polres Kebumen mencatat sebanyak 79 pelanggaran lalu lintas terekam kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) pada hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, Senin 26 Oktober 2026. Selain penindakan melalui ETLE, petugas juga memberikan sanksi teguran terhadap 35 pelanggaran lainnya. Data dari Posko Operasi Patuh Candi 2026 Polres Kebumen tersebut mencerminkan tingkat […]

  • 12 Ormas Terima Dana Hibah dari Pemkab Kebumen, Nominalnya Beragam

    12 Ormas Terima Dana Hibah dari Pemkab Kebumen, Nominalnya Beragam

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 9.883
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jika sebelumnya 54 karang taruna di Kebumen terima dana hibah senilai ratusan juta dari Pemkab Kebumen, kali ini giliran 12 organisasi masyarakat (ormas) yang menerima dan hibah. Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyerahkan hibah bantuan keuangan kepada organisasi masyarakat untuk tahun anggaran 2023. Penyerahan bantuan secara simbolik berlangsung di Ruang Arungbinang, Kompleks Pendopo […]

expand_less