Ground Breaking Lapangan Manunggal Gombong: Disulap jadi Pusat Olahraga dan Ekonomi Kreatif Berbasis Sport Tourism
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 79
- comment 0 komentar

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Wajah Lapangan Manunggal Gombong dipastikan akan segera berubah menjadi ruang publik yang modern, tertata, dan representatif. Kepastian ini ditandai dengan pelaksanaan ground breaking atau peletakan batu pertama renovasi lapangan oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Jumat 19 Juni 2026.
Agenda ini turut dihadiri dan disaksikan oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, BUMD, dan warga Gombong.
Adapun proyek penataan ulang kawasan publik ini didanai melalui kombinasi anggaran murni dan anggaran perubahan dengan total anggaran mencapai Rp7,29 miliar.
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen menegaskan bahwa proyek renovasi Lapangan Manunggal Gombong ini murni didasarkan pada pemenuhan kebutuhan fasilitas publik masyarakat, bukan karena faktor subjektif asal daerahnya.
Bupati menjelaskan bahwa ke depan, seluruh lapangan atau alun-alun di tingkat kecamatan wilayah kota Kebumen akan diperbaiki secara bertahap demi pemerataan fasilitas.
“Tahun depan, insyaallah selesai ya. Ini adalah dari anggaran murni dan perubahan. Nanti tahun depan adalah untuk Prembun. Jadi gantian, sekarang Gombong, tahun depan adalah Prembun, ya,” ujar Bupati. Ia berharap ke depan Lapangan Gombong bisa berfungsi optimal layaknya Alun-alun Kebumen yang ramai digunakan berolahraga oleh warga pada waktu pagi dan sore hari.
Secara teknis, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Tri Mujiyanto, menjelaskan bahwa revitalisasi ini mengusung konsep sport tourism, yaitu sebuah wadah kolaborasi terintegrasi antara sarana olahraga masyarakat dan aktivitas ekonomi. Jangka waktu pengerjaan proyek tahap pertama ini ditargetkan berlangsung selama 120 hari dan dijadwalkan rampung pada Oktober 2026. Meskipun seluruh proses pembangunan diupayakan selesai dalam satu tahun anggaran berjalan, fasilitas ini baru benar-benar bisa dinikmati dan digunakan secara penuh oleh masyarakat luas pada awal tahun 2027 setelah seluruh tahapan pembangunan selesai seratus persen.
Berdasarkan masterplan yang dirancang, proyek ini mencakup beberapa lingkup pekerjaan utama yang sangat komprehensif. Kawasan ini nantinya akan dilengkapi dengan Teras Manunggal dan Food Court, Kolam dan Air Mancur, Tugu dan Landmark bertuliskan Gombong sebagai ikon visual baru, serta sarana jogging track, fitness outdoor, dan panggung terbuka.
Lapangan olahraga inti dipastikan tetap dipertahankan namun akan direhabilitasi dengan konsep baru. Selain itu, wajah atau muka Lapangan Manunggal akan tampak langsung dari jalan nasional menyusul adanya perluasan area melalui pembebasan lahan seluas 3.000 meter persegi yang telah rampung dilaksanakan pada tahun anggaran sebelumnya.
Langkah Pemkab Kebumen ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar, salah satunya Tri, seorang pedagang lokal warga Gombong yang sudah berjualan selama delapan tahun di area tersebut.
Tri mengaku sangat bersyukur karena selama hampir sewindu ia berdagang, kondisi Alun-alun Manunggal belum pernah mengalami perubahan fisik yang berarti. Penataan ini dinilai sangat strategis mengingat Lapangan Manunggal memiliki nilai historis kuat yang dibangun lewat swadaya tokoh masa lalu sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga ekonomi.
Melalui zonasi yang seimbang di mana sisi timur dan barat dikhususkan bagi pedagang kaki lima (PKL) serta sisi utara dan selatan sebagai ruang terbuka interaksi warga, lapangan ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di wilayah Kebumen bagian barat. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar