Ahmad Luthfi Titip Aspirasi ke Senator DPD, Minta Giant Sea Wall Diprioritaskan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 4 Jul 2025
- visibility 374
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyerahkan cinderamata kepada perwakilan senator. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta para senator DPD RI mengawal percepatan penanganan banjir dan rob di Pantura. Ia menegaskan bahwa masyarakat di daerahnya sangat terdampak dan membutuhkan perhatian lebih.
“Di Jateng hanya Demak (Sayung-Semarang) yang dibangun giant sea wall. Daerah lain belum tersentuh,” kata Luthfi saat rapat kerja dengan Komite II DPD RI, Kamis 3 Juli 2025.
Ahmad Luthfi berharap pemerintah pusat membangun giant sea wall dari arah barat, seperti Brebes dan sekitarnya. Ia menyebut proyek itu harus menjadi prioritas nasional mengingat skala dampak yang luas.
Hybrid Sea Wall dan Solusi Inovatif Disiapkan
Pemprov Jateng telah menyiapkan desain hybrid sea wall hasil kolaborasi dengan Universitas Diponegoro. Desain tersebut menggabungkan tanggul beton ringan dan pendekatan konservasi berbasis alam.
Pemerintah juga menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 150 hektare melalui program Mageri Segoro. Mereka akan menanam 1,5 juta pohon mangrove di sepanjang garis pantai yang terdampak.
Boedyo Dharmawan dari Disperakim menyebut hybrid sea wall akan terintegrasi dengan sistem polder dan normalisasi sungai. Panjangnya diproyeksikan mencapai 30 km, dari Sayung, Demak hingga Kedung, Jepara. Estimasi anggaran proyek ini mencapai Rp1,7 triliun.
Luthfi juga mendorong pemda menyiapkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk mengurangi penggunaan air tanah yang mempercepat penurunan permukaan tanah.
Senator dan Warga Dukung Aspirasi Jateng
Ketua Komite II DPD RI Abdul Kholik menegaskan pihaknya akan mengawal berbagai solusi yang disampaikan. Ia menyebut pembangunan giant sea wall, kolam retensi, dan infrastruktur pendukung harus segera direalisasikan.
DPD RI juga mengundang kementerian terkait, perwakilan pemerintah daerah, dan masyarakat untuk berdiskusi dalam forum tersebut. Salah satunya adalah Muhammad Abdul Qodir dari Sayung, Demak.
Qodir berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret menyelamatkan ribuan warga dari banjir dan rob. Ia juga meminta pengawasan ketat terhadap industri yang mengambil air tanah dan membuang limbah sembarangan.
“Kami butuh tindakan nyata, bukan janji. Rumah kami sudah tak layak, lingkungan makin tak sehat,” ujarnya. Makin Tahu Indonesia







