Gunakan Teknologi Geomembran, Pemkab Kebumen akan Tutup Zona Aktif Sampah di TPA Kaligending dan Semali
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 76
- comment 0 komentar

TPA Kaligending. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen berupaya menangani persoalan sampah dengan menerapkan sistem pelapisan (covering) geomembran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaligending dan TPA Semali.
Langkah ini diambil untuk menutup zona aktif atau tumpukan sampah (landfill) guna menekan polusi udara secara signifikan di sekitar area TPA.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan (DLHKP) Kebumen, Asep Nurdiana, mengungkapkan bahwa kontrak kerja proyek ini telah resmi ditandatangani dan siap dikerjakan dalam waktu dekat.
“Kemarin kami sudah tanda tangan kontrak, sudah ada pemenang tendernya dan insya Allah sudah mutual check zero (MC-0). Waktu pengerjaannya 45 hari. Perlu dicatat, pemasangan geomembran di TPA itu bukan berarti menutup TPA secara keseluruhan, tetapi menutup landfill atau tumpukan sampahnya untuk mengurangi polusi udara. Teknisnya, kita tutup zona aktif yang sudah tidak digunakan, lalu aktivitas pembuangan digeser ke lahan sebelahnya yang masih tersedia,” urai Asep Nurdiana, Selasa 30 Juni 2026.
Merespons kabar mengenai isu pencemaran, Asep menjelaskan bahwa kandungan gas metan di TPA Kaligending dan Semali saat ini sudah dimanfaatkan menjadi energi alternatif bagi puluhan warga sekitar untuk memasak.
“Kami sudah berusaha maksimal. Kalau dilihat di TPA Kaligending sekarang, sudah ada sistem pengolahan air lindi. Air limbah itu tidak dibuang ke air permukaan, tapi disiramkan lagi ke landfill untuk menjaga kelembaban. Proses ini menghasilkan gas metan yang selama ini sudah dimanfaatkan sebagai biogas gratis bagi masyarakat sekitar TPA. Ketika hujan turun, jalurnya juga sudah kita pisahkan agar air hujan tidak langsung merembes masuk ke dalam tumpukan sampah,” tambahnya.
Secara teknis, pekerjaan pemasangan geomembrane di TPA Kaligending akan diawali dengan pembersihan dan perataan sampah. Selanjutnya, tumpukan sampah akan dilapisi geomembran dengan ketebalan 0,5 mm dan diperkuat dengan geobag.
Sistem drainase dan gas di TPA Kaligending juga diperkuat melalui pengelasan dan pemasangan pipa HDPE berdiameter 200 mm.
Sementara itu, pekerjaan pemasangan geomembrane di TPA Semali akan mengikuti metode serupa, meliputi pembersihan dan perataan sampah, pemasangan Geomembran ketebalan 0,5 mm serta penguncian tumpukan menggunakan geobag.
Di sisi lain, Pemkab Kebumen juga menggenjot program pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).
Pekan depan, Pemkab dijadwalkan mengirimkan sebanyak 18 ton RDF hasil olahan TPST Stadion ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) di Cilacap sebagai pengiriman resmi kedua.
Sementara untuk rencana pengolahan RDF di TPA Semali, Pemkab telah menganggarkan dana melalui APBD untuk penyiapan bahan baku dan menjalin kerja sama dengan Banyumas. Asep meluruskan ada sedikit perubahan manajemen di mana operasionalnya kini dialihkan ke masyarakat.
“Insya Allah bulan ini sudah mulai produksi. Kemarin ada sedikit perubahan pengelolaan, yang tadinya direncanakan lewat BUMD, sekarang pengelolanya kami tunjuk dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM),” jelasnya.
Terakhir, mengenai imbas rencana pengembangan Stadion Candradimuka menjadi sport center yang akan mengenai area TPST saat ini, Asep menegaskan bahwa Pemkab Kebumen sudah menyiapkan lokasi pengganti yang representatif di kawasan Kawedusan.
“Terkait pengembangan stadion yang mengenai TPST, tentu Ibu Bupati sudah memikirkan solusinya. Rencananya operasional TPST akan dipindahkan ke Workshop PU di Kawedusan. Perencanaan anggarannya kami usulkan di APBD Perubahan ini untuk pembangunan fasilitas TPST yang baru di sana,” pungkas Asep. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar