Breaking News
light_mode
Beranda » News » Pasar Senggol Selang: Warisan Tradisi dari Masa Mataram

Pasar Senggol Selang: Warisan Tradisi dari Masa Mataram

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 15 Sep 2024
  • visibility 2.841
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PASAR senggol merupakan tradisi yang begitu melekat dalam kehidupan masyarakat Kelurahan Selang, Kabupaten Kebumen. Perayaan ini biasanya diselenggarakan saat Hari Raya Idul Fitri dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lokasinya yang khas, yakni di sepanjang Jalan Kutoarjo yang melintas di Kelurahan Selang, semakin membuat pasar ini ikonik. Namun, tahukah Anda asal-usul tradisi unik ini?

Mengutip website resmi Kelurahan Selang, sejarah Pasar Senggol dapat dilacak hingga masa Kerajaan Mataram di bawah kepemimpinan Raja Amangkurat I. Pada masa itu, para adipati dari wilayah barat seperti Cilacap, Banyumas, Purwokerto, dan Purbalingga memiliki kewajiban rutin untuk menyerahkan upeti ke Keraton Mataram setiap enam bulan sekali.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Ambengan di Desa Wadasmalang Ketika Rajaban

Perjalanan menuju keraton seringkali terganggu oleh gerombolan perampok di wilayah Kutowinangun.

Untuk mengatasi masalah ini, Raja Amangkurat I menunjuk R. Ng. Kramaleksana, seorang tokoh yang dikenal mahir dalam ilmu kanuragan, untuk mengawal rombongan adipati. Namun, R. Ng. Kramaleksana mengajukan syarat agar rombongan adipati berkumpul terlebih dahulu di Klagen Kilang (sekarang Kelurahan Selang) sebelum berangkat bersama-sama.

Pasar Pelem

Sejak saat itu, setiap enam bulan sekali, Klagen Kilang menjadi sangat ramai dengan kedatangan rombongan adipati. Mereka biasanya berkumpul di bawah pohon pelem sambil beristirahat. Melihat antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan para adipati, R. Ng. Kramaleksana kemudian mengadakan berbagai pertunjukan kesenian untuk menghibur mereka.

Pertunjukan-pertunjukan ini menarik minat banyak orang, tidak hanya dari Klagen Kilang tetapi juga dari daerah sekitarnya seperti Panjer Kota dan Sruni. Seiring dengan banyaknya pengunjung, para pedagang pun bermunculan dan menjajakan dagangan mereka. Karena banyaknya pedagang yang menjual buah pelem, pasar ini kemudian dikenal sebagai Pasar Pelem.

Baca Juga: Mengenal Cowongan Kebumen, Atraksi Kesenian yang Tergerus Zaman

Dalam suasana yang ramai dan penuh sesak, pengunjung seringkali saling bersenggolan. Dari sinilah istilah “Pasar Senggol” muncul dan terus digunakan hingga saat ini.***

*Tulisan ini bersumber dari Tim Pencari Fakta Sejarah Yayasan Raden Ngabei Kramaleksana.

Adapun Tim Pencari Fakta Sejarah tersebut yakni:

  • Ketua Tim                    : KRT. H. Harso Seta Wasesa, S.H, M.H
  • Wakil Ketua TIM        : H.R. Risyanto, S.T. Arst
  • Anggota TIM                : R. Ari Kurniawan, S.Sos, KR. Ngt Ria Heri Astuti, Amd, R. Yanuar Ari Setiyadi, S.E, R. Seno Basworo, S.H.
Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Lilis Lepasliarkan Tukik di Pantai Kembar Terpadu

    Bupati Lilis Lepasliarkan Tukik di Pantai Kembar Terpadu

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 699
    • 0Komentar

    PURING (KebumenUpdate.com) – Semangat konservasi dan pelestarian budaya terus diwujudkan Kabupaten Kebumen melalui acara Gebyar Sedekah Bumi yang digelar di Pantai Kembar Terpadu Puring, Sabtu 12 Juli 2025. Acara tahunan ini ditandai dengan pelepasan tukik (anak penyu) ke habitat alaminya, sebuah inisiatif yang sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk mengembangkan pariwisata berbasis konservasi. Hadir […]

  • Tersangka Penggelapan Mobil Menangis di Dada Kapolres Kebumen

    Tersangka Penggelapan Mobil Menangis di Dada Kapolres Kebumen

    • calendar_month Kam, 3 Okt 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.566
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penyesalan itu datang belakangan. Begitulah yang dirasakan pemuda berinisial WS (19) tersangka kasus penggelapan setelah akhirnya tertangkap polisi. Tersangka WS yang diketahui warga Desa Kewayuhan, Kecamatan Pejagoan itu ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Kebumen. Dia disangka menjual mobil Toyota Avanza tahun 2007 nomor polisi AA-9123-LD  milik Suharyanto warga Desa Kembaran, Kebumen yang […]

  • Nasdem Peduli

    Warga Gombong Antusias Ikuti Vaksinasi Nasdem Peduli

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.009
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Warga Gombong dan sekitarnya begitu antusias mengikuti vaksinasi Nasdem Peduli yang digelar Satgas Covid Partai Nasdem. Kendati pendaftaran secara online sudah memenuhi kuota, banyak warga yang datang ke lokasi yang berlangsung vaksinasi di GOR Manunggal Gombong, Kamis 19 Agustus 2021. Vaksinasi program Nasdem Peduli di Kabupaten Kebumen menyasar 1.000 peserta. Sebanyak 600 […]

  • Kecelakaan di Jembatan Kemit

    Kecelakaan di Jembatan Kemit, Brio Tabrak Beat Guru SD Meninggal, Ini Faktanya

    • calendar_month Rab, 9 Agu 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 14.820
    • 0Komentar

    KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Warga Kebumen dihebohkan dengan kabar kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jembatan Kemit, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, Rabu 9 Agustus 2023 pagi. Kecelakaan maut tersebut membuat satu orang yang merupakan guru SD meninggal dunia. Video kecelakaan tersebut ramai beredar di media sosial. Banyak warganet yang menyebutkan bahwa di lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan […]

  • Bawa Gergaji, Pemuda Ini Serang Satpam Bank Danamon, Begini Kronologinya?

    Bawa Gergaji, Pemuda Ini Serang Satpam Bank Danamon, Begini Kronologinya?

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 26.100
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdat.com) – Seorang pemuda yang membawa gergaji tiba-tiba ngamuk menyerang satpam Bank Danamon Kebumen, Rabu 29 Januari 2020.  Sempat melukai satpam, pemuda yang diketahui bernama Sabar (18) warga Desa Banyurata, Kecamatan Adimulyo berhasil diamankan dan dibawa ke kantor polisi. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 07.45 wib, saat petugas Satpam Muji Wahono (41) warga Desa […]

  • Sederet Prestasi

    Garam Kebumen Mulai Dikenalkan ke Pasar Eropa

    • calendar_month Rab, 8 Sep 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.787
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Petani garam di Desa Mirit Petikusan, Kecamatan Mirit Kebumen terus mengembangkan pemasaran produk mereka. Tidak hanya di tingkat lokal, mereka mencoba menjajaki pasar mancanegara. Pengurus Kelompok Petambak Garam Jagad Kidul Widodo (39) menjelaskan, produk garam mereka jual ke toko organik, pabrik kecap organik, pabrik sabun di wilayah Yogyakarta dan Purwokerto. Saat ini […]

expand_less