Konservasi Penyu Kali Buntu Dilirik Internasional
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 10 Agu 2021
- visibility 1.665
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH saat melepasliarkan tukik. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Masyarakat Kebumen patut berbangga karena memiliki tempat konservasi penyu, hewan laut langka yang kini masuk dalam salah satu binatang yang dilindungi. Konservasi penyu berada di Kali Buntu, Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyampaikan bahwa bukan masyarakat Indonesia yang berminat pada konservasi penyu Kali Buntu. Dunia luar pun sudah banyak yang mencari tahu tentang eksistensi satu-satunya konservasi penyu di Kebumen ini.
“Ini tak kasih tahu ya, Jogosimo ini punya konservasi penyu yang sudah mendapat sorotan dunia internasional. Ada orang Prancis yang sudah komunikasi dengan saya bertanya tentang konservasi penyu,” ujar Bupati saat penyerahan bantuan alat dari KKP untuk kelompok konservasi penyu, Senin 9 Agustus 2021.
Baca Juga: 180 Ekor Tukik Dilepasliarkan di Pantai Jogosimo
“Mereka nanya ke saya, apakah ini benar ada konservasi, atau hanya sekadar bualan. Terus kita sampaikan, yang pasti saya tidak tahu, kecuali kalian datang ke sini. Nanti kalian tahu sendiri. Kita tugasnya hanya bekerja bagaimana agar penyu-penyu di sini tetap lestari,” tambah Bupati mengungkapkan.
Lestarikan Alam
Bupati menilai masyarakat sudah cukup baik, karena memiliki kesadaran tinggi untuk melindungi binatang langka seperti penyu dari kepunahan. Caranya dengan mengambil telur-telur penyu lalu menetaskan dalam satu tempat khusus, kemudian melepasliarkan lagi.
“Masyarakat di sini berusaha melestarikan alam dengan melindungi dan merawat penyu-penyu dari pemburuan liar, agar habitat penyu tetap terjaga. Ini demi masa depan anak cucu kita lagi, jangan sampai generasi penerus kita anak-anak Kebumen tidak tahu penyu, bahkan tidak bisa melihatnya lagi,” jelasnya.
Baca Juga: Kelompok Ini Selamatkan Ratusan Telur Penyu dari Tangan Pemburu
Bupati pun menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Serang yang sudah menyerahkan sejumlah alat-alat untuk mendukung kerja kelompok konservasi Jogosimo.
“Jadi kalau kita mau merawat alam ini dengan baik, Insya Allah akan mendatangkan keberkahan. Alhamdulillah bantuan dikirim untuk mendukung kinerja para kelompok konservasi. Ini harus kita syukuri,” ujarnya.
Bantuan yang diberikan antara lain berupa sarana kendaraan transportasi pemantauan penyu, sarana peralatan pemantauan, sarana perlengkapan personal, dan sarana peralatan sosialisasi.







Saat ini belum ada komentar