Tanah Labil Picu Kerusakan Rumah di Desa Selogiri
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 12 Nov 2025
- visibility 432
- comment 0 komentar

Anggota Polri dan TNI menunjukkan dinding dan lantai yang retak akibat tanah bergerak. (Foto: Polres Kebumen)
KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Kebumen sejak Senin malam, 10 November 2025, memicu tanah bergerak di Dukuh Kedawung, Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam. Pergerakan tanah itu nyaris membelah rumah milik Suyud (65), warga setempat, pada Selasa dini hari, 11 November 2025.
Sekitar pukul 05.00 WIB, Polsek Karanggayam menerima laporan warga dan langsung menuju lokasi. Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menjelaskan, kondisi rumah korban mengalami kerusakan parah akibat pergeseran tanah.
“Retakan selebar 5–20 sentimeter terlihat di dinding rumah, sementara lantai amblas hingga 50 sentimeter,” ujar Kompol Faris Budiman.
Rumah berukuran 7×11 meter itu rusak di tiga kamar, ruang makan, dan ruang tamu dengan kerugian sekitar Rp65 juta. Tidak ada korban jiwa, namun seluruh perabot rumah tangga dievakuasi ke rumah tetangga, Almah Diharjo.
Tanah bergerak diduga akibat curah hujan tinggi yang membuat struktur tanah di kawasan pegunungan Karanggayam menjadi labil. Pergeseran tanah tidak hanya menyebabkan retakan, tetapi juga mengancam pondasi rumah-rumah di sekitarnya.
Polsek dan BPBD Kebumen Lakukan Penanganan Cepat
Tim gabungan dari Polsek Karanggayam, Babinsa, Pemerintah Desa Selogiri, dan BPBD Kebumen segera meninjau lokasi dan mengamankan area terdampak. Polisi juga berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menyiapkan relokasi rumah korban ke lokasi yang lebih aman di sisi barat titik kejadian.
“Langkah cepat kami ambil untuk mencegah risiko lanjutan, karena tanah di area tersebut masih berpotensi bergerak,” jelas Kompol Faris.
Polres Kebumen memastikan pemantauan terus dilakukan terhadap kondisi tanah di Desa Selogiri dan sekitarnya. Petugas juga meningkatkan mitigasi dan sosialisasi kebencanaan kepada warga agar lebih waspada terhadap potensi longsor susulan.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami imbau masyarakat segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” tegasnya.
Longsor di Condongcampur Tutup Jalan
Sementara itu, longsor menutup jalan lingkungan dan merusak talud sepanjang 30 meter di Dukuh Condong, Desa Condongcampur, pada Minggu malam, 9 November 2025.
Peristiwa itu pertama kali diketahui Kastono (66) yang mendengar suara gemuruh di depan rumahnya sekitar pukul 18.15 WIB. Ia mendapati tanah pekarangan amblas dan menutup jalan penghubung. Kepala Desa Condongcampur, Wanginah, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sruweng.
Tidak ada korban jiwa, namun talud dan jalan lingkungan rusak dengan estimasi kerugian mencapai Rp20 juta. Kapolsek Sruweng AKP Mardi bersama Forkopimcam langsung meninjau lokasi, mendata kerusakan, serta mengimbau warga agar tetap waspada karena curah hujan masih tinggi.
“Kami akan terus memantau kondisi tanah dan membantu warga membersihkan sisa longsor,” ujar AKP Mardi.
Hingga Selasa sore, sebagian besar material longsor telah dibersihkan dan akses jalan kembali normal.








Saat ini belum ada komentar