Breaking News
light_mode
Beranda » News » Pasar Senggol Selang: Warisan Tradisi dari Masa Mataram

Pasar Senggol Selang: Warisan Tradisi dari Masa Mataram

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 15 Sep 2024
  • visibility 2.573
  • comment 0 komentar

PASAR senggol merupakan tradisi yang begitu melekat dalam kehidupan masyarakat Kelurahan Selang, Kabupaten Kebumen. Perayaan ini biasanya diselenggarakan saat Hari Raya Idul Fitri dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lokasinya yang khas, yakni di sepanjang Jalan Kutoarjo yang melintas di Kelurahan Selang, semakin membuat pasar ini ikonik. Namun, tahukah Anda asal-usul tradisi unik ini?

Mengutip website resmi Kelurahan Selang, sejarah Pasar Senggol dapat dilacak hingga masa Kerajaan Mataram di bawah kepemimpinan Raja Amangkurat I. Pada masa itu, para adipati dari wilayah barat seperti Cilacap, Banyumas, Purwokerto, dan Purbalingga memiliki kewajiban rutin untuk menyerahkan upeti ke Keraton Mataram setiap enam bulan sekali.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Ambengan di Desa Wadasmalang Ketika Rajaban

Perjalanan menuju keraton seringkali terganggu oleh gerombolan perampok di wilayah Kutowinangun.

Untuk mengatasi masalah ini, Raja Amangkurat I menunjuk R. Ng. Kramaleksana, seorang tokoh yang dikenal mahir dalam ilmu kanuragan, untuk mengawal rombongan adipati. Namun, R. Ng. Kramaleksana mengajukan syarat agar rombongan adipati berkumpul terlebih dahulu di Klagen Kilang (sekarang Kelurahan Selang) sebelum berangkat bersama-sama.

Pasar Pelem

Sejak saat itu, setiap enam bulan sekali, Klagen Kilang menjadi sangat ramai dengan kedatangan rombongan adipati. Mereka biasanya berkumpul di bawah pohon pelem sambil beristirahat. Melihat antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan para adipati, R. Ng. Kramaleksana kemudian mengadakan berbagai pertunjukan kesenian untuk menghibur mereka.

Pertunjukan-pertunjukan ini menarik minat banyak orang, tidak hanya dari Klagen Kilang tetapi juga dari daerah sekitarnya seperti Panjer Kota dan Sruni. Seiring dengan banyaknya pengunjung, para pedagang pun bermunculan dan menjajakan dagangan mereka. Karena banyaknya pedagang yang menjual buah pelem, pasar ini kemudian dikenal sebagai Pasar Pelem.

Baca Juga: Mengenal Cowongan Kebumen, Atraksi Kesenian yang Tergerus Zaman

Dalam suasana yang ramai dan penuh sesak, pengunjung seringkali saling bersenggolan. Dari sinilah istilah “Pasar Senggol” muncul dan terus digunakan hingga saat ini.***

*Tulisan ini bersumber dari Tim Pencari Fakta Sejarah Yayasan Raden Ngabei Kramaleksana.

Adapun Tim Pencari Fakta Sejarah tersebut yakni:

  • Ketua Tim                    : KRT. H. Harso Seta Wasesa, S.H, M.H
  • Wakil Ketua TIM        : H.R. Risyanto, S.T. Arst
  • Anggota TIM                : R. Ari Kurniawan, S.Sos, KR. Ngt Ria Heri Astuti, Amd, R. Yanuar Ari Setiyadi, S.E, R. Seno Basworo, S.H.
Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampung Siaga Bencana

    Kemensos Bentuk Kampung Siaga Bencana di Bonorowo dan

    • calendar_month Ming, 23 Jul 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.123
    • 0Komentar

    BONOROWO (KebumenUpdate.com) – Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Pemkab Kebumen membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kabupaten Kebumen. Pembentukan KSB Kabupaten Kebumen tahun 2023 dilaksanakan di dua lokasi yaitu di Kecamatan Bonorowo dan Petanahan. Pembentukan KSB ditandai dengan apel kesiapsiagaan bencana dan uji simulasi penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui di Lapangan Kecamatan Bonorowo, Sabtu 22 […]

  • Lima Pasangan Bukan Suami Istri Kembali Diamankan Polres Kebumen

    Lima Pasangan Bukan Suami Istri Kembali Diamankan Polres Kebumen

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 732
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Lima pasangan bukan suami istri diamankan Polres Kebumen pada kegiatan rutin yang dioptimalkan. Mereka diamankan di sejumlah hotel dan kamar kos di wilayah Kebumen. Saat diamankan, mereka tidak dapat menunjukkan bukti sah sebagai pasangan suami istri. Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian memberikan pembinaan kepada mereka agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari. […]

  • Gangguan Listrik

    Hujan Angin, 8 Kecamatan di Kebumen Terdampak Listrik Padam

    • calendar_month Jum, 19 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.271
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) –  Hujan yang disertai angin melanda di sejumlah wilayah Kebumen mulai Kamis 18 Januari 2024 pukul 05.00 WIB.  Hingga Jumat 19 Januari 2024 malam ini, hujan masih terus mengguyur wilayah Kebumen. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan delapan kecamatan terdampak listrik padam. Penyebabnya adalah pohon tumbang menimpa jaringan listrik di beberapa kecamatan. Yakni; Petanahan, Mirit, […]

  • Jasad korban saat dievakuasi ke daratan. (Foto: Basarnas Cilacap)

    Tenggelam di Pantai Pasir, Pemancing Asal Magelang Ditemukan, Begini Kondisinya

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.877
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Memasuki hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan pemancing yang terjatuh di Karanggesing Pantai Pasir, Kecamatan Ayah, Kebumen. Pemancing yang bernama Nugroho (50), warga Dusun Perebutan, Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Kamis 18 Juni 2020 pada pukul 08.15 Wib. Korban Ditemukan di Perairan Karangpakis […]

  • Tersangka dimintai keterangan di Mapolres Kebumen. (Foto: Polres Kebumen)

    Baru Menduda, Pemuda Ini Tega Cabuli Bocah 14 Tahun

    • calendar_month Ming, 9 Agu 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.399
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com)  – Daftar kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Kebumen semakin panjang. Seorang bocah perempuan berusia 14 tahun menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh TR (26) warga Desa Brecong, Kecamatan Buluspesantren. Pria yang baru saja menduda itu saat ini ditahan di Mapolres Kebumen untuk bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan. Kasus ini […]

  • Bupati Arif Sugiyanto Pamit Haji Furoda, Roda Pemerintahan Dipimpin Wabup Ristawati

    Bupati Arif Sugiyanto Pamit Haji Furoda, Roda Pemerintahan Dipimpin Wabup Ristawati

    • calendar_month Sen, 10 Jun 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.407
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Arif Sugiyanto pamit dan mohon doa restu untuk melaksanakan ibadah haji 1445 H di depan para alim ulama, forkopimda, OPD, camat, kades dan ASN. Bupati dijadwalkan berangkat ibadah haji pada Selasa 11 Juni 2024. Ibadah haji kali ini merupakan yang kedua kalinya, namun tahun ini ia melaksanakan ibadah haji furoda sendiri […]

expand_less