Cerita Pendek: Burung Pak Broto
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 12 Jan 2025
- visibility 1.680
- comment 0 komentar

Alexas Fotos from Pixabay
Oleh Dian PD
Itu bukan burungku…Tapi aku ikut menikmati kicaunya setiap waktu.
Bukan hanya suara merdu dari burung yang entah dari jenis apa itu, tapi suara merdu Bu Sikem saat mengomeli suaminya, Pak Broto, juga kerap terdengar sampai ke telinga tetangga, termasuk aku.
Ya, Pak Broto dan Bu Sikem kerap adu mulut gara-gara burung.
Aku paham, bagaimana kesalnya Bu Sikem pada suaminya. Bukannya menunjukkan perhatian pada keluarga, seluruh perhatian Pak Broto justru terfokus ke burungnya.
Burung Pak Broto bak istri kedua.
Salah satu kekesalan Bu Sikem, setiap kali pulang ngantor bukannya membawa oleh-oleh untuk anak istrinya, Pak Broto justru menenteng satu kantong berisi buah-buahan, susu, atau makanan … untuk burungnya.
Tak jarang Bu Sikem “adu kicauan” dengan burung suaminya. Dan Pak Broto selalu terlihat santai melihat “pertikaian” itu. Bahkan ia justru terkekeh melihat istrinya ngedumel gak karuan.
***
Suatu hari … tak ada kicau burung terdengar dari rumah Pak Broto. Sepi sekali …
Burung Pak Broto yang saban pagi sudah mandi dan dijemur di halaman depan rumah, hari itu tak terlihat sama sekali ….
Kebetulan aku melintasi rumah Pak Broto dan Bu Sikem, iseng aku melongok ke arah dalam rumah yang berpagar besi warna hitam itu. Biasanya burung Pak Broto nangkring tiap pagi di taman halaman depan, tapi ini tidak terlihat, demikian halnya dengan pemilik rumah.
Sambil berjalan pelan mataku menjelajah halaman depan rumah Pak Broto yang asri.
Tiba-tiba aku mendengar suara klakson mobil di belakangku. Ternyata Pak Broto dan keluarganya. Kuhentikan langkah menunggu, bermaksud untuk menyapa mereka.
“Wah abis darimana Bu …?”
“Eh, Mba … Ini dari rumah sakit …,”
“Siapa yang sakit?”
“Burung saya diambil orang, Mba … Saya lihat yang nyuri, langsung saya kejar, eh malah apes, saya jatuh …,” Pak Broto tiba-tiba ikut menjawab dengan tatapan mata sedih. Berbanding terbalik dengan Pak Broto yang terlihat sangat terpukul karena kehilangan burung kesayangannya, Bu Sikem justru terlihat begitu sumringah, bahagia.
Beberapa hari setelahnya, aku mendengar keributan besar dari rumah Pak Broto dan Bu Sikem.
Terbongkarlah, ternyata burung Pak Broto bukan dicuri, tapi diberikan Bu Sikem … pada mantan pacarnya …. ***







Saat ini belum ada komentar