Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Pilbup dan Pendidikan Politik Warga NU

Pilbup dan Pendidikan Politik Warga NU

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 26 Jul 2020
  • visibility 2.637
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh: Dr Imam Satibi*

KETERLIBATAN politik NU bersama organisasi keagamaan yang lain seperti Muhamadiyah dll telah dimulai jauh semenjak Indonesia sebelum merdeka yakni tepatnya era kolonial. Sampai saat ini relasi NU dan negara tidak dapat dipisahkan demikian pula organisasi keagamaan yang lain.

Apapun diksi yang digunakan baik istilah politik kebangsaan, politik keumatan, siyasah yang lain atau juga civil relegion, civic NU dan sebutan lainya itu hanya kemasan saja yang berbeda. Karena esensi politik adalah relasi kekuasaan.

Dialektika NU dan politik bisa jadi menurut sebagian penafsir telah diakhiri semenjak khithoh 1926 di Situbondo. Hal itu tidak salah jika diartikan politik itu partai. Namun demikian diskursus relasi NU dan kehidupan politik tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan praktinya.

Misalkan yang baru-baru ini terjadi bagaimana warga NU secara all out mendukung Jokowi dalam Pilpres karena menggandeng tokoh dan struktural PBNU beliau KH Maruf Amin sebaga Rois Am pada saat itu.

Sahwat politik tidak bisa dinafikan. Demikian pula yang mengklaim tokoh NU di kubu sebelah. Dinamika yang lain pun terjadi secara lokal di basis-basis daerah kantong NU dalam menghadapi Pilgup dan Pilbup. Hal yang sama juga dilakukan organisasi keagamaan yang lain.

Berbagai narasi pun dibangun sebagai wujud peran organisasi baik sebagai pressure group maupun interest group di daerah. Dalam konteks itu organisasi sebesar NU tentu tidak bisa cuek dan masa bodoh dengan lingkungan daerah sendiri.

Berkontribusi Lebih Besar

Keterlibatan NU dalam politik tentunya bukan sekadar dukung mendukung melainkan ingin berkontribusi lebih besar dalam manajemen berbangsa dan bernegara secara santun dalan bingkai mabadi khoerul umah dan Islam rohmatan lil’alamin.

Dalam hubungan dengan ormas lain tentunya bagian yang tidak terpidahkan dari fastabiqul khoirot. Sangat naif jika organisasi sosial apapun bersikap apatis terhadap kehidupan yang menyangkut warganya. NU sebagai bagian dari civil religion tentunya akan selalui beririsan dengan persoalan-persoalan isu daerah baik yang strategis maupun praktis seperti halnya Pilbup.

Strategi sebagai motor moderasi dan kemaslahatan umat tentunya harus ditransformasikan dalam kepemimpinan dan manajemen risiko daerah. Persoalan persoalan daily seperti halnya kemiskinan, kriminal, kualitas keberagamaan, penyelenggaraan pendidikan dan pemerataan sumberdaya serta pembangunan fisik adalah bagian sinergitas program yang harus beriringan.

Panggilan-panggilan itulah yang menjadi bagian dan harus direfleksikan dalam hajat lima tahunan Pilkada.

Baca Juga: Keterlibatan Ormas Keagamaan dalam Politik Praktis Dinilai Sebuah Kemunduran

Pilbup atau Pilkada bagi warga daerah merupakan sesuatu yang dinilai jauh lebih penting dibandingkan Pilpres maupun Pileg atau Pilgub sekalipun. Hal ini sangat bersentuhan langsung baik terkait prestise daerah maupun establish suatu daerah. Lebih-lebih di dalam suatu daerah yang terpapar kemiskinan dan barrier pembangunan lainnya.

NU sebagai bagian civil society harus mengambil momentum sebagai media melakukan civic education sehingga warganya memiliki sense of belonging pada kemajuan daerahnya.

Kepemimpinan daerah (bupati) memiliki peran yang sangat efektif dan menentukan keberlangsungan progres ke depan. Sehingga tidak salah jika aliran dukungan ide, gagasan, konsep maupun dukungan politik menjadi hal yang rasional dan tidak bisa dihindari.

Demikian pula control dalam narasi kritik juga akan dilakukan oleh kelompok yang aspirasi berbeda. Ini akan muncul sebagai sikap politik dari kubu yang berbeda dan bukan sebagai control moral yang tanpa interest.
Di sinilah pentingya sikap bijak dan awareness dalam bingkai toleransi lokal yang tidak perlu disikapi berlebihan.

Seiring berakhirya hajat dipastikan masyarakat akan kembali dalam tatanan normal dan utuh dalam satu keputusan akhir. Sebagai bangsa yang berjiwa besar tentunya akan mengembalikan segala dinamika secara proporsional, yakni ada kalanya berpolitik dan ada saatnya harus normal dalam cultural habit.

Kedewasaan berpolitik adalah kunci dari local wisdom sebagai karakter jati diri daerah. Sekian maturnuwun.

*Dr Imam Satibi, Rektor Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan Pantai Selatan Deklarasikan Gibran Maju di PilGub Jateng 2024

    Nelayan Pantai Selatan Deklarasikan Gibran Maju di PilGub Jateng 2024

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.754
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Ada pemandangan berbeda di Pantai Logending, Kecamatan Ayah pada Sabtu 12 November 2022. Pasalnya, ribuan orang terlihat memenuhi halaman objek wisata tersebut sejak pagi. Dari pantauan di lokasi, mereka yang datang dalam rangka mengikuti kegiatan Selamatan Nelayan Pantai Selatan. Selain itu, juga bentuk dukungan dan deklarasi kepada Gibran Rakabuming Raka untuk maju […]

  • Habib Syech

    Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Catur Vaname & MNJ Kebumen Bersholawat Bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.900
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Puluhan ribu jamaah menghadiri acara bertajuk Catur Vaname & MNJ Kebumen Bersholawat bersama Al Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di kompleks Stadion Candradimuka Kebumen, Selasa 7 Januari 2025 malam. Kegiatan bersholawat itu digelar dalam rangka walimatul Khitan Sabiq Fathin Al Faruq, putra owner CV Catur Vaname Kebumen. Acara sholawat yang dihadiri […]

  • Niat Puasa Rajab

    Niat Puasa Rajab yang Wajib Diketahui, Panduan Lengkap Amalan Sunnah Bulan Mulia

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Gita Kurniawan
    • visibility 1.279
    • 0Komentar

    BULAN Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah yang termasuk salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) dalam Islam, di mana umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan kebaikan seperti puasa sunnah dan doa. Sebagai bulan yang terhormat, Rajab menjadi momentum spiritual sebelum memasuki bulan-bulan berikutnya seperti Sya’ban dan Ramadhan yang juga penuh berkah. Niat Puasa […]

  • Pesepeda Delapan Kabupaten Ramaikan “Surumanis Bikecamp”

    Pesepeda Delapan Kabupaten Ramaikan “Surumanis Bikecamp”

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.179
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Komunitas sepeda Federal Gombong (Fedgo) mengadakan kegiatan sport tourism yang memadukan aktivitas olahraga dengan wisata. Kegiatan bertajuk “Surumanis Bikecamp” itu diadakan Sabtu-Minggu 18-19 Januari 2020. Kegiatan diikuti oleh seratusan penggemar olahraga sepeda dari delapan kabupaten, seperti Kebumen, Purwokerto, Magelang, Solo dan lain-lain.Kegiatan yang mengangkat tema “Among Raga Among Rasa” itu start di […]

  • Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen Gelar Sembahyang Rebutan, 4 Ton Sembako Dibagikan untuk Warga

    Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen Gelar Sembahyang Rebutan, 4 Ton Sembako Dibagikan untuk Warga

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen menggelar sembahyang rebutan untuk menghormati arwah leluhur, Sabtu 6 September 2025. Acara tahunan yang jatuh pada tanggal 15 bulan ketujuh penanggalan Tionghoa ini tidak hanya diisi dengan ritual doa tetapi juga kegiatan sosial berupa pembagian sembako. Ketua Yayasan Kelenteng Kong Hwie Kiong, Henki Halim, menjelaskan bahwa pada […]

  • Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan meminta keterangan kepada tersangka. (Foto: Istimewa)

    Perempuan Ini Mengaku Nekat Mencuri Karena Tak Dinafkahi Suami

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 19.659
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang perempuan muda ditangkap polisi atas tuduhan kasus pencurian handphone milik seorang pedagang di sebuah toko sembako di Desa Sitirejo, Kecamatan Klirong, Kebumen. Perempuan bernama Nita Kurniati alias Meta (22) diketahui warga Kelurahan/Kecamatan Karanganyar Kebumen, hingga Selasa  14 April 2020 ditahan di Mapores Kebumen untuk menjalani proses hukum. Uang Sudah Habis untuk […]

expand_less