NgabubuWrite PWI Kebumen, Edukasi Literasi Media Bagi Remaja Masjid
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 18 Apr 2022
- visibility 2.144
- comment 0 komentar

Ketua PWI Kebumen Ondo Supriyanto menyampaikan materi. (Foto: Dok. PWI Kebumen)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kebumen terus menggemakan literasi media di berbagai kalangan utamanya generasi muda. Tak terkecuali bulan suci Ramadan ini, PWI Kebumen memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit untuk melakukan edukasi melalui kegiatan bertajuk NgabubuWrite PWI Kebumen.
Seperti pada Sabtu 16 April 2022, bertempat di Serambi Masjid Darussalam Kelurahan Kebumen, kegiatan mengangkat tema “Literasi Media di Era Digital”. Kegiatan yang diikuti oleh anggota Remaja Masjid Darussalam (Rismada) itu dibuka oleh Ketua Takmir Masjid Darussalam Sudir. Acara dihadiri Pembina Takmir Masjid Darussalam Drs H Adi Pandoyo MSi dan para pengurus PWI Kebumen.
Kegiatan menghadirkan narasumber Panasihat PWI Kebumen Drs Komper Wardopo MPd yang menyampaikan materi Budaya Literasi Kunci Sukses Generasi Millenial. Selanjutnya Ketua PWI Kebumen Supriyanto memberikan materi Cerdas Bermedia Sosial.
Baca Juga: PWI Kebumen Goes to Campus, Ajak Mahasiswa Cerdas Bermedia Sosial
Ketua PWI Kebumen Supriyanto menyampaikan bahwa dia era digital, informasi yang tercipta di internet, baik dalam jenis numerik, teks, gambar, audio atau video melimpah ruah. Dari tahun ke tahun jumlah informasi di internet terus meningkat tanpa terbendung sehingga menyebabkan kelebihan informasi atau information overload.
Pada akhirnya kelebihan informasi tersebut akan menyebabkan kesulitan bagi setiap individu dalam mencari informasi yang benar-benar bernilai. Untuk itulah PWI Kebumen terus melakukan edukasi kepada semua elemen termasuk generasi muda untuk cerdas memanfaatkan media daring.
Konten Positif

Peserta NgabubuWrite PWI Kebumen. (Foto: Dok. PWI Kebumen)
Lebih dari itu, imbuh Ondo sapaan karibnya, dengan memberikan bekal jurnalistik akan mendorong para generasi muda khususnya para remaja masjid untuk membuat konten yang positif di berbagai platform internet.
“Internet seperti dua mata pedang. Di satu sisi memiliki banyak manfaat, tetapi di sisi lain membawa dampak negatif seperti menjadi candu. Selain itu tanpa disadari algoritma media sosial memperparah polarisasi di bidang sosial, politik, agama dan kebudayaan hingga mengancam keutuhan bangsa,” ujar wartawan Suara Merdeka ini.
Baca Juga: PWI Kebumen Terima Penghargaan dari Polres Kebumen







Saat ini belum ada komentar