Puisi: Hujan Bulan Desember
- account_circle Yanuar Abdillah Setiadi
- calendar_month Sab, 31 Jan 2026
- visibility 320
- comment 0 komentar

Ilustrasi by AI
Hujan Bulan Desember
menggulung kalender.
Derainya menetes di pipi
Saudara-Saudara kita
di Sumatera.
Ribuan rintik doa berjatuhan.
Semoga menentramkan
hati mereka. Aamiin.
Purbalingga, 2025
Seorang Negara yang Angkuh
Negara merasa mampu
menangani banjir
yang sudah membuat
nyawa manusia melayang
ke angkasa sana.
Barangkali, Negara
memiliki kuasa di
dua alam yang berbeda.
Purbalingga, 2025
Mudik di Bulan Desember
Anak-anak kota menjenguk desa
di akhir tahun yang hendak tutup.
Mereka menyempatkan diri
untuk menyeruput kopi di
penghujung hari yang kian redup
sembari menerka-nerka
kota mana yang bisa memeluk
mimpinya seperti
peluk ibunya di kampung halaman
yang tak punya lagi halaman.
Purbalingga, 2025
Penyesalan
Penyesalan mengetuk
pintu hatiku di penghujung
tahun.
Penyesalan serupa
Jailangkung yang datang
tak diundang
dan berkali-kali membuat
kepalaku pusing kunang-kunang.
Purbalingga, 2025
Mimpi yang Usang
akan dihangatkan lagi
dalam tungku kasih sayang
di dapur rumah oleh
seorang ibu yang tak pernah lelah
berharap bahwa
anaknya tersayang akan pulang
ke kampung halaman
menggendong gelar,
menggandeng pasangan
agar sang anak percaya
bahwa keajaiban itu
bernama doa ibu.
Purbalingga, 2025
Yanuar Abdillah Setiadi
Lahir di Purbalingga, Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama. Tiga buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023), Melihat Lebih Dekat (2024). Wajah Purwokerto: Antara Cinta, Suka dan Duka di Kota Satria (2026). Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023. Karyanya termuat di berbagai media. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi.
- Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi







Saat ini belum ada komentar